Trending Gubernur Terbodoh di Google, Ini Penyebabnya

0
15612

VIDEO – Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan baru-baru ini menjadi topik panas usai pencarian Google mengenai “gubernur terbodoh” memunculkan hasil yang terkait dengan dirinya. Mendapat gunjingan di media sosial, berikut analisa tim HiTekno.com mengenai hal ini.

Gunjingan di media sosial terkait Anies Baswedan yang dikaitkan dengan “gubernur terbodoh” di Google Trends ini ramai beredar diberbagai mediasosial. Beberapa akun mengunggah hasil pencarian Google dari “gubernur terbodoh”.

Usai menjadi viral, banyak netizen yang ramai-ramai mencoba untuk membuktikan hal tersebut. Benar saja, hasil pencarian Google untuk “gubernur terbodoh” adalah beberapa artikel terkait Anies Baswedan.

Isu ini melibatkan lebih dari 15 ribuan pengguna internet dengan total 22 konten yang tersedia.

Konten pada platform YouTube mendapat perhatian paling banyak. Judul ‘Anies Baswedan Gubernur Terbodoh Dalam Sejarah’ disaksikan sekira ribuan pengguna internet.

Penelusuran Google mencatat, pencarian “Gubernur Terbodoh” itu sudah dimulai dari Desember lalu dan mulai naik pada tanggal 1 Januari.

puncaknya terjadi pada 4 Januari 2020. Kenaikan pencarian “Gubernur Terbodoh” berbarengan dengan pencarian “gubernur terbodoh + anies baswedan”.

Hasil serupa juga ditemukan dalam penelusuran hasil gambar di Google Search Images. Hasil gambar dari kata kunci tersebut juga memuat foto Anies Baswedan dalam berbagai kegiatan, selama menjadi orang nomor 1 di Jakarta.

Lalu Bagaimana itu bisa terjadi ? fenomena isu ini merupakan potret dari butterfly effect.

hal ini awalnya terjadi dipicu oleh postingan sejumlah netizen di social media yang kemudian dibaca oleh algoritma google.

selain itu #gubernurterbodoh yang mengarah ke gubernur Anis di twitter dan facebook memicu netizen ramai ramai membuktikan hal tersebut.

Disaat itulah indeks pencarian kata gubernur terbodoh terarah ke Anis Baswedan.

Algoritma google sebenarnya menampilkan hasil dengan keterikatan kuat atas kata kunci yang diketik CEO Google, Sundar Pichai, dimana pernah menjelaskan bahwa google menjelajahi milyaran laman dan setiap pengguna mengetikkan kata kunci.

Setelah itu google pun akan mencocokkan laman tersebut dan menampilkan laman berdasarkan lebih dari 200 indikasi dan indikasi ini berupa relevansi, popularitas yang terbaru.

Selain mengapa muncul nama Anis Baswedan, rupanya buntut dari terjadinya banjir besar hampir menggenangi wilayah DKI Jakarta yang memakan banyak korban jiwa, ditambah sejumlah lontaran kata kata anis yang kontroversial menjadi materi orang orang yang tidak menyukai kinerja Gubernur Anis Baswedan.

Kondisi ini setidaknya pernah dialami oleh Donald Trump pada 2018 lalu. Ketika itu, pengguna yang mengetikkan kata “idiot” akan melihat ulasan atau foto terkait Presiden Amerika Serikat Donald Trump. (*)