Advertisement - Scroll ke atas
  • Bapenda Makassar
  • Pemkot Makassar
  • Pemkot Makassar
  • Universitas Dipa Makassar
  • Universitas Dipa Makassar
  • Universitas Dipa Makassar
  • Universitas Dipa Makassar
  • Universitas Dipa Makassar
  • Universitas Dipa Makassar
  • Universitas Dipa Makassar
  • Stunting
Opini

UMKM Sebagai Penyangga Ekonomi Rakyat, Benarkah?

461
×

UMKM Sebagai Penyangga Ekonomi Rakyat, Benarkah?

Sebarkan artikel ini
UMKM Sebagai Penyangga Ekonomi Rakyat, Benarkah?
Sri Rahmayani, S. Kom (Aktivis Pemerhati Rakyat)
  • Pilkada Sulsel (KPU Sulsel)
  • Pemprov Sulsel
  • PDAM Kota Makassar
  • Banner DPRD Makassar

OPINI—Perekonomian negara makin memprihatinkan, ini ditandai dengan banyaknya utang negara yang tak kunjung berkurang. Justru terus meningkat, pembayarannyapun hanya dalam tataran bunganya saja belom utang pokoknya.

Utang yang mencekik dialihkan ke masing-masing individu rakyat untuk memenuhi sendiri kebutuhannya. Dengan berbagai cara, dari cara yang halal banting tulang hingga cara yang tidak dibenarkan dalam hal ini disebut menghalalkan segala cara.

Advertisement
Scroll untuk melanjutkan

Bukan hanya itu, yang terjun dalam UMKM biasanya untuk memenuhi kebutuhan mereka, dan kini justru nampak dimanfaatkan untuk berdaya dengan jebakan. Melalui UMKM yang mana modal modal utang yang katanya langkah awal untuk sukses sekaligus mengambil peran dalam mensejahterakan rakyat. Benarkah demikian?

Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Erick Thohir akan memperkuat UMKM tembus pasar global. Salah satunya adalah dengan memperkuat pembiayaan dan pendampingan kepada para pelaku UMKM Milenial (CNBCIndonesia.com 15/08/23).

Pendampingan yang dimaksud adalah dengan membuka kesempatan untuk berdiskusi dengan para pelaku UMKM Milenial Makassar melalui staf khususnya, Arya Sinulingga. Diskusi ini diikuti oleh 45 pelaku UMKM Milenial binaan BRI, BNI, dan Mandiri guna mencari solusi dan berkolaborasi bagi para pelaku UMKM agar tembus pasar global.

Agar semakin menguatkan, BUMN akan terus membuka kesempatan kepada UMKM Milenial agar tembus pasar global. Salah satunya dengan membawa produk UMKM binaan BUMN ke luar negeri dalam festival internasional dengan tujuan mencari buyer agar dapat menghasilkan ekspor yang berkelanjutan.

Dinas Koperasi dan UKM Kota Makassar berkolaborasi TP PKK Makassar sukses menggelar SMES Expo 2023. Acara yang berlangsung di Trans Studio Mall (TSM) Makassar ini berlangsung selama tiga hari, 11-13 Agustus 2023.

SMES Expo 2023 juga menarik perhatian para pengusaha muda, pelaku industri kreatif, dan investor. Berbagai produk unik dan kreatif dari UMKM Makassar berhasil mencuri perhatian yang membuktikan potensi ekonomi lokal mampu bersaing di pasar nasional dan bahkan internasional (bukabaca.id 15/08/23).

Beberapa kota turut merayakan hari UMKM pada tanggal 12 Agustus, mengambil momen ini. Dengan berbagai jargon salah satunya “UMKM Bangkit Indonesia Maju”. Segala macam diusahakan agar UMKM mampu mengembangkan sayap sampai ke skala internasional. Hingga menyimpulkan mampu jadi penyangga ekonomi bangsa.

UMKM diklaim menjadi penyangga ekonomi bangsa, menyediakan tenaga kerja hingga 97 persen dari total tenaga kerja yang ada di Indonesia. Tenaga kerja yang bermodal usaha dengan kredit.

Pada faktanya UMKM menjadi salah satu cara untuk memperpanjang rantai produksi, dengan berbagai macam barang yang dijual. hingga jelas hal ini justru akan menguntungkan pengusaha (Oligarki).

Menggambarkan Trickle Down Effect (efek menetes ke bawah) yang menjelaskan tentang kebijakan ekonomi yang berfokus pada pemilik modal, lalu dengan sendirinya menetes ke bawah untuk menciptakan pertumbuhan ekonomi yang merata. Pemodal dari investor dengan gaya pinjaman keciprat riba, para pelaku UMKM bekerja keras dari modal. tersebut seperti buruh hingga sambil berfikir untuk mengembalikan kredit.

Fakta tersebut menggambarkan sejatinya negara tidak memberikan solusi untuk mensejahterakan rakyat, bahkan hanya sebagai regulator yang menguntungkan oligarki. Bukankah seharusnya negara mengambil bagian penting dalam menyediakan lapangan pekerjaan murni dari keahlian yang dimiliki rakyat tanpa campur tangan yang lain.

Selain penyediaan pekerjaan untuk membangkitkan perekonomian yang tidak hanya untuk pihak tertentu tapi untuk semua rakyat per individu tanpa terkecuali. Kebutuhan yang utama adalah tata aturan perekonomian itu sendiri, yang mana dinaungi sistem paripurna.

Sistem paripurna itu semua ada dalam Islam, sistem ekonomi yang tangguh dan solusi berbagai persoalan ekonomi yang terjadi. Sumber pemasukan negara yang mumpuni dalam pengelolaannya. Pembagian berdasar kepemilikan. Harta milik Umum dari kekayaan Alam, dan harta milik negara dari jalan, bangunan, dan lainnya. Milik individu termasuk zakat mampu menjadi penopang perekonomian negara.

Apa saja yang kalian berikan berupa zakat yang kalian maksudkan untuk meraih ridha Allah, maka (yang berbuat demikian) itulah orang-orang yang melipat gandakan (pahalanya)“. (QS ar-Rum [30]: 39)

Wallahu a’lam bi shawab

 

Penulis
Sri Rahmayani, S. Kom
(Aktivis Pemerhati Rakyat)

 

***

 

Disclaimer: Setiap opini/artikel/informasi/ maupun berupa teks, gambar, suara, video dan segala bentuk grafis yang disampaikan pembaca ataupun pengguna adalah tanggung jawab setiap individu, dan bukan tanggungjawab Mediasulsel.com.

  • DPPKB Kota Makassar
error: Content is protected !!