Unilever Ajak Masyarakat Peduli Lingkungan di Perayaan HAN 2019 di Makassar
Gubernur Sulawesi Selatan Prof. Dr. Ir. H.M. Nurdin Abdullah, M. Agr berfoto bersama tim Unilever Indonesia dan dua Anak Indonesia Bijak Plastik Kadek Roby dan I Kadek Bayu Saputra dari Bali, pada perayaan Hari Anak Nasional 2019 di Makassar.

MAKASSAR – Unilever memfasilitasi empat Anak Indonesia yang memiliki kepedulian besar terhadap lingkungan untuk menyuarakan ajakan bijak plastik kepada masyarakat, terutama anak-anak Indonesia.

Ajakan bijak plastik disampaikan pada perayaan Hari Anak Nasional di Lapangan Karebosi, Makassar yang dihadiri Menteri PPPA, Yohana Yembise, Gubernur Sulsel, Prof. Dr. Nurdin Abdullah, dan Penjabat Wali Kota Makassar, M. Iqbal Suhaeb, serta 6.500 anak-anak dari seluruh Indonesia.

Head of Corporate Communication Unilever Indonesia, Maria Dewantini Dwianto mengatakan, Unilever Indonesia memfasilitasi Anak Indonesia Bijak Plastik untuk menyuarakan kepeduliannya terhadap lingkungan.

“Apa yang kami lakukan ini sejalan dengan kepedulian Unilever Indonesia terhadap permasalahan plastik yang ada. Sebagai korporasi, kami percaya bahwa upaya kolaboratiflah yang akan bisa membantu menyelesaikan permasalahan ini,” jelasnya.

“Kami percaya anak adalah pembawa perubahan. Untuk itu kami sangat mendukung pesan baik yang disampaikan keempat Anak Indonesia Bijak Plastik,” kata Maria, Selasa (23/7/2019) di Makassar.

Unilever Ajak Masyarakat Peduli Lingkungan di Perayaan HAN 2019 di Makassar
Anak Indonesia Bijak Plastik; Kinara dari Yogyakarta, Mutiara Alyzza Bilqis dari Surabaya serta Kadek Roby dan I Kadek Bayu Saputra dari Bali merayakan Hari Anak Nasional 2019 di Makassar.

Keempat Anak Indonesia Bijak Plastik ini adalah Kinara dari Yogyakarta, Mutiara Alyzza Bilqis dari Surabaya serta Kadek Roby dan I Kadek Bayu Saputra dari Bali.

Dalam perayaan ini, keempat anak ini menyampaikan kepedulian mereka terhadap lingkungan dan juga menyampaikan ide kreatif mereka untuk membantu menanggulangi permasalahan sampah plastik.

Apa yang disampaikan keempat anak ini sangat sejalan dengan tema Hari Anak Nasional 2019, yaitu ‘Peran Keluarga Dalam Perlindungan Anak’ dan slogan ‘Kita Anak Indonesia, Kita Gembira’.

Menjaga dan menghadirkan lingkungan tempat bermain anak-anak yang bersih adalah salah satu cara memberikan perlindungan kepada anak-anak dan tentunya akan membuat mereka gembira.

Salah satu Anak Indonesia Bijak Plastik, Kinara, berbagi cerita mengenai ide kreatifnya “Aku memulai Kinara’s Project karena cita-citaku ingin menjadi pengusaha yang dapat memberikan manfaat bagi orang banyak.

Ia mengumpulkan sampah-sampah plastik kresek untuk dibuat menjadi berbagai macam kreasi seperti tas, selain dari kresek juga biasanya dari bekas banner.

“Karena aku peduli akan biota laut, takut kalau sampah-sampah plastik termakan oleh mereka, aku membuat barang eco-friendly lain nya seperti sedotan bamboo yang bisa dikomposkan, sikat gigi bambu, tas dan dan kantong serbaguna”

“Itu semua dikarenakan untuk mengajak orang untuk mengurangi penggunaan plastik sekali pakai. Di Kinara’s Project kita punya slogan Small Act, Big Impact,” kata Kinara.

Tak kalah semangatnya, Kadek Roby, Anak Indonesia Bijak Plastik yang juga tergabung dalam Trash Hero Kids di Bali, dia berbagi cerita “Ideku bersama teman-teman di Trash Hero muncul karena tempat bermain kita di pantai yang kotor karena sampah.

“Kami setiap hari senin pukul 5 sore membersihkan lingkungan pantai dan mencegah 100 kg sampah agar tidak masuk ke laut. Dari kegiatan ini, kami telah melampaui target untuk mengumpulkan lebih dari 20.000 kg sampah plastik,” jelas Kadek Roby.

Salah satu Anak Indonesia Bijak Plastik yang juga hadir adalah I Kadek Bayu Saputra yang merupakan Anggota Bank Sampah Gema Pelita dari SDN 5 Pedungan Bali yang merupakan Bank Sampah binaan Yayasan Unilever Indonesia, Kadek Bayu berbagi cerita

“Awalnya aku mulai dari diriku sendiri membersihkan lingkungan dari plastik yang bertebaran, lalu aku berikan pada pemulung. Semenjak ada Bank Sampah, aku senang sekali bisa menabung semua sampah non organik yang aku kumpulkan.

Aku ajak semua teman sekelasku hingga sekarang seluruh siswa di sekolahku ikut aktif menabung sampah di Bank Sampah sekolah.

Mulanya ada 35 orang teman sekelas yang ikut, sekarang aku sudah mengajak 648 teman-teman di sekolah untuk ikut membersihkan lingkungan dan menabung di Bank Sampah.

“Aku ingin anak-anak Indonesia bergabung di Bank Sampah dan membersihkan lingkungan, jadi kita semua bisa bermain dengan lebih leluasa.”

Mutiara Alyzza Bilqis, Anak Indonesia Bijak Plastik dari Surabaya yang meraih banyak penghargaan seputar upayanya dalam melestarikan lingkungan bercerita

“Sejak lama kepedulianku terhadap lingkungan muncul, saat aku tergabung dalam Karang Taruna desa Genteng Candirejo, bersama rekan-rekan kita gerakkan kegiatan kebersihan yang alhamdulillah mendapatkan beberapa penghargaan bahkan sampai tingkat kota Surabaya”

Sejak tahun 2016, Mutiara juga menjadi ketua program Pemberdayaan Ekonomi Masyarakat Melalui Bank Sampah di desa Genteng Candirejo. Aku ingin dari kegiatan bersih-bersih, dapat membantu perekonomian masyarakat.

Unilever Ajak Masyarakat Peduli Lingkungan di Perayaan HAN 2019 di Makassar
Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Republik Indonesia, Yohana Yembise berfoto bersama Anak Indonesia Bijak Plastik pada perayaan Hari Anak Nasional 2019 di Makassar15

“Kami berharap anak-anak ini bisa menginspirasi seluruh lapisan masyarakat untuk semakin mengerti dan bijak dalam menggunakan plastik,” ucap Maria.

“Unilever percaya bahwa bisnis atau korporasi harusnya menjadi bagian dari solusi suatu masalah, bukan malah menjadi bagian dari masalah itu sendiri,” tutup Maria Dewantini Dwianto.

PT Unilever Indonesia, Tbk

Diketahui PT Unilever Indonesia Tbk telah beroperasi sejak tahun 1933 dan telah menjadi perusahaan Fast Moving Consumer Goods terdepan di pasar Indonesia.

Unilever Indonesia memiliki 42 brand yang terbagi dalam 2 segmen usaha; Home, Beauty & Personal Care (“H,B&PC”) dan Foods & Refreshment (“F&R”).

Unilever Indonesia telah ‘go public’ pada tahun 1982 dan saham-sahamnya tercatat dan diperdagangkan di Bursa Efek Indonesia. Unilever berkomitmen tinggi untuk tetap melaju dan maju bersama Indonesia.

Pada 31 Maret 2019, penjualan bersih Unilever Indonesia mencapai Rp10,7 triliun dimana penjualan H,B&PC dan FNR masing-masing sebesar Rp7,2 triliun dan Rp3,5 triliun. Sedangkan laba bersih Perseroan mencapai Rp 1,7 triliun.

Unilever memiliki sembilan pabrik yang berada di Cikarang dan Rungkut. Pada tahun 2016, seluruh pabriknya telah mendapatkan sertifikasi halal dari Majelis Ulama Indonesia (MUI).

Secara global, pada tahun 2010 Unilever meluncurkan Unilever Sustainable Living Plan, strategi untuk terus mengembangkan bisnisnya seraya mengurangi setengah dampak lingkungan yang ditimbulkan dan meningkatkan dampak sosial bagi masyarakat.

USLP memiliki tiga tujuan utama yakni, meningkatkan kesehatan 1 milyar orang pada 2020. Mengurangi setengah dari dampak lingkungan yang dihasilkan dari operasi bisnisnya pada 2030 dan meningkatkan penghidupan jutaan orang pada 2020. (*)