OPINI—Covid-19, kata yang tidak asing di seluruh dunia. Virus yang berawal dari Negara China menyebar ke seluruh Dunia, termasuk Indonesia. Pada senin 2 Maret 2020 Presiden Jokowi mengumumkan bahwa covid-19 resmi masuk ke Indonesia, sampai saat ini Corona masih saja menjadi topik utama di Indonesia. Di Indonesia, para medis kesehatan bahkan masyarakat dan pemerintah mengandalkan vaksin sebagai solusi melawan covid-19.

Sehingga Presiden Indonesia telah memerintahkan rancangan peraturan tentang pengadaan vaksin dan pelaksanaan Vaksinasi. yang akan mengatur secara lengkap proses pengadaan, pembelian dan distribusi vaksin, serta pelaksanaan vaksinasi/ pemberian imunisasi. Ungkap Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto.

Sedangkan, Pandemi Covid-19 di Indonesia saat ini dalam masa kritis. Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KPC-PEN) mengatakan waktu kritis akan berlangsung sampai Desember 2020. Dan menurut Dicki Budiman ketika di temui beberapa waktu lalu, saat ini Indonesia dalam masa kritis dan keputusan pemerintah saat ini akan menentukan nasib rakyat terkait Covid-19.

“Critical time-nya adalah tiga bulan (sampai Desember 2020). Kita harus menjaga, jangan sampai ada lonjakan ekstrim dan kondisi tidak normal, sebelum vaksinasi mulai dilakukan,” Jelas, Ketua KPC-PEN Airlangga Hartarto, Jumat (18/9/2020). Bisnis.Com

“Kondisi Indonesia saat ini dan dalam 3 sampai 6 bulan ke depan memasuki masa kritis mengingat semua indikator termasuk angka kematian semakin meningkat,” kata Dicky, Sabtu (2/1/2021). tirto.id

Namun, Vaksin COVID-19 buatan Indonesia yang diberi nama vaksin Merah Putih tersebut ditargetkan selesai pada pertengahan tahun 2021. Padahal Vaksin bukanlah jaminan bahwa jika mengadakannya maka semuanya akan selesai. Karena vaksin hanyalah salahsatu cara untuk meningkatkan kekebalan tubuh manusia untuk melindungi Masyarakat agar tidak terjangkit Covid-19.

“Harus diketahui bahwa tidak ada vaksin yang sempurna memberi perlindungan. Sebagian kecil penerima vaksin masih memungkinkan untuk tertular COVID-19 hanya saja diharapkan dampaknya tidak terlalu parah,” katanya.

Dicky kembali menganalisis data sejarah sejauh ini tidak ada pandemi yang selesai dengan vaksin. Contoh pandemi cacar, walau sudah ada vaksin tetapi selesai dalam 200 tahun kemudian dan polio baru selesai setelah 50 tahun.

“COVID-19 pun sama, bukan berarti setelah disuntikan langsung hilang. Akan perlu bertahun-tahun untuk mencapai tujuan herd immunity,” lanjut Dicky menjelaskan.

Vaksin Merah Putih bisa dikatakan bukanlah solusi yang tepat untuk menyelesaikan pandemi, karena hanya menambah kekebalan tubuh. Dan jika mekanisme vaksin tersebut dilakukan secara bertahap di Indonesia maka diperkirakan untuk mencapai vaksinasi pada seluruh masyarakat butuh waktu 12 bulan. Sedangkan kurva Indonesia terkait Covid-19 terus meningkat.

Selain itu, masyarakat juga berperan penting dalam penanganan covid-19 ini. Yang seharusnya tetap melakukan 5 M yang telah dianjurkan. Yaitu, mencuci tangan, menjaga jarak, menjauhi kerumunan, memakai masker dan menjaga imun tubuh agar tetap fit.

Sama halnya dengan sistem islam dan anjuran Rasullulah saw. Dalam sejarah Islam wabah virus covid-19 bukanlah hal pertama yang pernah terjadi, di masa Rasullulah pun ummat pernah terjangkit virus dan Rasullulah saw menganjurkan untuk mengkarantinakan ummat yang telah terjangkit virus tersebut, sesuai dalam sabda rasullullah :

“Rasulullah pernah bersabda: Wabah thaun adalah kotoran yang dikirimkan oleh Allah terhadap sebagian kalangan bani Israil dan juga orang-orang sebelum kalian. Kalau kalian mendengar ada wabah thaun di suatu negeri, janganlah kalian memasuki negeri tersebut. Namun, bila wabah thaun itu menyebar di negeri kalian, janganlah kalian keluar dari negeri kalian menghindar dari penyakit itu.” (HR Bukhari-Muslim)

Rasullullah pun pernah bersabda dan memberikan tuntunan jika terjadi wabah dalam suatu wilayah.

Hadits itu diriwayatkan ‘Uqbah bin ‘Amir radhiyallahu ‘anhu. Suatu ketika, ia bertanya, “Wahai Rasulullah, apa itu keselamatan?”

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallammenjawab, “Jaga lisanmu, tetaplah di rumahmu, tangisilah dosa-dosamu.” (HR Tirmidzi

Penjelasan di atas sudah jelas Nabi Muhammad SAW mengatakan jika dalam suatu wabah, mereka yang ada di daerah itu jangan keluar dari wilayah itu. Mereka yang ada di luar wilayah itu, jangan datangi tempat wabah itu. Dalam istilah sekarang ini dikenal sebagai lockdown atau karantina, baik semi-lockdown maupun lockdown total. Dengan tetap menjaga kesehatan dan beribadah kepada yang maha kuasa.

Wallahu a’lam bissawab

Penulis: Lisdawati Rahmat (Pegiat Literasi, Jeneponto)