Advertisement - Scroll ke atas
Makassar

Komisi C DPRD Makassar Rekomendasikan Penutupan Sementara Produksi Pakan Ternak PT. WPBM

1714
×

Komisi C DPRD Makassar Rekomendasikan Penutupan Sementara Produksi Pakan Ternak PT. WPBM

Sebarkan artikel ini
Komisi C DPRD Makassar Rekomendasikan Penutupan Sementara Produksi Pakan Ternak PT. WPBM
Komisi C DPRD Kota Makassar mengeluarkan rekomendasi menghentikan sementara waktu aktifitas produksi pakan ternak PT. Wahyu Pradana Bina Mulia (PT. WPBM), di Kawasan KIMA Makassar, dalam rapat dengar pendapat (RDP) bersama sejumlah perusahaan, Dinas PTSP Kota Makassar, Dinas Lingkungan Hidup (DLH), Lurah Daya, dan Tokoh masyarakat setempat, Jumat (9/6/2023).

MAKASSAR—Komisi C DPRD Kota Makassar mengeluarkan rekomendasi menghentikan sementara waktu aktifitas produksi pakan ternak PT. Wahyu Pradana Bina Mulia (PT. WPBM), di Kawasan KIMA Makassar, dalam rapat dengar pendapat (RDP) bersama sejumlah perusahaan, Dinas PTSP Kota Makassar, Dinas Lingkungan Hidup (DLH), Lurah Daya, dan Tokoh masyarakat setempat, Jumat (9/6/2023).

Ketua Komisi C Sangkala Saddiko mengatakan, RDP ini digelar menindak lanjuti keluhan warga terkait adanya bau busuk yang menyengat dari hasil pengelolaan pakan ternak PT WPBM, di Kawasan KIMA Makassar.

“Permasalahan bau busuk yang menyengat ini sudah cukup lama dikeluhkan warga. Bahkan kami juga sudah melakukan sidak dan faktanya memang seperti itu. Hal inilah kemudian mendasari kami mengeluarkan rekomendasi dengan harapan apa yang diharapkan oleh masyarakat itu betul-betul tercapai,” tutur Sangkala.

Sementara, Human Resource Development (HRD) PT. WPBM, Ricky mengakui adanya bau busuk yang dikeluarkan dari hasil pengelolaan pakan ternak lantaran bahan baku yang digunakan dari kepala udang.

“Yang kita kelola itu kan bahan bakunya dari poting kepala dan usus dari udang yang di produksi sehingga memang saya akui ada beberapa masalah situasi yang kondisinya keterlambatan proses produksi karena kami terbatas tenaga kerja kemudian ada beberapa kali mesin boiler kami mati”

“Nah, ketika tidak ada produksi otomatis mesinnya mati sehingga dalam kondisi seperti itu mengeluarkan bau,” terang Ricky.

Meski demikian, Ricky mengaku menerima rekomendasi Komisi C hingga pihaknya memastikan kondisi mesin produksi benar-benar bagus.

Menurut Ricky jika berjalan lancar, prosentase bau yang keluar dari bau busuk itu tidak lebih dari 5 persen dan itu hanya di kawasannya saja tidak sampai keluar.

Ricky juga mengaku, bahwa rekomendasi Komisi C sudah cukup bijak yang memberi kesempatan PT Wahyu Pradana Bina Mulia untuk memperbaiki dengan catatan bisa memproduksi kembali jika tidak lagi ada bau busuk.

“Saya rasa ini cukup bijak memberi kesempatan kepada kami melakukan perbaikan,” tukasnya. (*/4dv)

error: Content is protected !!