PEMBERITAHUAN: Email redaksi redaksi@mediasulsel.com sementara mengalami gangguan. Untuk sementara, seluruh keperluan korespondensi redaksi, termasuk rilis berita dan artikel opini, dapat dikirim ke Sulselmedia@gmail.com. Terima kasih atas perhatian dan kerja samanya. • 🏥 Klinik Utama Aktiv Energi Physio kini hadir di Makassar • Konsultasi Dokter Umum & Spesialis Saraf • Fisioterapi • Okupasi Terapi • Terapi Wicara • Private Gym • 📍 Jl. AP Pettarani No. 18F Makassar • 🕘 Senin–Sabtu, 09.00–16.00 WITA • ☎️ Reservasi: 0821-8927-9692. • SK PLT Pengkot TI Kendari Dipersoalkan, Pelatih Desak Pengprov TI Sultra Bertindak • Munafri Minta Pengembangan Perumahan Makassar Diikuti Sekolah dan Puskesmas • Menaker Ungkap Isi RUU Pelindungan Ketenagakerjaan di DPR • Ketika Gelar Tak Menjamin Masa Depan • TP PKK Makassar Bentuk Koperasi, Bidik Pasar Produk UMKM Kader • Setahun Menjabat, Munafri Siapkan Evaluasi dan Rotasi Lurah Makassar • PEMBERITAHUAN: Email redaksi redaksi@mediasulsel.com sementara mengalami gangguan. Untuk sementara, seluruh keperluan korespondensi redaksi, termasuk rilis berita dan artikel opini, dapat dikirim ke Sulselmedia@gmail.com. Terima kasih atas perhatian dan kerja samanya. • 🏥 Klinik Utama Aktiv Energi Physio kini hadir di Makassar • Konsultasi Dokter Umum & Spesialis Saraf • Fisioterapi • Okupasi Terapi • Terapi Wicara • Private Gym • 📍 Jl. AP Pettarani No. 18F Makassar • 🕘 Senin–Sabtu, 09.00–16.00 WITA • ☎️ Reservasi: 0821-8927-9692. • SK PLT Pengkot TI Kendari Dipersoalkan, Pelatih Desak Pengprov TI Sultra Bertindak • Munafri Minta Pengembangan Perumahan Makassar Diikuti Sekolah dan Puskesmas • Menaker Ungkap Isi RUU Pelindungan Ketenagakerjaan di DPR • Ketika Gelar Tak Menjamin Masa Depan • TP PKK Makassar Bentuk Koperasi, Bidik Pasar Produk UMKM Kader • Setahun Menjabat, Munafri Siapkan Evaluasi dan Rotasi Lurah Makassar •
Peristiwa

Pemuda Tewas Tertusuk Badik saat Gelar Tradisi Angngaru di Resepsi Pernikahan

814
×

Pemuda Tewas Tertusuk Badik saat Gelar Tradisi Angngaru di Resepsi Pernikahan

Sebarkan artikel ini
Pemuda Tewas Tertusuk Badik saat Gelar Tradisi Angngaru di Resepsi Pernikahan
Seorang pemuda bernama Muhammad Fajar (18) tewas tertusuk badik, senjata tradisional yang digunakan dalam ritual tersebut. Peristiwa nahas itu terjadi di Desa Malise, Kelurahan Pundata Baji, Kecamatan Labakkang, Kabupaten Pangkep, pada Selasa 29 Oktober 2024 sekitar pukul 11.00 wita.

MAKASSAR—Sebuah insiden tragis terjadi di Pangkep saat pelaksanaan tradisi Angngaru di sebuah acara pernikahan. Seorang pemuda bernama Muhammad Fajar (18) tewas tertusuk badik, senjata tradisional yang digunakan dalam ritual tersebut.

Peristiwa nahas itu terjadi di Desa Malise, Kelurahan Pundata Baji, Kecamatan Labakkang, Kabupaten Pangkep, pada Selasa 29 Oktober 2024 sekitar pukul 11.00 wita.

Informasi yang beredar, saat itu korban tengah melaksanakan tradisi Angngaru menggunakan senjata tajam jenis badik pada saat penjemputan pengantin mempelai laki-laki di acara resepsi pesta pernikahan tersebut.

Pada acara Angngaru sedang berlangsung, tiba-tiba ujung senjata tajam badik yang dipakai Fajar menembus masuk ke bagian dada sebelah kiri korban yang diketahui merupakan alumni SMAN 4 Pangkep ini.

Ia pun langsung jatuh dan tidak sadarkan diri sehingga korban langsung dibawa ke Puskesmas Pundata Baji untuk mendapatkan pertolongan medis. Namun dalam perjalanan korban meninggal dunia.

Pemuda Tewas Tertusuk Badik saat Gelar Tradisi Angngaru di Resepsi Pernikahan
Seorang pemuda bernama Muhammad Fajar (18) tewas tertusuk badik, senjata tradisional yang digunakan dalam ritual tersebut. Peristiwa nahas itu terjadi di Desa Malise, Kelurahan Pundata Baji, Kecamatan Labakkang, Kabupaten Pangkep, pada Selasa 29 Oktober 2024 sekitar pukul 11.00 wita.

Kejadian ini mengingatkan akan pentingnya menjaga keselamatan dalam melestarikan tradisi budaya.

Meskipun demikian, Angngaru tetap menjadi simbol kebanggaan dan identitas bagi masyarakat Bugis-Makassar.

Diketahui, Tradisi Angngaru merupakan warisan budaya yang kaya dari suku Bugis-Makassar, terus dilestarikan hingga hari ini.

Angngaru, yang berasal dari kata dasar “aru” yang berarti sumpah, adalah sebuah ikrar yang diucapkan sebagai bentuk penghormatan dan kesetiaan

Pada masa lalu, Angngaru dilakukan oleh abdi kepada rajanya sebagai tanda loyalitas, atau sebaliknya, oleh raja sebagai simbol pengayoman kepada rakyatnya

Tradisi ini biasanya dilakukan dalam berbagai upacara adat, seperti penyambutan tamu dan pesta pernikahan.

Upaya untuk menjaga dan melestarikan tradisi ini terus dilakukan, dengan harapan bahwa nilai-nilai luhur yang terkandung di dalamnya dapat terus diwariskan kepada generasi mendatang. (*)

Polling Mediasulsel

Menurut Anda, masalah yang paling perlu diprioritaskan pemerintah saat ini adalah...

Konten dilindungi © Mediasulsel.com