MAKASSAR—Sekolah Lansia Sipakalebbi resmi dibuka di Aula Kecamatan Manggala, Kamis (12/2/2026), sebagai wadah bagi warga berusia 60 tahun ke atas agar tetap aktif, produktif, dan tidak terpinggirkan dalam kehidupan sosial maupun keluarga.
Program yang dijalankan Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (PPKB) Kota Makassar ini menjadi bagian dari strategi pembangunan keluarga berbasis siklus kehidupan yang digagas BKKBN.
Kepala Dinas PPKB Makassar, A. Irwan Bangsawan, mengatakan Sekolah Lansia Sipakalebbi menyasar lansia agar tetap menjadi subjek pembangunan dan tidak terpinggirkan dalam dinamika sosial dan ekonomi.
βLansia harus tetap aktif, tidak terisolasi, dan memiliki ruang untuk berkembang sesuai potensi yang dimiliki,β ujar Irwan.
Ia menjelaskan, Sekolah Lansia dirancang untuk menjaga lansia tetap produktif, baik secara sosial maupun ekonomi, sehingga tetap dapat memberikan kontribusi nyata bagi keluarga dan lingkungan sekitar.
Menurutnya, usia bukan menjadi penghalang untuk terus berkarya. Lansia yang tetap aktif dan produktif berperan dalam menjaga ketahanan serta keharmonisan keluarga.
Irwan juga menyinggung peran lintas sektor dalam mendukung program tersebut, termasuk pemerintah kecamatan, kelurahan, kader, dan penyuluh keluarga berencana.
Dalam rangkaian kegiatan itu, turut diserahkan bantuan kepada anak-anak yang mengalami stunting sebagai bagian dari upaya percepatan penurunan angka stunting di Kota Makassar.
Ia menilai perhatian terhadap lansia dan anak perlu berjalan beriringan sebagai fondasi membangun keluarga yang sehat, kuat, dan berkelanjutan di Kota Makassar. (70n/4dv)


















