Memuat Ramadhan...
Memuat waktu Makassar...
BMKG
Memuat data BMKG Sulsel...
LIVE
MakassarMedia Kampus

Mahasiswa KKN Unhas Bawa Solusi Ember Tumpuk ke Biring Romang, Sampah Rumah Tangga Tak Lagi Menumpuk dan Bau

69
×

Mahasiswa KKN Unhas Bawa Solusi Ember Tumpuk ke Biring Romang, Sampah Rumah Tangga Tak Lagi Menumpuk dan Bau

Sebarkan artikel ini
Mahasiswa KKN Unhas Bawa Solusi Ember Tumpuk ke Biring Romang, Sampah Rumah Tangga Tak Lagi Menumpuk dan Bau
Persoalan sampah organik yang selama ini menumpuk dan menimbulkan bau di Kelurahan Biring Romang mulai mendapat solusi. Mahasiswa KKN Tematik Perubahan Iklim Universitas Hasanuddin memperkenalkan metode ember tumpuk, teknik sederhana yang bisa diterapkan di rumah untuk mengolah sampah organik meski lahan terbatas.

MAKASSAR—Persoalan sampah organik yang selama ini menumpuk dan menimbulkan bau di Kelurahan Biring Romang mulai mendapat solusi. Mahasiswa KKN Tematik Perubahan Iklim Universitas Hasanuddin memperkenalkan metode ember tumpuk, teknik sederhana yang bisa diterapkan di rumah untuk mengolah sampah organik meski lahan terbatas.

Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Gelombang 115 Universitas Hasanuddin menjadikan pengelolaan sampah organik sebagai salah satu fokus utama program setelah menemukan persoalan tersebut sebagai keluhan dominan warga.

Metode ember tumpuk diperkenalkan melalui sosialisasi dan workshop yang dilaksanakan secara bergilir di delapan RW di Kelurahan Biring Romang. Program ini dirancang untuk membangun kesadaran warga agar mulai mengelola sampah dari sumbernya, khususnya di tingkat rumah tangga.

Sesuai keterangan pers yang diterima mediasulsel.com, Rabu (18/2/2026), kegiatan dimulai di RW 8 pada 18 Januari 2026 dan dilanjutkan secara bergantian di tujuh RW lainnya hingga berakhir di RW 4 pada 5 Februari 2026. Seluruh kegiatan digelar pada sore hari, pukul 16.00 hingga 18.00 WITA, menyesuaikan waktu luang warga, dengan total partisipasi mencapai 139 orang.

Dalam pelaksanaannya, mahasiswa tidak hanya memberikan sosialisasi, tetapi juga menghadirkan workshop praktis. Untuk sampah anorganik, warga dibekali pemahaman mengenai pemilahan serta penguatan peran bank sampah.

Sementara untuk sampah organik, mahasiswa mempraktikkan langsung penggunaan metode ember tumpuk sebagai teknik pengolahan sederhana yang dapat diterapkan di lingkungan permukiman padat.

Metode ini dipilih karena dinilai sesuai dengan kondisi Biring Romang yang memiliki keterbatasan lahan. Selain itu, keterbatasan armada Viar sampah yang tidak selalu melintas setiap hari serta jarak tempat pembuangan yang relatif jauh membuat sampah organik kerap menumpuk dan menimbulkan bau tidak sedap.

Materi workshop disampaikan langsung oleh mahasiswa KKN dengan pendampingan anggota dewan lingkungan. Dalam sesi diskusi, mahasiswa juga menjelaskan faktor penyebab kegagalan pengomposan menggunakan ember tumpuk serta solusi agar proses pengolahan berjalan optimal. Antusiasme warga terlihat dari keaktifan mereka dalam bertanya dan berdiskusi.

Lurah Biring Romang mengapresiasi kegiatan tersebut dan menilai program ini menjadi solusi konkret bagi persoalan sampah organik rumah tangga. Ia berharap aparat RT dan RW dapat menindaklanjuti program ini dengan menerapkan metode ember tumpuk di setiap lingkungan hingga tingkat rumah tangga.

Sebagai bentuk keberlanjutan program, mahasiswa KKN juga menyerahkan buku saku dan e-book panduan pengelolaan sampah rumah tangga berbasis ember tumpuk kepada lurah serta para ketua RT dan RW.

Panduan tersebut diharapkan menjadi acuan dalam penerapan dan pengembangan pengelolaan sampah rumah tangga di Biring Romang. (Cr/Ag4ys)

Mahasiswa KKN Unhas Bawa Solusi Ember Tumpuk ke Biring Romang, Sampah Rumah Tangga Tak Lagi Menumpuk dan Bau
Persoalan sampah organik yang selama ini menumpuk dan menimbulkan bau di Kelurahan Biring Romang mulai mendapat solusi. Mahasiswa KKN Tematik Perubahan Iklim Universitas Hasanuddin memperkenalkan metode ember tumpuk, teknik sederhana yang bisa diterapkan di rumah untuk mengolah sampah organik meski lahan terbatas.

Citizen Reporter: Nurul Azizah (Mahasiswa Ekonomi Pembangunan Unhas)

Artikel ini ditulis oleh Citizen Reporter. Isi dan gaya penulisan sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Redaksi hanya melakukan penyuntingan seperlunya tanpa mengubah substansi.

Konten dilindungi Ā© Mediasulsel.com