PEMBERITAHUAN: Email redaksi redaksi@mediasulsel.com sementara mengalami gangguan. Untuk sementara, seluruh keperluan korespondensi redaksi, termasuk rilis berita dan artikel opini, dapat dikirim ke Sulselmedia@gmail.com. Terima kasih atas perhatian dan kerja samanya.🏥 Klinik Utama Aktiv Energi Physio kini hadir di Makassar • Konsultasi Dokter Umum & Spesialis Saraf • Fisioterapi • Okupasi Terapi • Terapi Wicara • Private Gym • 📍 Jl. AP Pettarani No. 18F Makassar • 🕘 Senin–Sabtu, 09.00–16.00 WITA • ☎️ Reservasi: 0821-8927-9692.Perang Hotel di Makassar Makin Panas, Artha Kencana Ganti Bendera Jadi Horison InnDari Balik Lapas Polewali, WBP Dibekali Jalan Baru Jadi Pekerja MigranAppi Siapkan Ranch Sapi di TPA Tamangapa, Akhiri Sapi Makan SampahNurma Ditahan, TS Dilepas: Kasus Dugaan Pengeroyokan di Tamalanrea DipertanyakanGedung Pemuda Toraja Utara Tak Lagi Sekadar Tempat Rapat, Kini Jadi Ruang Bisnis Anak MudaBupati Pangkep Bidik Ratusan Ribu Ton Garam, 700 Hektare Lahan Masih MenganggurPEMBERITAHUAN: Email redaksi redaksi@mediasulsel.com sementara mengalami gangguan. Untuk sementara, seluruh keperluan korespondensi redaksi, termasuk rilis berita dan artikel opini, dapat dikirim ke Sulselmedia@gmail.com. Terima kasih atas perhatian dan kerja samanya.🏥 Klinik Utama Aktiv Energi Physio kini hadir di Makassar • Konsultasi Dokter Umum & Spesialis Saraf • Fisioterapi • Okupasi Terapi • Terapi Wicara • Private Gym • 📍 Jl. AP Pettarani No. 18F Makassar • 🕘 Senin–Sabtu, 09.00–16.00 WITA • ☎️ Reservasi: 0821-8927-9692.Perang Hotel di Makassar Makin Panas, Artha Kencana Ganti Bendera Jadi Horison InnDari Balik Lapas Polewali, WBP Dibekali Jalan Baru Jadi Pekerja MigranAppi Siapkan Ranch Sapi di TPA Tamangapa, Akhiri Sapi Makan SampahNurma Ditahan, TS Dilepas: Kasus Dugaan Pengeroyokan di Tamalanrea DipertanyakanGedung Pemuda Toraja Utara Tak Lagi Sekadar Tempat Rapat, Kini Jadi Ruang Bisnis Anak MudaBupati Pangkep Bidik Ratusan Ribu Ton Garam, 700 Hektare Lahan Masih Menganggur
Jawa TengahMedia Kampus

Dosen Unimus Luncurkan Buku Terapi Kombinasi, Cara Sederhana Ini Diklaim Bisa Kendalikan Kekambuhan Hipertensi

807
×

Dosen Unimus Luncurkan Buku Terapi Kombinasi, Cara Sederhana Ini Diklaim Bisa Kendalikan Kekambuhan Hipertensi

Sebarkan artikel ini
Dosen Unimus Luncurkan Buku Terapi Kombinasi, Cara Sederhana Ini Diklaim Bisa Kendalikan Kekambuhan Hipertensi
Dosen Spesialis Medikal Bedah Universitas Muhammadiyah Semarang (Unimus), Prima Trisna Aji, meluncurkan buku Terapi Kombinasi Rendam Kaki Air Hangat dan Relaksasi Nafas Dalam pada Penderita Hipertensi, Senin (16/2/2026), sebagai panduan terapi pendamping untuk membantu mengendalikan kekambuhan tekanan darah tinggi.

SEMARANG—Terapi sederhana yang bisa dilakukan di rumah kini hadir dalam bentuk buku ajar resmi ber-ISBN dan dilindungi Hak Kekayaan Intelektual (HKI). Dosen Spesialis Medikal Bedah Universitas Muhammadiyah Semarang (Unimus), Prima Trisna Aji, meluncurkan buku Terapi Kombinasi Rendam Kaki Air Hangat dan Relaksasi Nafas Dalam pada Penderita Hipertensi, Senin (16/2/2026), sebagai panduan terapi pendamping untuk membantu mengendalikan kekambuhan tekanan darah tinggi.

Peluncuran buku ini merupakan luaran program Pengabdian kepada Masyarakat hibah LPPM Unimus Semarang, sekaligus merespons persoalan kesehatan yang masih menjadi tantangan di Indonesia, yakni tingginya angka kekambuhan hipertensi.

Hipertensi dikenal sebagai silent killer karena sering tidak bergejala, namun berisiko menimbulkan komplikasi serius seperti stroke, gagal jantung, dan penyakit ginjal. Laporan kesehatan global menunjukkan masih banyak penderita hipertensi yang belum mencapai kontrol tekanan darah optimal, sehingga risiko kekambuhan dan komplikasi tetap tinggi.

Prima Trisna Aji menjelaskan, buku tersebut lahir dari keprihatinan terhadap pasien hipertensi yang kerap mengalami kenaikan tekanan darah berulang meski telah mendapatkan terapi obat.

“Kami melihat bahwa pasien hipertensi sering kambuh karena faktor stres, gaya hidup, dan kurangnya intervensi mandiri yang konsisten di rumah. Buku ini kami susun sebagai panduan terapi pendamping yang mudah, murah, dan berbasis bukti ilmiah,” ujarnya.

Buku ajar tersebut disusun bersama Arief Shifyan Bhaidowy dan Dr. Elinda Rizkasari, menghadirkan pendekatan terstruktur yang mengintegrasikan dua metode sederhana, yakni rendam kaki air hangat dan relaksasi napas dalam. Terapi kombinasi ini bekerja melalui mekanisme vasodilatasi perifer serta penurunan aktivasi sistem saraf simpatis yang berkontribusi pada stabilisasi tekanan darah.

“Keunggulan terapi ini adalah alatnya tersedia di setiap rumah. Air hangat dan teknik pernapasan adalah sesuatu yang sangat sederhana, tetapi jika dilakukan dengan protokol yang benar dan konsisten, hasilnya signifikan,” tambah Prima.

Dr. Elinda Rizkasari menyebut buku tersebut tidak hanya memuat teori, tetapi juga panduan teknis lengkap, mulai dari durasi, frekuensi, langkah pelaksanaan, indikator evaluasi, hingga aspek keamanan.

“Kami ingin buku ini menjadi referensi aplikatif, bukan hanya bahan bacaan. Mahasiswa, dosen, dan praktisi bisa menggunakannya sebagai dasar penelitian maupun implementasi di masyarakat,” katanya.

Dari sisi kebaruan, buku ini mengintegrasikan dua intervensi non-farmakologis dalam satu model terapi terstandar yang dapat diterapkan di komunitas, klinik, maupun keluarga. Pendekatan ini menempatkan pasien sebagai subjek aktif dalam pengendalian penyakitnya, sejalan dengan paradigma self-care management modern.

Respons positif juga datang dari kalangan mahasiswa. Seorang mahasiswa dari Kampus Swasta Sari mengaku buku tersebut membantu penelitian skripsinya yang membahas hipertensi.

Dosen Unimus Luncurkan Buku Terapi Kombinasi, Cara Sederhana Ini Diklaim Bisa Kendalikan Kekambuhan Hipertensi
Dosen Spesialis Medikal Bedah Universitas Muhammadiyah Semarang (Unimus), Prima Trisna Aji, meluncurkan buku Terapi Kombinasi Rendam Kaki Air Hangat dan Relaksasi Nafas Dalam pada Penderita Hipertensi, Senin (16/2/2026), sebagai panduan terapi pendamping untuk membantu mengendalikan kekambuhan tekanan darah tinggi.

“Buku ini sangat penting untuk penelitian saya karena protokol terapinya jelas dan bisa langsung diterapkan sebagai intervensi penelitian,” ujarnya.

Terbitnya buku ajar ini menegaskan komitmen Fakultas Ilmu Keperawatan dan Kesehatan Unimus dalam menghadirkan inovasi berbasis riset yang berdampak langsung bagi masyarakat, sekaligus menawarkan solusi praktis dalam upaya pengendalian hipertensi secara berkelanjutan. (*)

Dosen Unimus Luncurkan Buku Terapi Kombinasi, Cara Sederhana Ini Diklaim Bisa Kendalikan Kekambuhan Hipertensi
Dosen Spesialis Medikal Bedah Universitas Muhammadiyah Semarang (Unimus), Prima Trisna Aji, meluncurkan buku Terapi Kombinasi Rendam Kaki Air Hangat dan Relaksasi Nafas Dalam pada Penderita Hipertensi, Senin (16/2/2026), sebagai panduan terapi pendamping untuk membantu mengendalikan kekambuhan tekanan darah tinggi.

Polling Mediasulsel

Menurut Anda, masalah yang paling perlu diprioritaskan pemerintah saat ini adalah...

Konten dilindungi © Mediasulsel.com