MAROS — Potensi pinus di Desa Bonto Manurung, Kecamatan Tompobulu, Kabupaten Maros, mulai dikembangkan menjadi produk bernilai guna. Inovasi tersebut digagas mahasiswa Program Penguatan Kapasitas Organisasi Kemahasiswaan (PPK Ormawa) UKM PERISAI Universitas Muslim Indonesia (UMI) bersama masyarakat setempat.
Dalam program tersebut, mahasiswa tidak hanya melihat pinus sebagai komoditas, tetapi juga mengolah bagian yang selama ini menjadi limbah menjadi produk baru.
Buah pinus yang tidak termanfaatkan diolah menjadi bahan baku briket. Sementara getah pinus dimanfaatkan untuk menghasilkan lilin aromaterapi.
Inovasi tersebut mendapat apresiasi Bupati Maros H.A.S. Chaidir Syam yang menyaksikan langsung hasil karya mahasiswa PPK Ormawa UKM PERISAI UMI di Desa Bonto Manurung.
Chaidir menilai kreativitas mahasiswa dalam mengolah potensi pinus menunjukkan bahwa sumber daya lokal dapat dikembangkan menjadi produk yang memiliki nilai tambah.
“Alhamdulillah, hari ini kita menyaksikan langsung hasil karya dari adik-adik kita yang melaksanakan PPK Ormawa dari Universitas Muslim Indonesia di Desa Bonto Manurung. Mereka memanfaatkan limbah-limbah pinus untuk menjadi briket dan juga memanfaatkan pinus untuk menjadi aromaterapi. Ternyata luar biasa,” kata Chaidir.
Apresiasi tersebut sekaligus menjadi dorongan bagi mahasiswa dan masyarakat untuk terus mengembangkan produk berbasis potensi lokal.
PPK Ormawa UKM PERISAI UMI tidak hanya diarahkan pada menghasilkan produk, tetapi juga meningkatkan keterampilan masyarakat dalam mengolah potensi pinus secara produktif dan berkelanjutan.
Kolaborasi mahasiswa dengan masyarakat, pemerintah desa, pemerintah daerah, serta pihak terkait diharapkan mampu membuka peluang pengembangan produk lokal sekaligus memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat Desa Bonto Manurung.
Program tersebut terlaksana dengan dukungan pendanaan Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi melalui Direktorat Pembelajaran dan Kemahasiswaan (Belmawa).
UKM PERISAI UMI juga menyampaikan apresiasi kepada Universitas Muslim Indonesia atas dukungan dan kepercayaan dalam pelaksanaan program pemberdayaan masyarakat melalui PPK Ormawa.
Melalui program ini, mahasiswa dan masyarakat Desa Bonto Manurung didorong untuk terus mengembangkan potensi pinus menjadi produk inovatif yang memiliki nilai guna dan peluang ekonomi, tanpa meninggalkan prinsip keberlanjutan. (Mp/Ag4ys)
Citizen Reporter: Ainun Nurul Safitri (Mahasiswa FKM UMI)










