PEMBERITAHUAN: Email redaksi redaksi@mediasulsel.com sementara mengalami gangguan. Untuk sementara, seluruh keperluan korespondensi redaksi, termasuk rilis berita dan artikel opini, dapat dikirim ke Sulselmedia@gmail.com. Terima kasih atas perhatian dan kerja samanya.🏥 Klinik Utama Aktiv Energi Physio kini hadir di Makassar • Konsultasi Dokter Umum & Spesialis Saraf • Fisioterapi • Okupasi Terapi • Terapi Wicara • Private Gym • 📍 Jl. AP Pettarani No. 18F Makassar • 🕘 Senin–Sabtu, 09.00–16.00 WITA • ☎️ Reservasi: 0821-8927-9692.Gojukai Bukit Baruga Tembus Peringkat 4 Korpasgat Cup 2026, Borong 21 MedaliGubernur Sulsel Serahkan Bantuan untuk Tiga Korban Kebakaran di JenepontoSiswi SDN Barombong Raih Juara 1 MTQ Putri LOKETTA TamalateKelangkaan Pertalite Picu Antrean Panjang, Harga Eceran di Jeneponto MelambungTawuran Aditarina Vs Bitowa Lama Pecah Dini Hari, Polisi Tembakkan Gas Air MataBBM Disebut Aman, Mengapa Antrean Mengular?PEMBERITAHUAN: Email redaksi redaksi@mediasulsel.com sementara mengalami gangguan. Untuk sementara, seluruh keperluan korespondensi redaksi, termasuk rilis berita dan artikel opini, dapat dikirim ke Sulselmedia@gmail.com. Terima kasih atas perhatian dan kerja samanya.🏥 Klinik Utama Aktiv Energi Physio kini hadir di Makassar • Konsultasi Dokter Umum & Spesialis Saraf • Fisioterapi • Okupasi Terapi • Terapi Wicara • Private Gym • 📍 Jl. AP Pettarani No. 18F Makassar • 🕘 Senin–Sabtu, 09.00–16.00 WITA • ☎️ Reservasi: 0821-8927-9692.Gojukai Bukit Baruga Tembus Peringkat 4 Korpasgat Cup 2026, Borong 21 MedaliGubernur Sulsel Serahkan Bantuan untuk Tiga Korban Kebakaran di JenepontoSiswi SDN Barombong Raih Juara 1 MTQ Putri LOKETTA TamalateKelangkaan Pertalite Picu Antrean Panjang, Harga Eceran di Jeneponto MelambungTawuran Aditarina Vs Bitowa Lama Pecah Dini Hari, Polisi Tembakkan Gas Air MataBBM Disebut Aman, Mengapa Antrean Mengular?
Media Kampus

PPK Ormawa UKM PERISAI UMI Kembangkan Potensi Pinus Bonto Manurung Jadi Produk Bernilai Ekonomi

115
×

PPK Ormawa UKM PERISAI UMI Kembangkan Potensi Pinus Bonto Manurung Jadi Produk Bernilai Ekonomi

Sebarkan artikel ini
PPK Ormawa UMI
Ihwanna As’ad, S.Ag., M.Sc., Ph.D. dan Dr. Andika Pramukti, SE., M.Ak., bersama Kepala Desa setempat dan Tim PPK Ormawa UKM Perisai UMI, usai memberikan materi penguatan kapasitas pelaku usaha dilaksanakan di Kantor Desa Bonto Manurung, Senin (24/8/2026).

MAROS — Program Penguatan Kapasitas Organisasi Kemahasiswaan (PPK Ormawa) UKM PERISAI Universitas Muslim Indonesia (UMI) mendorong masyarakat Desa Bonto Manurung, Kecamatan Tompobulu, Kabupaten Maros, mengembangkan potensi hutan pinus menjadi produk bernilai ekonomi.

Program tersebut diarahkan tidak hanya pada pemanfaatan sumber daya alam, tetapi juga peningkatan kapasitas pelaku usaha melalui penguatan pengetahuan tentang legalitas, pemasaran, literasi keuangan, serta pengolahan produk berbasis potensi lokal.

Penguatan kapasitas pelaku usaha dilaksanakan di Kantor Desa Bonto Manurung, Senin (24/8/2026), dengan melibatkan pemerintah desa, Kelompok Tani Hutan (KTH), dan masyarakat. Materi disampaikan Ihwanna As’ad, S.Ag., M.Sc., Ph.D. dan Dr. Andika Pramukti, SE., M.Ak., yang membekali peserta mengenai legalitas usaha, strategi pemasaran, serta pengelolaan keuangan.

Pendampingan tersebut penting agar masyarakat tidak berhenti pada tahap produksi. Pelaku usaha juga didorong memahami pengelolaan modal, pemasukan, pengeluaran, keuntungan, hingga strategi memperluas pemasaran sehingga produk lokal dapat berkembang sebagai usaha yang berkelanjutan.

Salah satu potensi yang dikembangkan adalah buah pinus yang diolah menjadi briket biomassa, sementara getah pinus dimanfaatkan sebagai bahan baku lilin aromaterapi. Pemanfaatan tersebut menjadi bagian dari pendekatan ecoforestry dan zero waste untuk mengubah potensi maupun sisa hasil hutan menjadi produk yang memiliki nilai guna dan nilai ekonomi.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Maros Andi Irfan Paharuddin memberikan apresiasi terhadap program tersebut. Ia menilai pemanfaatan potensi hutan pinus secara produktif perlu tetap memperhatikan kelestarian lingkungan dan keberlanjutan sumber daya hutan.

Dukungan juga datang dari Camat Tompobulu, Hardiman Bakri. Pemerintah kecamatan menilai keterlibatan mahasiswa dalam mengembangkan inovasi pengolahan pinus merupakan bentuk nyata kontribusi perguruan tinggi di tengah masyarakat, sekaligus membuka peluang peningkatan keterampilan dan ekonomi warga.

KaDLH Maros dan Camat Tompobulu
Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Maros Andi Irfan Paharuddin (foto kiri) dan Camat Tompobulu, Kabupaten Maros Hardiman Bakri yang turut memberika apreasi atas keterlibatan mahasiswa dalam mengembangkan inovasi pengolahan pinus.

Dalam pelaksanaannya, program tidak hanya berupa penyampaian materi. Diskusi dan tanya jawab membuka ruang bagi masyarakat menyampaikan pengalaman, kendala, dan kebutuhan dalam mengembangkan usaha. Masukan tersebut menjadi dasar bagi tim PPK Ormawa UKM PERISAI UMI untuk menyesuaikan pendampingan dengan kondisi masyarakat setempat.

Program ini mendapat dukungan Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Republik Indonesia melalui Direktorat Pembelajaran dan Kemahasiswaan (Belmawa) dalam pelaksanaan PPK Ormawa 2026. Sinergi antara mahasiswa, perguruan tinggi, pemerintah daerah, pemerintah desa, KTH, dan masyarakat diharapkan memperkuat keberlanjutan program.

Target akhirnya adalah menjadikan potensi pinus Bonto Manurung tidak sekadar sumber daya alam, tetapi basis pengembangan produk lokal dan peluang usaha baru. Dengan peningkatan kapasitas, pendampingan, serta pengelolaan yang memperhatikan lingkungan, PPK Ormawa UKM PERISAI UMI diharapkan mampu memberi dampak ekonomi sekaligus memperkuat kemandirian masyarakat desa. (Mp/Ag4ys)

Citizen Reporter : Ainun Nurul Safitri (Mahasiswa FKM UMI)

Polling Mediasulsel

Menurut Anda, masalah yang paling perlu diprioritaskan pemerintah saat ini adalah...

Kirim Komentar

📢 Mohon utamakan adab, etika, dan sopan santun dalam berkomentar. Semua komentar akan melewati proses moderasi sebelum diterbitkan.

Konten dilindungi © Mediasulsel.com