PEMBERITAHUAN: Email redaksi redaksi@mediasulsel.com sementara mengalami gangguan. Untuk sementara, seluruh keperluan korespondensi redaksi, termasuk rilis berita dan artikel opini, dapat dikirim ke Sulselmedia@gmail.com. Terima kasih atas perhatian dan kerja samanya.🏥 Klinik Utama Aktiv Energi Physio kini hadir di Makassar • Konsultasi Dokter Umum & Spesialis Saraf • Fisioterapi • Okupasi Terapi • Terapi Wicara • Private Gym • 📍 Jl. AP Pettarani No. 18F Makassar • 🕘 Senin–Sabtu, 09.00–16.00 WITA • ☎️ Reservasi: 0821-8927-9692.Gubernur Sulsel Serahkan Bantuan untuk Tiga Korban Kebakaran di JenepontoSiswi SDN Barombong Raih Juara 1 MTQ Putri LOKETTA TamalateKelangkaan Pertalite Picu Antrean Panjang, Harga Eceran di Jeneponto MelambungTawuran Aditarina Vs Bitowa Lama Pecah Dini Hari, Polisi Tembakkan Gas Air MataBBM Disebut Aman, Mengapa Antrean Mengular?Sengketa Lahan Petani Laoli di Luwu Timur Masuk PTUN, Aktivitas di Objek Perkara Diminta DihentikanPEMBERITAHUAN: Email redaksi redaksi@mediasulsel.com sementara mengalami gangguan. Untuk sementara, seluruh keperluan korespondensi redaksi, termasuk rilis berita dan artikel opini, dapat dikirim ke Sulselmedia@gmail.com. Terima kasih atas perhatian dan kerja samanya.🏥 Klinik Utama Aktiv Energi Physio kini hadir di Makassar • Konsultasi Dokter Umum & Spesialis Saraf • Fisioterapi • Okupasi Terapi • Terapi Wicara • Private Gym • 📍 Jl. AP Pettarani No. 18F Makassar • 🕘 Senin–Sabtu, 09.00–16.00 WITA • ☎️ Reservasi: 0821-8927-9692.Gubernur Sulsel Serahkan Bantuan untuk Tiga Korban Kebakaran di JenepontoSiswi SDN Barombong Raih Juara 1 MTQ Putri LOKETTA TamalateKelangkaan Pertalite Picu Antrean Panjang, Harga Eceran di Jeneponto MelambungTawuran Aditarina Vs Bitowa Lama Pecah Dini Hari, Polisi Tembakkan Gas Air MataBBM Disebut Aman, Mengapa Antrean Mengular?Sengketa Lahan Petani Laoli di Luwu Timur Masuk PTUN, Aktivitas di Objek Perkara Diminta Dihentikan
Media Kampus

Sikola P4S Lamellong Jadi Strategi Regenerasi Petani dan Penguatan Pertanian Modern di Bone

108
×

Sikola P4S Lamellong Jadi Strategi Regenerasi Petani dan Penguatan Pertanian Modern di Bone

Sebarkan artikel ini
P4S

BONE — Regenerasi petani menjadi salah satu tantangan serius Indonesia dalam mengejar target swasembada pangan. Minat generasi muda terhadap sektor pertanian yang masih rendah, kelembagaan petani yang belum kuat, serta keterbatasan akses terhadap teknologi dan pelatihan menjadi persoalan yang perlu segera dijawab.

Data Sensus Pertanian 2023 Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat Indonesia memiliki 25,12 juta rumah tangga usaha pertanian dan 27,37 juta rumah tangga petani. Di tengah besarnya potensi tersebut, struktur petani masih didominasi kelompok usia di atas 45 tahun sehingga regenerasi menjadi pekerjaan penting untuk menjaga keberlanjutan sektor pertanian.

Penguatan sumber daya manusia dan kelembagaan petani pun menjadi salah satu strategi yang didorong pemerintah. Salah satu wadah yang memiliki peran penting adalah Pusat Pelatihan Pertanian dan Perdesaan Swadaya (P4S), yang menjadi ruang pembelajaran, pelatihan, pendampingan, sekaligus penyebaran inovasi teknologi pertanian.

Arah tersebut sejalan dengan kebijakan pembangunan sumber daya manusia pertanian dalam Renstra BPPSDMP Kementerian Pertanian 2025–2029 yang menempatkan penguatan kelembagaan dan regenerasi petani sebagai bagian penting pembangunan pertanian nasional.

Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman juga menempatkan regenerasi petani sebagai salah satu fokus Kementerian Pertanian. Generasi muda didorong menjadi pelaku utama pembangunan pertanian dengan bekal kompetensi, penguasaan teknologi, serta kemampuan mengelola kelembagaan petani.

Semangat tersebut kemudian diimplementasikan Tim PPK Ormawa UKM Keilmuan dan Penalaran Ilmiah (KPI) Universitas Hasanuddin melalui program Sikola P4S Lamellong. Program ini menjadi salah satu bagian dari inisiatif MANNENNUNGENG yang dilaksanakan di Desa Kajaolaliddong, Kecamatan Barebbo, Kabupaten Bone.

Sikola P4S Lamellong diarahkan untuk memperkuat kelembagaan petani melalui penyusunan modul pelatihan, pengembangan kurikulum manajemen kelembagaan, serta pendampingan berkelanjutan. P4S didorong tidak hanya menjadi tempat pelatihan, tetapi juga pusat edukasi dan difusi teknologi pertanian cerdas.

Petani melalui program tersebut tidak hanya dibekali keterampilan teknis budidaya. Mereka juga mendapatkan penguatan kapasitas dalam pengelolaan organisasi, perencanaan usaha tani, pengembangan jejaring kemitraan, hingga pemanfaatan inovasi pertanian modern.

Penguatan kelembagaan tersebut kemudian diintegrasikan dengan sejumlah inovasi dalam program MANNENNUNGENG. Di antaranya penerapan Alternate Wetting and Drying (AWD) berbasis Internet of Things (IoT), pemanfaatan limbah pertanian dan peternakan menjadi pupuk organik serta pakan ternak, pola tanam Jajar Legowo, introduksi varietas unggul, hingga pengendalian hama ramah lingkungan.

Integrasi inovasi tersebut membuat P4S memiliki fungsi lebih luas sebagai pusat pembelajaran sekaligus demonstrasi teknologi. Petani dapat melihat, mempelajari, dan mempraktikkan langsung teknologi yang dinilai mampu meningkatkan efisiensi serta produktivitas usaha tani.

Di tengah transformasi pertanian, peran P4S semakin strategis. Digitalisasi pertanian, teknologi sensor, irigasi hemat air, IoT, hingga pertanian presisi membutuhkan transfer pengetahuan yang efektif agar dapat diterapkan di tingkat petani. P4S menjadi penghubung antara inovasi, penyuluhan, dan kebutuhan nyata di lapangan.

Melalui Sikola P4S Lamellong, Tim PPK Ormawa KPI Unhas menargetkan lahirnya kader-kader petani yang mampu menjadi penggerak pembangunan pertanian di Desa Kajaolaliddong. Penguatan tidak hanya diarahkan pada kapasitas individu, tetapi juga kemampuan organisasi dalam mengelola inovasi, membangun jejaring, dan menjaga keberlanjutan program secara mandiri.

Penguatan P4S pada akhirnya bukan sekadar membangun lembaga pelatihan. Lebih jauh, program ini menjadi bagian dari investasi untuk menjawab persoalan regenerasi petani sekaligus memperkuat fondasi ketahanan pangan.

Kolaborasi perguruan tinggi, pemerintah, dan masyarakat melalui Sikola P4S Lamellong menunjukkan bahwa modernisasi pertanian membutuhkan petani yang tidak hanya terampil mengolah lahan, tetapi juga mampu menguasai teknologi, mengelola usaha, dan beradaptasi dengan perubahan. Dari Desa Kajaolaliddong, penguatan kelembagaan petani diarahkan menjadi pijakan menuju pertanian Indonesia yang lebih mandiri, modern, dan berkelanjutan. (Mp/Ag4ys)

Citizen Reporter: Aydil Fitra Mulya (Ketua UKM KPI Unhas)

Polling Mediasulsel

Menurut Anda, masalah yang paling perlu diprioritaskan pemerintah saat ini adalah...

Kirim Komentar

📢 Mohon utamakan adab, etika, dan sopan santun dalam berkomentar. Semua komentar akan melewati proses moderasi sebelum diterbitkan.

Konten dilindungi © Mediasulsel.com