MAKASSAR — Sekolah Pascasarjana Universitas Hasanuddin (Unhas) mulai memperkuat strategi peningkatan publikasi ilmiah mahasiswa melalui Program Catalyst. Salah satu langkah yang ditempuh ialah melatih 20 dosen agar mampu menjadi instruktur dan pendamping mahasiswa dalam menyusun literature review hingga menghasilkan manuskrip yang siap disubmit ke jurnal internasional.
Pelatihan Instruktur Literature Review dan Koordinasi Pelaksanaan Program Catalyst tersebut berlangsung selama lima hari, 24–28 Agustus 2026, di Ruang Rapat Gedung GB 2 Lantai 2 Sekolah Pascasarjana Unhas.
Sebanyak 20 dosen peserta akan dibekali kemampuan menyusun literature review secara sistematis. Mereka dilatih oleh dua instruktur internal yang sebelumnya mengikuti pelatihan serupa dari Direktorat Manajemen Publikasi (DMP) Unhas.
Target utama pelatihan bukan sekadar meningkatkan kompetensi dosen. Setelah pelatihan, para dosen akan kembali ke program studi masing-masing untuk mendampingi mahasiswa, terutama mahasiswa semester satu, agar mulai menulis publikasi ilmiah sejak awal masa studi.
Pendampingan tersebut diarahkan menghasilkan luaran konkret berupa manuskrip literature review yang siap disubmit ke jurnal internasional yang ditargetkan.
Dekan Sekolah Pascasarjana Unhas, Prof. Sukri Palutturi, SKM., M.Kes., M.Sc.PH., Ph.D., melalui keterangan tertulis yang diterima mediasulsel.com Selasa (25/8/2026) mengatakan Program Catalyst merupakan tahap awal untuk membangun budaya riset dan publikasi yang lebih terstruktur di lingkungan Sekolah Pascasarjana.
Menurutnya, dosen yang telah mengikuti pelatihan diharapkan tidak berhenti pada peningkatan kapasitas pribadi, tetapi berperan sebagai instruktur sekaligus pendamping mahasiswa di setiap program studi.
“Kami ingin proses pembelajaran pada mata kuliah yang berkaitan dengan jurnal internasional dan publikasi ilmiah tidak lagi hanya berorientasi pada penyelesaian mata kuliah, tetapi benar-benar menghasilkan luaran nyata berupa manuskrip literature review yang siap, bahkan telah disubmit ke jurnal internasional yang ditargetkan,” ujar Prof. Sukri.
Untuk memastikan target tersebut berjalan, Sekolah Pascasarjana Unhas juga menyiapkan skema dukungan berupa hibah peningkatan riset dan publikasi.
Prof. Sukri bersama jajaran pimpinan berkomitmen memberikan hibah kepada dosen dan pimpinan program studi yang berhasil menuntaskan proses penyusunan hingga submission manuskrip ke jurnal internasional.
Skema tersebut diharapkan menjadi insentif konkret agar proses publikasi tidak berhenti pada tahap penyusunan draf. Dosen didorong mengawal setiap tahapan, mulai dari menentukan topik, menyusun strategi pencarian literatur, menyeleksi dan menganalisis artikel, menulis manuskrip, melakukan finalisasi, hingga mengirimkannya ke jurnal sasaran.
Program Catalyst merupakan inisiatif DMP Unhas yang dirancang untuk meningkatkan jumlah sekaligus kualitas publikasi ilmiah mahasiswa dan dosen. Di Sekolah Pascasarjana, pelaksanaannya dikoordinasikan Publication Management Unit (PMU) sebagai bagian dari strategi mempercepat pencapaian Indikator Kinerja Utama (IKU) Riset, khususnya publikasi pada jurnal internasional bereputasi.
Dengan pola tersebut, mahasiswa diharapkan tidak menunggu hingga akhir masa studi untuk mulai mengenal proses publikasi ilmiah. Sejak semester pertama, mahasiswa sudah diarahkan menyusun karya ilmiah dengan pendampingan dosen yang memiliki kompetensi dan mekanisme kerja yang seragam.
Pada akhirnya, Program Catalyst ditargetkan membangun ekosistem publikasi yang dimulai dari kelas, diperkuat melalui pendampingan dosen, dan bermuara pada peningkatan jumlah manuskrip yang berhasil disubmit ke jurnal internasional.

Pelatihan ini turut dihadiri Wakil Dekan, Ketua dan Sekretaris Gugus Penjaminan Mutu Program Studi dan Riset (GPMPR), Kepala Bagian Tata Usaha, serta para kepala subbagian di lingkungan Sekolah Pascasarjana Unhas.
Dukungan jajaran pimpinan tersebut menjadi bagian penting untuk memastikan program tidak berhenti sebagai kegiatan pelatihan, tetapi berlanjut menjadi sistem pendampingan publikasi yang terukur dan berkelanjutan. (Ag4ys)













