BOGOR – Yayasan Assalam Terpadu Tenjo (YATT) mulai mematangkan arah pengembangan lembaga pendidikan Islam melalui rapat koordinasi yang melibatkan jajaran pengurus yayasan serta perwakilan dari tiga unit pendidikan di bawah naungannya, yakni RA Assalam, MI Assalam, dan MTs Assalam.
Rapat yang diikuti 11 peserta tersebut menjadi forum strategis untuk menyatukan visi, menyusun program prioritas, sekaligus memperkuat sinergi antarlembaga dalam mewujudkan sistem pendidikan Islam yang terpadu dan berdaya saing.
Sekretaris Yayasan Assalam Terpadu Tenjo, Mas’ud Halimin, mengatakan rapat koordinasi menjadi langkah awal dalam menyusun arah pembangunan yayasan secara terencana dan berkelanjutan.
“Melalui rapat koordinasi ini, kami ingin menyamakan visi, memperkuat sinergi antarunit, serta memastikan setiap program yang dirancang dapat berjalan secara terarah dan berkelanjutan. Dengan kebersamaan, kami optimistis YATT mampu terus berkembang dan memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat,” ujarnya.
Salah satu agenda utama yang dibahas adalah penguatan Program Tahfizh Al-Qur’an sebagai identitas pendidikan YATT. Selain itu, yayasan juga mematangkan rencana pembangunan Pondok Pesantren YATT yang akan menjadi pusat pembinaan karakter, keilmuan Islam, dan pengembangan sumber daya manusia.
Bendahara YATT, Dr. Muhammad Aras Prabowo, menyampaikan bahwa transformasi digital juga menjadi bagian penting dalam pengembangan yayasan. Seluruh unit pendidikan akan memiliki website resmi sebagai media informasi sekaligus sarana memperluas jangkauan layanan kepada masyarakat.
“Kita akan buatkan website untuk semua unit pendidikan kita untuk memperluas jangkauan kepada masyarakat,” katanya.
Sementara itu, Direktur Pesantren YATT, Dr. Ahmad Saleh Amin, mengungkapkan bahwa operasional Pondok Pesantren YATT akan segera dimulai sebagai bagian dari penguatan sistem pendidikan berjenjang yang mengintegrasikan pendidikan RA, MI, MTs hingga pesantren.
“Aktivitas Pesantren Tenjo akan segera beroperasi,” ujarnya.
Pada aspek akademik, H. Ismail Nur yang membidangi Pengembangan Kurikulum menegaskan pentingnya penyusunan kurikulum yang adaptif terhadap perkembangan zaman tanpa meninggalkan nilai-nilai Islam.
Menurutnya, kurikulum harus mampu melahirkan peserta didik yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki karakter Islami yang kuat berdasarkan nilai-nilai Al-Qur’an dan As-Sunnah.
Dalam rapat tersebut, seluruh peserta juga memperkuat komitmen terhadap tagline YATT, MAJU (Moderat, Adaptif, Jejaring, Unggul) sebagai landasan dalam penyusunan kebijakan dan pelaksanaan program di seluruh unit pendidikan.
Selain mengevaluasi program yang telah berjalan, rapat koordinasi juga menetapkan target pengembangan jangka pendek, menengah, dan panjang. Perencanaan tersebut diharapkan menjadi pedoman bersama agar seluruh lembaga di bawah naungan YATT dapat bergerak secara terarah, sinergis, dan berkelanjutan.
Melalui langkah tersebut, Yayasan Assalam Terpadu Tenjo menegaskan komitmennya membangun lembaga pendidikan Islam yang modern, berkualitas, dan berdaya saing, sekaligus melahirkan generasi yang berakhlak mulia, berprestasi, dan siap menghadapi tantangan masa depan. (Cr/Ag4ys)
Citizen Reporter: Muh. Aras Prabowo (Akademisi UNUSIA)











