MAROS – Limbah buah pinus yang selama ini belum dimanfaatkan di Desa Bonto Manurung, Kecamatan Tompo Bulu, Kab. Maros, kini mulai dilirik sebagai sumber energi alternatif bernilai ekonomi. Melalui Program Penguatan Kapasitas Organisasi Kemahasiswaan (PPK ORMAWA), mahasiswa UKM PERISAI Universitas Muslim Indonesia (UMI) melatih masyarakat mengolah buah pinus menjadi briket biomassa ramah lingkungan.
Pelatihan yang berlangsung di Sekretariat Kelompok Tani Hutan (KTH) Ujung Bulu, Desa Bonto Manurung, Selasa (28/7/2026), menjadi salah satu upaya pemberdayaan masyarakat berbasis potensi lokal sekaligus mendukung pengembangan hasil hutan bukan kayu.
Sesuai keterangan tertulis yang diterima mediasulsel.com, Jumat (31/7/2026), program tersebut bertujuan meningkatkan keterampilan masyarakat dalam menghasilkan produk yang memiliki nilai jual sekaligus ramah lingkungan.
Selama ini, buah pinus di Desa Bonto Manurung hanya menjadi limbah yang belum memiliki nilai tambah. Padahal, dengan pengolahan yang tepat, buah pinus dapat diubah menjadi briket biomassa yang berpotensi menjadi sumber energi alternatif sekaligus membuka peluang usaha baru bagi masyarakat.
Sebelum pelatihan dimulai, peserta mengikuti pre-test untuk mengukur tingkat pengetahuan awal mengenai pemanfaatan buah pinus sebagai bahan baku briket biomassa. Hasil evaluasi tersebut nantinya dibandingkan dengan post-test sebagai indikator peningkatan pemahaman peserta.
Kegiatan dipandu Leon Octa Pratama yang juga memperkenalkan Program PPK ORMAWA UKM PERISAI UMI. Ia menjelaskan pentingnya pemanfaatan hasil hutan secara berkelanjutan serta peluang pengembangan briket biomassa sebagai produk unggulan desa.
Selanjutnya, Tim Produksi PPK ORMAWA UKM PERISAI UMI memberikan materi mulai dari pengenalan alat dan bahan, proses pengolahan buah pinus, teknik pencampuran, pencetakan, hingga pengeringan agar menghasilkan briket berkualitas dan siap dipasarkan.
Untuk memudahkan peserta, tim juga membagikan leaflet edukatif yang berisi tahapan produksi, manfaat briket biomassa, serta panduan praktis agar masyarakat dapat memproduksinya secara mandiri setelah pelatihan berakhir.
Pelatihan tidak hanya berlangsung di ruang kelas, tetapi juga diisi praktik langsung. Peserta tampak antusias mengikuti setiap tahapan pembuatan briket, mulai dari pencampuran bahan, proses pencetakan hingga pengeringan.
Didampingi Tim Produksi PPK ORMAWA UKM PERISAI UMI bersama para volunteer, masyarakat terlibat aktif dalam seluruh proses produksi. Antusiasme peserta menunjukkan inovasi pemanfaatan buah pinus mendapat respons positif dan dinilai berpotensi dikembangkan sebagai produk unggulan Desa Bonto Manurung.
Suasana pelatihan juga berlangsung interaktif melalui sesi diskusi. Berbagai pertanyaan diajukan peserta, mulai dari teknik produksi, kualitas bahan baku, daya tahan briket, hingga strategi pemasaran agar produk memiliki daya saing di pasar.
Keberhasilan kegiatan ini didukung Pemerintah Desa Bonto Manurung, Kelompok Tani Hutan (KTH) Ujung Bulu, serta keterlibatan aktif masyarakat dan volunteer ORMAWA UKM PERISAI UMI yang mendampingi peserta selama praktik berlangsung.
Sebagai evaluasi akhir, peserta kembali mengikuti post-test untuk mengukur peningkatan pengetahuan setelah menerima materi dan praktik lapangan.
Melalui program ini, PPK ORMAWA UKM PERISAI UMI berharap masyarakat mampu mengembangkan briket biomassa berbahan buah pinus menjadi produk unggulan desa yang bernilai ekonomi, ramah lingkungan, dan berkelanjutan.

Tim PPK ORMAWA UKM PERISAI UMI juga menyampaikan apresiasi kepada Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Republik Indonesia (Kemendiktisaintek RI) atas dukungan pendanaan melalui Program PPK ORMAWA. Ucapan terima kasih turut disampaikan kepada Pemerintah Desa Bonto Manurung, Kelompok Tani Hutan Ujung Bulu, masyarakat, serta seluruh pihak yang telah mendukung pelaksanaan program pemberdayaan tersebut.
Dengan sinergi yang terus terjalin, program ini diharapkan mampu mendorong lahirnya inovasi berbasis potensi lokal sekaligus memperkuat kemandirian ekonomi masyarakat Desa Bonto Manurung. (Mp/Ag4ys)
Citizen Reporter: Ainun Nurul Safitri (Mahasiswa FKM UMI)














gg👍🏻
👍🏻👍🏻
kereeennn
kerenn banget buah pinus jadi briket🔥
keren bangett, semoga selalu bermanfaat di masyarakat
Semoga selalu memberikan hal positif untuk masyarakat desaa🔥
Kerennn
kerenn🔥