PEMBERITAHUAN: Email redaksi redaksi@mediasulsel.com sementara mengalami gangguan. Untuk sementara, seluruh keperluan korespondensi redaksi, termasuk rilis berita dan artikel opini, dapat dikirim ke Sulselmedia@gmail.com. Terima kasih atas perhatian dan kerja samanya.🏥 Klinik Utama Aktiv Energi Physio kini hadir di Makassar • Konsultasi Dokter Umum & Spesialis Saraf • Fisioterapi • Okupasi Terapi • Terapi Wicara • Private Gym • 📍 Jl. AP Pettarani No. 18F Makassar • 🕘 Senin–Sabtu, 09.00–16.00 WITA • ☎️ Reservasi: 0821-8927-9692.Valas bagi Pelaku Wisata dan Usaha Kawasan Timur Indonesia: Enam Hal yang Sering TerlewatSisi Lain To Manurung dalam Sejarah Raja-raja Bone: Figur Awal Konstruksi Legitimasi KerajaanPejabat ATR/BPN hingga Bos Summarecon Terjaring OTT KPK, Uang Ratusan Miliar DiamankanKuasa Hukum Pertanyakan Tindak Lanjut Dumas di Propam Polda SulselMulai Besok Pemkab Jeneponto Terapkan BBM Ganjil-Genap di Seluruh SPBULPG 3 Kg Langka di Makassar, Appi Desak Pertamina Investigasi Total PangkalanPEMBERITAHUAN: Email redaksi redaksi@mediasulsel.com sementara mengalami gangguan. Untuk sementara, seluruh keperluan korespondensi redaksi, termasuk rilis berita dan artikel opini, dapat dikirim ke Sulselmedia@gmail.com. Terima kasih atas perhatian dan kerja samanya.🏥 Klinik Utama Aktiv Energi Physio kini hadir di Makassar • Konsultasi Dokter Umum & Spesialis Saraf • Fisioterapi • Okupasi Terapi • Terapi Wicara • Private Gym • 📍 Jl. AP Pettarani No. 18F Makassar • 🕘 Senin–Sabtu, 09.00–16.00 WITA • ☎️ Reservasi: 0821-8927-9692.Valas bagi Pelaku Wisata dan Usaha Kawasan Timur Indonesia: Enam Hal yang Sering TerlewatSisi Lain To Manurung dalam Sejarah Raja-raja Bone: Figur Awal Konstruksi Legitimasi KerajaanPejabat ATR/BPN hingga Bos Summarecon Terjaring OTT KPK, Uang Ratusan Miliar DiamankanKuasa Hukum Pertanyakan Tindak Lanjut Dumas di Propam Polda SulselMulai Besok Pemkab Jeneponto Terapkan BBM Ganjil-Genap di Seluruh SPBULPG 3 Kg Langka di Makassar, Appi Desak Pertamina Investigasi Total Pangkalan
Media Kampus

Mahasiswa UMI Latih Warga Bonto Manurung Maros Olah Buah Pinus Jadi Briket Biomassa Bernilai Ekonomi

159
×

Mahasiswa UMI Latih Warga Bonto Manurung Maros Olah Buah Pinus Jadi Briket Biomassa Bernilai Ekonomi

Sebarkan artikel ini
PPK Ormawa UMI1
Tim PPK Ormawa UKM Perisai UMI mendampingi anggota PKK Desa Bonto Manurung dalam praktek pembuatan Briket Biomassa Berbasis Buah Pinus yang diselenggarakan di Sekretariat Kelompok Tani Hutan (KTH) Ujung Bulu, Desa Bonto Manurung, pada Selasa (28/7/2026). (Foto: Ainun Nurul)

MAROS – Limbah buah pinus yang selama ini belum dimanfaatkan di Desa Bonto Manurung, Kecamatan Tompo Bulu, Kab. Maros, kini mulai dilirik sebagai sumber energi alternatif bernilai ekonomi. Melalui Program Penguatan Kapasitas Organisasi Kemahasiswaan (PPK ORMAWA), mahasiswa UKM PERISAI Universitas Muslim Indonesia (UMI) melatih masyarakat mengolah buah pinus menjadi briket biomassa ramah lingkungan.

Pelatihan yang berlangsung di Sekretariat Kelompok Tani Hutan (KTH) Ujung Bulu, Desa Bonto Manurung, Selasa (28/7/2026), menjadi salah satu upaya pemberdayaan masyarakat berbasis potensi lokal sekaligus mendukung pengembangan hasil hutan bukan kayu.

Sesuai keterangan tertulis yang diterima mediasulsel.com, Jumat (31/7/2026), program tersebut bertujuan meningkatkan keterampilan masyarakat dalam menghasilkan produk yang memiliki nilai jual sekaligus ramah lingkungan.

Selama ini, buah pinus di Desa Bonto Manurung hanya menjadi limbah yang belum memiliki nilai tambah. Padahal, dengan pengolahan yang tepat, buah pinus dapat diubah menjadi briket biomassa yang berpotensi menjadi sumber energi alternatif sekaligus membuka peluang usaha baru bagi masyarakat.

Sebelum pelatihan dimulai, peserta mengikuti pre-test untuk mengukur tingkat pengetahuan awal mengenai pemanfaatan buah pinus sebagai bahan baku briket biomassa. Hasil evaluasi tersebut nantinya dibandingkan dengan post-test sebagai indikator peningkatan pemahaman peserta.

Kegiatan dipandu Leon Octa Pratama yang juga memperkenalkan Program PPK ORMAWA UKM PERISAI UMI. Ia menjelaskan pentingnya pemanfaatan hasil hutan secara berkelanjutan serta peluang pengembangan briket biomassa sebagai produk unggulan desa.

Selanjutnya, Tim Produksi PPK ORMAWA UKM PERISAI UMI memberikan materi mulai dari pengenalan alat dan bahan, proses pengolahan buah pinus, teknik pencampuran, pencetakan, hingga pengeringan agar menghasilkan briket berkualitas dan siap dipasarkan.

Untuk memudahkan peserta, tim juga membagikan leaflet edukatif yang berisi tahapan produksi, manfaat briket biomassa, serta panduan praktis agar masyarakat dapat memproduksinya secara mandiri setelah pelatihan berakhir.

Pelatihan tidak hanya berlangsung di ruang kelas, tetapi juga diisi praktik langsung. Peserta tampak antusias mengikuti setiap tahapan pembuatan briket, mulai dari pencampuran bahan, proses pencetakan hingga pengeringan.

Didampingi Tim Produksi PPK ORMAWA UKM PERISAI UMI bersama para volunteer, masyarakat terlibat aktif dalam seluruh proses produksi. Antusiasme peserta menunjukkan inovasi pemanfaatan buah pinus mendapat respons positif dan dinilai berpotensi dikembangkan sebagai produk unggulan Desa Bonto Manurung.

Suasana pelatihan juga berlangsung interaktif melalui sesi diskusi. Berbagai pertanyaan diajukan peserta, mulai dari teknik produksi, kualitas bahan baku, daya tahan briket, hingga strategi pemasaran agar produk memiliki daya saing di pasar.

Keberhasilan kegiatan ini didukung Pemerintah Desa Bonto Manurung, Kelompok Tani Hutan (KTH) Ujung Bulu, serta keterlibatan aktif masyarakat dan volunteer ORMAWA UKM PERISAI UMI yang mendampingi peserta selama praktik berlangsung.

Sebagai evaluasi akhir, peserta kembali mengikuti post-test untuk mengukur peningkatan pengetahuan setelah menerima materi dan praktik lapangan.

Melalui program ini, PPK ORMAWA UKM PERISAI UMI berharap masyarakat mampu mengembangkan briket biomassa berbahan buah pinus menjadi produk unggulan desa yang bernilai ekonomi, ramah lingkungan, dan berkelanjutan.

PPK Ormawa UMI2
Tim PPK Ormawa UKM Perisai UMI bersama peserta Pelatihan Produksi Briket Biomassa Berbasis Buah Pinus yang diselenggarakan di Sekretariat Kelompok Tani Hutan (KTH) Ujung Bulu, Desa Bonto Manurung, Selasa (28/7/2026). (Foto: Ainun Nurul)

Tim PPK ORMAWA UKM PERISAI UMI juga menyampaikan apresiasi kepada Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Republik Indonesia (Kemendiktisaintek RI) atas dukungan pendanaan melalui Program PPK ORMAWA. Ucapan terima kasih turut disampaikan kepada Pemerintah Desa Bonto Manurung, Kelompok Tani Hutan Ujung Bulu, masyarakat, serta seluruh pihak yang telah mendukung pelaksanaan program pemberdayaan tersebut.

Dengan sinergi yang terus terjalin, program ini diharapkan mampu mendorong lahirnya inovasi berbasis potensi lokal sekaligus memperkuat kemandirian ekonomi masyarakat Desa Bonto Manurung. (Mp/Ag4ys)

Citizen Reporter: Ainun Nurul Safitri (Mahasiswa FKM UMI)

Polling Mediasulsel

Menurut Anda, masalah yang paling perlu diprioritaskan pemerintah saat ini adalah...

Respon (8)

Kirim Komentar

📢 Mohon utamakan adab, etika, dan sopan santun dalam berkomentar. Semua komentar akan melewati proses moderasi sebelum diterbitkan.

Konten dilindungi © Mediasulsel.com