SEMARANG—Tiga akademisi lintas disiplin ilmu meluncurkan buku ajar ber-ISBN berjudul Video Edukasi Self-Management dalam Pengendalian Stres Psikologis dan Tekanan Darah pada Pasien Hipertensi. Buku ini menawarkan pendekatan edukasi kesehatan berbasis teknologi digital untuk membantu pasien hipertensi mengelola tekanan darah secara mandiri melalui penguatan kemampuan self-management dan pengendalian stres psikologis.
Buku tersebut ditulis oleh Prima Trisna Aji, dosen Spesialis Keperawatan Medikal Bedah Fakultas Ilmu Keperawatan dan Kesehatan Universitas Muhammadiyah Semarang (UNIMUS), bersama dr. Muhammad Nur Hasbi, M.Biomed., dosen Fakultas Kedokteran UNIMUS, serta Dr. Elinda Rizkasari, S.Pd., M.Pd., dosen dan Sekretaris Program Studi PGSD FKIP Universitas Slamet Riyadi (UNISRI) Surakarta.
Karya ilmiah ini diterbitkan melalui dukungan Hibah Internal Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) UNIMUS sebagai bagian dari pengembangan inovasi pendidikan dan kesehatan berbasis riset.
Peluncuran buku tersebut hadir di tengah tingginya angka hipertensi yang masih menjadi salah satu penyebab utama kematian akibat penyakit tidak menular di Indonesia. Para penulis menilai pengendalian hipertensi tidak cukup mengandalkan terapi farmakologis, tetapi juga memerlukan perubahan perilaku kesehatan yang dilakukan secara konsisten oleh pasien.
Penulis utama, Prima Trisna Aji, mengatakan buku ini lahir dari kebutuhan akan model edukasi kesehatan yang lebih adaptif dengan perkembangan teknologi dan kebutuhan masyarakat.
“Pengendalian hipertensi tidak cukup hanya dengan pengobatan. Dibutuhkan perubahan perilaku kesehatan yang berkelanjutan. Karena itu kami mengembangkan pendekatan edukasi berbasis video yang lebih interaktif, mudah dipahami, dan dapat digunakan secara mandiri oleh pasien,” ujarnya.
Menurut Prima, buku tersebut membahas konsep dasar hipertensi, hubungan stres psikologis dengan tekanan darah, teknik manajemen stres, strategi self-management, hingga pemanfaatan video edukasi sebagai media intervensi kesehatan yang dapat diterapkan di fasilitas pelayanan kesehatan maupun komunitas.
Sementara itu, dr. Muhammad Nur Hasbi menjelaskan bahwa media video memiliki keunggulan dalam menyampaikan informasi kesehatan secara lebih menarik dan mudah dipahami.
“Informasi kesehatan yang disampaikan secara visual lebih mudah dipahami dan dapat diakses berulang kali. Pasien tidak hanya menerima informasi, tetapi juga dapat mempraktikkan langkah-langkah pengelolaan hipertensi dalam kehidupan sehari-hari,” katanya.
Ia menambahkan, penggunaan video edukasi dapat meningkatkan keterlibatan pasien dalam proses perawatan sehingga keberhasilan terapi tidak hanya bergantung pada tenaga kesehatan, tetapi juga partisipasi aktif pasien.
Selain aspek medis, buku ini juga menyoroti pentingnya kondisi psikologis dalam pengendalian hipertensi. Berbagai penelitian menunjukkan bahwa stres psikologis berhubungan erat dengan peningkatan tekanan darah dan kualitas hidup pasien.
Dr. Elinda Rizkasari menilai pengendalian hipertensi harus dilakukan secara holistik dengan memperhatikan aspek fisik, psikologis, sosial, dan perilaku kesehatan.
“Banyak pasien mengalami kecemasan, stres, dan tekanan emosional yang berdampak terhadap kondisi kesehatannya. Karena itu pengendalian hipertensi perlu dilakukan secara menyeluruh, tidak hanya dari sisi medis,” ungkapnya.
Keunggulan buku ini terletak pada integrasi tiga aspek utama, yakni self-management hipertensi, pengendalian stres psikologis, dan pemanfaatan video edukasi digital dalam satu model pembelajaran yang komprehensif. Kolaborasi antara bidang keperawatan, kedokteran, dan pendidikan juga menghadirkan pendekatan yang lebih menyeluruh dalam mendukung perubahan perilaku kesehatan pasien.
Buku ini dilengkapi studi kasus, panduan implementasi, latihan evaluasi, serta contoh penerapan media edukasi berbasis video yang dapat dimanfaatkan oleh mahasiswa, dosen, tenaga kesehatan, maupun praktisi kesehatan masyarakat.
Sebagai bagian dari diseminasi hasil inovasi, penerbit Inti Litera bersama para penulis akan menggelar Grand Launching dan Bedah Buku Nasional pada Sabtu, 27 Juni 2026 pukul 20.00 WIB secara daring melalui kanal YouTube Ruang Dakwah Medis Indonesia dan Zoom Meeting.
Kegiatan tersebut terbuka bagi dosen, mahasiswa, tenaga kesehatan, peneliti, dan masyarakat umum yang memiliki perhatian terhadap pengendalian hipertensi serta inovasi pendidikan kesehatan.
Para penulis berharap masyarakat memperoleh akses terhadap informasi kesehatan yang mudah dipahami, berbasis bukti ilmiah, serta dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Kehadiran buku tersebut diharapkan menjadi salah satu referensi dalam pengembangan edukasi kesehatan berbasis teknologi digital sekaligus mendukung upaya pemberdayaan pasien hipertensi agar lebih mandiri dalam mengelola kesehatannya. (*)














