Memuat Ramadhan...
Memuat waktu Makassar...
BMKG
Memuat data BMKG Sulsel...
LIVE
Jawa TengahMedia Kampus

Kolaborasi Unimus Kembangkan Terapi Lavender–Guided Breathing, Efektif Redakan Nyeri dan Kecemasan Pasien

342
×

Kolaborasi Unimus Kembangkan Terapi Lavender–Guided Breathing, Efektif Redakan Nyeri dan Kecemasan Pasien

Sebarkan artikel ini
Kolaborasi Unimus Kembangkan Terapi Lavender–Guided Breathing, Efektif Redakan Nyeri dan Kecemasan Pasien
Zuniati, mahasiswa Spesialis Keperawatan Medikal Bedah Unimus, bersama pembimbing klinik RSUP Dr. Kariadi Semarang, Enggar Purnaningsih, serta dosen Spesialis Keperawatan Medikal Bedah Unimus, Prima Trisna Aji.

SEMARANG—Kolaborasi mahasiswa dan tenaga kesehatan Universitas Muhammadiyah Semarang (Unimus) melahirkan inovasi keperawatan berupa terapi kombinasi aromaterapi lavender dan latihan napas dalam terbimbing (guided deep breathing) yang diterapkan pada pasien rumah sakit dengan hasil penurunan nyeri dan kecemasan serta minim efek samping.

Terapi tersebut dikembangkan oleh Zuniati, mahasiswa Spesialis Keperawatan Medikal Bedah Unimus, bersama pembimbing klinik RSUP Dr. Kariadi Semarang, Enggar Purnaningsih, serta dosen Spesialis Keperawatan Medikal Bedah Unimus, Prima Trisna Aji.

Penerapan terapi dilakukan langsung pada pasien di RSUP Dr. Kariadi Semarang sebagai bagian dari intervensi keperawatan nonfarmakologis. Pelaksanaannya mengikuti Standar Operasional Prosedur (SOP) yang mengintegrasikan inhalasi aromaterapi lavender dengan latihan napas dalam terbimbing, sehingga dapat diaplikasikan oleh perawat di ruang perawatan.

“Saya bersyukur dapat mengimplementasikan terapi ini dengan baik pada pasien. Selama pelaksanaan, terlihat adanya penurunan kecemasan dan nyeri, serta pasien tampak lebih rileks,” ujar Zuniati.

ADVERTISEMENT

Pembimbing klinik RSUP Dr. Kariadi Semarang, Enggar Purnaningsih, menyebut terapi kombinasi tersebut bermanfaat dalam praktik keperawatan sehari-hari.

“Terapi kombinasi ini efektif membantu menurunkan kecemasan dan nyeri pasien. Selain itu, intervensinya aman, sederhana, dan mudah dilakukan oleh perawat,” jelasnya.

Dosen Spesialis Keperawatan Medikal Bedah Unimus, Prima Trisna Aji, mengatakan terapi ini merupakan bagian dari pengembangan praktik keperawatan berbasis bukti dengan pendekatan nonfarmakologis.

ADVERTISEMENT

“Ini adalah terapi kombinasi nonfarmakologis yang efektif dengan minim efek samping. Pendekatan ini mendukung keperawatan holistik karena mampu menangani aspek fisik dan psikologis pasien secara bersamaan,” katanya.

Ia menambahkan, penggabungan dua intervensi relaksasi dalam satu SOP terstandar memungkinkan penerapan yang konsisten dan dapat direplikasi di fasilitas pelayanan kesehatan lain.

Sebagai bentuk pengakuan atas kebaruan metode, terapi kombinasi aromaterapi lavender dan guided deep breathing tersebut telah tercatat sebagai Hak Kekayaan Intelektual pada Kementerian Hukum dan HAM Republik Indonesia.

Dengan implementasi yang telah dilakukan di RSUP Dr. Kariadi Semarang, terapi ini diharapkan dapat menjadi alternatif intervensi keperawatan nonfarmakologis yang digunakan di rumah sakit di berbagai daerah. (*)

Konten dilindungi © Mediasulsel.com