SIDRAP – Pengelolaan data pertanian di tingkat desa masih menjadi tantangan dalam penyaluran bantuan dan penyusunan program pembangunan. Menjawab kebutuhan tersebut, Mahasiswa KKN Tematik Inovasi Desa Gelombang 116 Universitas Hasanuddin menghadirkan inovasi pemetaan digital lahan sawah kelompok tani di Desa Kanie, Kabupaten Sidenreng Rappang (Sidrap), menggunakan platform Google Earth, Senin (3/8/2026).
Program kerja yang diinisiasi Salman Mubarak ini bertajuk “Optimalisasi Data Lahan Sawah Kelompok Tani melalui Pemetaan Berbasis Google Earth”. Tujuannya adalah menyusun data lahan pertanian yang lebih akurat, terstruktur, dan mudah diakses sebagai dasar pengambilan kebijakan di tingkat desa.
Dalam pelaksanaannya, setiap hamparan sawah dipetakan secara digital dan diberi identitas berupa nama kelompok tani, nama ketua kelompok, serta penanda warna yang berbeda. Pemetaan tersebut tidak hanya dilakukan melalui citra satelit, tetapi juga diverifikasi melalui observasi langsung di lapangan untuk memastikan kesesuaian dengan kondisi sebenarnya.
Proses pengumpulan data dilakukan bersama Pemerintah Desa Kanie, Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL), serta Ketua Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan). Koordinasi intensif dilakukan untuk memverifikasi batas wilayah dan luasan lahan yang dikelola masing-masing kelompok tani.
Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) Desa Kanie, Gustiara, mengatakan peta digital tersebut akan menjadi instrumen penting dalam mendukung pengelolaan data pertanian di desa. Menurutnya, Desa Kanie memiliki luas lahan baku sawah mencapai 1.303,56 hektare, sehingga keberadaan data spasial yang terstruktur sangat dibutuhkan.
“Kegiatan pemetaan wilayah kelompok tani di Desa Kanie sangat membantu proses administrasi. Penyaluran bantuan kepada kelompok tani memerlukan data luasan sawah setiap kelompok, bahkan besarnya bantuan sering kali ditentukan oleh luas lahan yang dimiliki,” ujar Gustiara.
Selain mempermudah pendataan, hasil pemetaan ini juga diharapkan mendukung proses verifikasi penerima bantuan pertanian agar lebih tepat sasaran, transparan, dan efisien. Data tersebut juga dapat menjadi referensi bagi pemerintah desa dalam menyusun program pembangunan sektor pertanian sesuai kondisi riil di lapangan.
Salman Mubarak mengatakan pemanfaatan teknologi digital menjadi langkah sederhana namun strategis untuk mendorong tata kelola data pertanian yang lebih modern. “Dari sebuah peta lahir data yang lebih tertata. Dari data yang tertata lahir perencanaan yang lebih tepat. Dan dari perencanaan yang tepat diharapkan tercipta pembangunan pertanian Desa Kanie yang lebih terarah dan berkelanjutan,” katanya.
Melalui kolaborasi antara mahasiswa KKN Universitas Hasanuddin, Pemerintah Desa Kanie, PPL, Gapoktan, dan kelompok tani, program ini diharapkan menjadi fondasi awal digitalisasi data pertanian di desa sekaligus mendukung pembangunan pertanian yang lebih efektif dan berkelanjutan di Kabupaten Sidrap. (Mp/Ag4ys)
Citizen Reporter: Ismail Alrip (Dosen FH Unhas)













