BARRU – Kebiasaan sederhana mencuci tangan dengan benar masih menjadi senjata ampuh mencegah penyebaran berbagai penyakit. Kesadaran itulah yang ditanamkan mahasiswa Program Studi Ilmu Keperawatan Universitas Hasanuddin (Unhas) melalui program KILAU (Kita Lawan Kuman) di sejumlah sekolah di Desa Kupa, Kecamatan Mallusetasi, Kabupaten Barru.
Program edukasi tersebut menyasar siswa TK Negeri 37 Kupa, SD Negeri 141 Barru, SD Negeri 142 Barru, dan SD Negeri 143 Barru. Kegiatan difokuskan pada penyuluhan dan demonstrasi cuci tangan enam langkah sebagai bagian dari penerapan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) sejak usia dini.
Dalam penyuluhan, mahasiswa menjelaskan bagaimana kuman dapat berpindah dari tangan ke tubuh, pentingnya mencuci tangan pada waktu-waktu tertentu, serta teknik mencuci tangan enam langkah yang benar untuk menekan risiko penularan penyakit. Materi disampaikan secara interaktif melalui presentasi, diskusi, dan demonstrasi langsung sehingga mudah dipahami oleh peserta didik.
Untuk mengukur efektivitas penyuluhan, mahasiswa terlebih dahulu memberikan pre-test sebelum materi dimulai dan post-test setelah kegiatan berakhir. Hasilnya diharapkan mampu menggambarkan peningkatan pengetahuan siswa mengenai pentingnya menjaga kebersihan tangan.
Tak hanya mendengarkan materi, para siswa juga diajak mempraktikkan langsung enam langkah mencuci tangan dengan pendampingan mahasiswa. Suasana kegiatan berlangsung meriah karena peserta aktif menjawab pertanyaan, mengikuti demonstrasi, hingga berlomba mempraktikkan teknik mencuci tangan yang benar.
Program KILAU menjadi bagian dari pengabdian mahasiswa Universitas Hasanuddin dalam mendukung upaya promotif dan preventif di bidang kesehatan. Melalui edukasi ini, mahasiswa berharap kebiasaan mencuci tangan tidak hanya diterapkan di lingkungan sekolah, tetapi juga menjadi budaya sehari-hari di rumah.
Dengan membiasakan PHBS sejak usia dini, mahasiswa optimistis anak-anak akan tumbuh menjadi generasi yang lebih sehat, disiplin, dan mampu melindungi diri dari berbagai penyakit menular. Kegiatan kemudian ditutup dengan sesi foto bersama sebagai bentuk apresiasi atas antusiasme peserta dan dukungan pihak sekolah.(Mp/Ag4ys)
Citizen Reporter: Estha Fillanti Sawal (Mahasiswa Keperawatan Unhas)













