MAKASSAR – Sekolah Pascasarjana Universitas Hasanuddin (SPs Unhas) memperkuat kapasitas penelitian berbasis genetika dengan menghadirkan Natalie Van Houtte, manajer laboratorium dari University of Antwerp, Belgia, Senin (19/10/2026). Kehadirannya menjadi kesempatan bagi mahasiswa dan dosen muda untuk mempelajari teknik dasar analisis DNA sekaligus tata kelola laboratorium berstandar profesional.
Natalie hadir atas undangan Dekan Sekolah Pascasarjana Unhas, Prof. Sukri Palutturi. Kunjungan ini juga menjadi bagian dari pengembangan kolaborasi penelitian yang telah terjalin antara SPs Unhas dan peneliti University of Antwerp, termasuk melalui Wakil Dekan Bidang Akademik dan Kemahasiswaan SPs Unhas, Prof. Nadiarti, serta Nuridn Kadir.
Dalam rangkaian kegiatan tersebut, Natalie akan memberikan pelatihan teknis dasar analisis DNA kepada mahasiswa dan dosen muda yang menekuni bidang genetika hewan, khususnya ikan.
Pelatihan ini diarahkan untuk memperkuat pemahaman peserta mengenai prinsip dan praktik analisis DNA sebagai bagian penting dalam penelitian molekuler, terutama yang berkaitan dengan biodiversitas dan sumber daya perairan.
Prof. Nadiarti mengatakan, kegiatan tersebut merupakan langkah untuk memperluas manfaat kerja sama internasional melalui peningkatan kapasitas sumber daya manusia di lingkungan akademik.
“Melalui kegiatan ini, kami ingin membuka kesempatan bagi mahasiswa dan dosen muda untuk belajar langsung dari mitra yang berpengalaman dalam kegiatan laboratorium. Penguasaan teknik dasar analisis DNA menjadi bekal penting untuk mengembangkan penelitian biodiversitas dan sumber daya perairan,” ujarnya.
Tak hanya berfokus pada teknik analisis DNA, Natalie juga akan berbagi pengalaman mengenai pengelolaan laboratorium secara profesional. Pengetahuan tersebut diharapkan dapat membantu peserta memahami pentingnya tata kelola laboratorium yang tertib, konsisten, dan dapat dipertanggungjawabkan dalam mendukung kualitas penelitian.
Menurut Nadiarti, pengembangan riset berbasis DNA harus diimbangi dengan peningkatan keterampilan teknis peneliti serta pengelolaan fasilitas laboratorium yang memadai.
“Kami berharap pertukaran pengetahuan ini dapat mendukung pengembangan laboratorium dan memperkuat kesiapan peneliti muda dalam melaksanakan penelitian berbasis genetika, khususnya pada ikan dan organisme perairan lainnya,” tambahnya.
Sebagai bagian dari rangkaian kunjungan, Natalie dijadwalkan memberikan kuliah tamu di Sekolah Pascasarjana Unhas pada 23 Oktober 2026. Forum ini akan menjadi ruang berbagi pengetahuan dan diskusi mengenai analisis DNA serta pengelolaan laboratorium.
SPs Unhas berharap kunjungan tersebut tidak hanya mempererat hubungan akademik dengan University of Antwerp, tetapi juga membuka peluang pelatihan dan penelitian bersama yang berkelanjutan, khususnya dalam pengembangan riset genetika dan biodiversitas perairan. (Ag4ys)













