JENEPONTO – Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Kecamatan Tarowang, Kabupaten Jeneponto, tak hanya memperkuat organisasi melalui Konferensi Kerja Cabang (Konfercab) 2026, tetapi juga menunjukkan kepedulian sosial dengan menyalurkan bantuan sembako kepada warga terdampak kebakaran.
Konfercab yang berlangsung Senin (19/10/2026) tersebut dihadiri Sekretaris Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Jeneponto, Basri, S.Pd., M.Pd., Ketua PGRI Kabupaten Jeneponto, Zaidil Amin, S.Pd., M.Pd., beserta rombongan.
Ketua PGRI Kabupaten Jeneponto, Zaidil Amin, mengatakan kegiatan tersebut dirangkaikan dengan penyerahan bantuan sembako bagi warga terdampak kebakaran di wilayah Sepe, Desa Balang Baru, Kecamatan Tarowang.
Bantuan itu merupakan hasil gerakan solidaritas bertajuk Gerakan 1 Gelas Beras per Siswa dan ½ Liter Beras per Guru. Gerakan ini melibatkan siswa dan guru di lingkungan Kecamatan Tarowang untuk mengumpulkan bantuan bagi masyarakat yang membutuhkan.
“Bantuan yang diserahkan merupakan hasil dari aksi solidaritas yang melibatkan seluruh siswa dan guru di lingkungan Kecamatan Tarowang. Kebaikan yang dikumpulkan bersama-sama ini hari ini sampai ke tangan saudara-saudara kita yang membutuhkan,” ujar Zaidil.
Menurutnya, gerakan tersebut menjadi wujud kepedulian keluarga besar pendidikan terhadap masyarakat yang sedang menghadapi musibah. Bantuan yang terkumpul diharapkan dapat meringankan beban warga dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari setelah kebakaran.
Kepedulian itu tidak berhenti di Desa Balang Baru. Zaidil menyampaikan, tim PGRI Kecamatan Tarowang juga dijadwalkan melanjutkan penyaluran bantuan kepada warga terdampak kebakaran di Desa Bungeng, Kecamatan Batang, pada Sabtu mendatang.
“Insyaallah pada hari Sabtu ini, tim PGRI Kecamatan Tarowang akan kembali melanjutkan penyaluran bantuan serupa kepada warga yang terdampak kebakaran di Desa Bungeng, Kecamatan Batang,” katanya.
Ia berharap solidaritas yang dibangun melalui gerakan sederhana tersebut dapat membantu warga melewati masa sulit sekaligus memperkuat semangat gotong royong di tengah masyarakat.
“Semoga langkah kecil kita ini dapat meringankan beban bagi yang membutuhkan. Semoga mereka diberikan ketabahan, kekuatan, dan segera pulih seperti sedia kala. Terima kasih kepada semua pihak yang telah berbagi. Semoga Allah SWT membalas setiap kebaikan kita,” tuturnya.
Selain menjadi forum evaluasi dan penguatan organisasi, Konfercab PGRI Tarowang diharapkan mendorong organisasi guru semakin hadir di tengah masyarakat. PGRI juga diharapkan mampu mengayomi seluruh anggotanya serta mendukung peningkatan profesionalisme guru dalam menjalankan tugas pendidikan.
Melalui kegiatan ini, PGRI Tarowang menunjukkan bahwa peran guru tidak hanya berlangsung di ruang kelas, tetapi juga dapat diwujudkan melalui kepedulian dan aksi nyata bagi masyarakat yang membutuhkan. (5353)













