PEMBERITAHUAN: Email redaksi redaksi@mediasulsel.com sementara mengalami gangguan. Untuk sementara, seluruh keperluan korespondensi redaksi, termasuk rilis berita dan artikel opini, dapat dikirim ke Sulselmedia@gmail.com. Terima kasih atas perhatian dan kerja samanya. • 🏥 Klinik Utama Aktiv Energi Physio kini hadir di Makassar • Konsultasi Dokter Umum & Spesialis Saraf • Fisioterapi • Okupasi Terapi • Terapi Wicara • Private Gym • 📍 Jl. AP Pettarani No. 18F Makassar • 🕘 Senin–Sabtu, 09.00–16.00 WITA • ☎️ Reservasi: 0821-8927-9692. • SPPG 3T Diaktifkan di Takalar, Pemprov Sulsel Dorong Perluasan Layanan Gizi ke Daerah Terpencil • Makassar Jadi Pilot Project Reformasi JKN, Rujukan Pasien Tak Lagi Harus Berjenjang • Sebelum Berseragam Korps Bhayangkara, Suyudi Ario Seto Ternyata Pernah Jadi Cover Boy • SLF Jadi Syarat Penting Akad Kredit Rumah Subsidi di Bone • Gubernur Sulsel Dukung Penguatan Komisi Yudisial dan Sistem Peradilan • Tanah, Uang, dan Kekuasaan: Mengurai Korupsi Pertanahan dengan Perspektif Islam • PEMBERITAHUAN: Email redaksi redaksi@mediasulsel.com sementara mengalami gangguan. Untuk sementara, seluruh keperluan korespondensi redaksi, termasuk rilis berita dan artikel opini, dapat dikirim ke Sulselmedia@gmail.com. Terima kasih atas perhatian dan kerja samanya. • 🏥 Klinik Utama Aktiv Energi Physio kini hadir di Makassar • Konsultasi Dokter Umum & Spesialis Saraf • Fisioterapi • Okupasi Terapi • Terapi Wicara • Private Gym • 📍 Jl. AP Pettarani No. 18F Makassar • 🕘 Senin–Sabtu, 09.00–16.00 WITA • ☎️ Reservasi: 0821-8927-9692. • SPPG 3T Diaktifkan di Takalar, Pemprov Sulsel Dorong Perluasan Layanan Gizi ke Daerah Terpencil • Makassar Jadi Pilot Project Reformasi JKN, Rujukan Pasien Tak Lagi Harus Berjenjang • Sebelum Berseragam Korps Bhayangkara, Suyudi Ario Seto Ternyata Pernah Jadi Cover Boy • SLF Jadi Syarat Penting Akad Kredit Rumah Subsidi di Bone • Gubernur Sulsel Dukung Penguatan Komisi Yudisial dan Sistem Peradilan • Tanah, Uang, dan Kekuasaan: Mengurai Korupsi Pertanahan dengan Perspektif Islam •
Makassar

Liput Aksi di DPRD Makassar, Wartawan Dianiaya Oknum Brimob

405
×

Liput Aksi di DPRD Makassar, Wartawan Dianiaya Oknum Brimob

Sebarkan artikel ini

MAKASSAR – Seorang wartawan media online di Makassar mengalami aksi kekerasan yang dilakukan oleh oknum anggota brimob Polda Sulsel. Aksi tak terpuji ini terjadi saat Andis yang merupakan jurnalist media online melakukan peliputan unjuk rasa pendukung DIAmi di Gedung DPRD Kota Makassar, Senin (9/4/2018).

Insiden tersebut terjadi saat Polisi berusaha membubarkan massa DIAmi yang berhasil masuk ke lantai 2 Gedung DPRD Kota Makassar.

Mesti Andis telah memperlihatkan kartu Persnya, Sejumlah aparat kepolisian tetap memukulnya pentungan bahkan menendangnya. Akibatnya Andis mengalami sejumlah luka memar pada bagian lengan, kaki dan bagian wajahnya.

“Saya sudah perlihatkan kartu identitas saya kepada polisi, tapi saya tetap dipukul dan ditarik hingga jatuh ke lantai,” ungkap Andis, Senin (9/4/2018).

Andis yang awalnya meliput pembubaran paksa yang dilakukan oleh Polisi ke pendukung salah satu paslon Kota Makassar tersebut diminta pergi.

“Saya di suruh pergi, entah mengapa, padahal saya sudah perlihatkan Id card wartawan saya, namun tetap dipukuli oknum berseragam hitam itu, saya juga diseret, Untung ada Humas DPRD, ” kata Andis.

“saat ingin mengklalrifikasi terkait pemukulan tersebut, Saya juga mengalami pemukulan oknum tersebut, ” ujar Andis dalam keadaan meringis terkait sakit kepala yang dirasakannya. [Bas/4ld]

Polling Mediasulsel

Menurut Anda, masalah yang paling perlu diprioritaskan pemerintah saat ini adalah...

Konten dilindungi © Mediasulsel.com