Memuat Ramadhan...
BMKG
Memuat data BMKG...
LIVE
Makassar

KKLR Tegaskan Provinsi Luwu Raya dan Kabupaten Luwu Tengah Satu Paket Perjuangan

769
×

KKLR Tegaskan Provinsi Luwu Raya dan Kabupaten Luwu Tengah Satu Paket Perjuangan

Sebarkan artikel ini
KKLR Tegaskan Provinsi Luwu Raya dan Kabupaten Luwu Tengah Satu Paket Perjuangan
Ketua Badan Pengurus Wilayah (BPW) KKLR Sulawesi Selatan, Ir Hasbi Syamsu Ali, dalam pertemuan tokoh KKLR bersama anggota Badan Pekerja Pembentukan Daerah Otonomi Baru (BPP DOB) Provinsi Luwu Raya di HSA Building, Makassar, Kamis (5/2/2026) lalu.

MAKASSAR—Kerukunan Keluarga Luwu Raya (KKLR) menegaskan bahwa perjuangan pembentukan Provinsi Luwu Raya tidak dapat dipisahkan dari pembentukan Kabupaten Luwu Tengah. Kedua agenda tersebut merupakan satu paket perjuangan yang utuh, konsisten, dan terarah, sebagaimana tertuang dalam Rekomendasi Silaturahmi Nasional (Silatnas) II Wija to Luwu serta Surat Datu Luwu kepada Presiden RI Prabowo Subianto.

Penegasan tersebut disampaikan Ketua Badan Pengurus Wilayah (BPW) KKLR Sulawesi Selatan, Ir Hasbi Syamsu Ali, dalam pertemuan tokoh KKLR bersama anggota Badan Pekerja Pembentukan Daerah Otonomi Baru (BPP DOB) Provinsi Luwu Raya di HSA Building, Makassar, Kamis (5/2/2026) lalu.

Melalui keterangan pers yang diterima Mediasulsel.com, Minggu (8/2/2026), Hasbi menegaskan, secara konseptual perjuangan pembentukan Provinsi Luwu Raya telah final dan memiliki rujukan yang jelas. “Perjuangan membentuk Provinsi Luwu Raya secara konseptual sudah final. Rujukannya adalah Rekomendasi Silatnas II WTL dan Surat Datu Luwu kepada Presiden Prabowo Subianto,” ujarnya.

Menurut Hasbi, kedua dokumen tersebut secara tegas menyebutkan bahwa pemekaran wilayah Luwu Raya diarahkan pada pembentukan Kabupaten Luwu Tengah yang berjalan sepaket dengan pembentukan Provinsi Luwu Raya. Ia menegaskan tidak ada lagi ruang untuk pembahasan konsep lain di luar kesepakatan tersebut.

“Konsepsi Provinsi Luwu Raya terdiri atas Kabupaten Luwu, Kota Palopo, Luwu Utara, Luwu Timur, ditambah dengan pemekaran Kabupaten Luwu Tengah yang sedang kita perjuangkan,” tegas Hasbi yang juga menjabat Koordinator Wilayah BPP DOB Luwu Raya.

Ia menjelaskan, saat ini BPP DOB Luwu Raya tengah memfokuskan kerja pada perampungan seluruh dokumen administratif sebagai syarat pengusulan Calon Daerah Otonomi Baru (CDOB) ke pemerintah pusat, termasuk naskah kajian akademik Provinsi Luwu Raya.

“Untuk Kabupaten Luwu Tengah, dokumennya sudah lama siap. Bahkan RUU-nya sudah ada, sehingga tinggal menunggu persetujuan DPR,” jelasnya.

Sebagai Ketua Forum Komunikasi Daerah (FORKODA) CDOB se-Sulawesi Selatan, Hasbi mengapresiasi sinergi berbagai elemen dalam perjuangan panjang pembentukan Provinsi Luwu Raya yang telah berlangsung puluhan tahun.

“Sinergi Kedatuan Luwu, paguyuban KKLR, kepala daerah se-Luwu Raya, mahasiswa, pemuda, hingga masyarakat terus menguat. Insya Allah perjuangan ini semakin mendekatkan kita pada hasil yang diharapkan,” ujarnya optimistis.

Hasbi pun mengajak seluruh Wija to Luwu di manapun berada untuk menjaga kekompakan dan soliditas, serta menghindari provokasi yang dapat mengganggu perjuangan menjelang tahap akhir.

“Saatnya kita satukan seluruh potensi dan sumber daya. Jaga kekompakan dan soliditas, karena tantangan akan selalu ada, apalagi ketika perjuangan sudah mendekati garis finis,” pungkasnya. (Cr/Ag4ys)


Citizen Reporter: Asri Tadda

Artikel ini ditulis oleh Citizen Reporter. Isi dan gaya penulisan sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Redaksi hanya melakukan penyuntingan seperlunya tanpa mengubah substansi.

Konten dilindungi © Mediasulsel.com