Memuat Ramadhan...
Memuat waktu Makassar...
BMKG
Memuat data BMKG Sulsel...
LIVE
Opini

Kontradiksi Fenomena Kemiskinan dan Pengangguran Perdesaan

1730
×

Kontradiksi Fenomena Kemiskinan dan Pengangguran Perdesaan

Sebarkan artikel ini
Kontradiksi Fenomena Kemiskinan dan Pengangguran Perdesaan
I Gusti Bagus Ngurah Diksa (Statistisi BPS Sulsel)

Berdasarkan data tersebut, dapat diartikan bahwa walaupun persentase masyarakat perdesaan Sulawesi Selatan yang menganggur lebih sedikit daripada masyarakat perkotaan namun kehidupan masyarakat perdesaan masih lebih banyak digolongkan sebagai masyarakat miskin daripada masyarakat perkotaan.

Walaupun secara teori bahwa semakin banyak orang menganggur maka kemiskinan akan bertambah tinggi, maka perlu dikaji ulang terkait faktor intervensi lainnya.

Hal itu disebabkan karena kemiskinan merupakan persoalan multidimensi yang butuh sudut pandang yang banyak dalam mengentaskannnya.

Pembukaan lapangan kerja di perdesaan seharusnya tidak hanya untuk memberikan kesempatan kerja bagi masyarakat desa namun juga memberikan pendapatan yang cukup dalam memenuhi kebutuhan sehari hari.

Dengan pendapatan yang cukup, masyarakat desa mampu mencukupi konsumsi pangan dan gizi serta kesehatan yang merupakan perihal dasar dalam kehidupan.

Dana desa memberikan solusi dalam membantu perekonomian masyarakat desa, akan tetapi diperlukan solusi jangka panjang untuk kemiskinan masyarakat desa.

Pemerintah setidaknya lebih memfokuskan pembangunan desa agar infrastruktur lengkap, akses perekonomian mudah dan distribusi barang dan jasa lebih mudah sehingga perputaran ekonomi desa dengan kota berlangsung dengan mudah. (*)

 

Penulis: I Gusti Bagus Ngurah Diksa (Statistisi BPS Sulsel)

 

***

Disclaimer: Setiap opini/artikel/informasi/ maupun berupa teks, gambar, suara, video dan segala bentuk grafis yang disampaikan pembaca ataupun pengguna adalah tanggung jawab setiap individu, dan bukan tanggungjawab Mediasulsel.com.

Konten dilindungi Ā© Mediasulsel.com