MAKASSAR—Penutupan jalan poros Antang Raya dalam rangka memenuhi tuntutan masyarakat untuk diperbaiki, berlangsung selama 2 hari, Sabtu-Minggu (8-9/10/2022), secara umum dapat berjalan terkendali.
Kapolsek Manggala Kompol H. Edhy Supriadi Idrus, SH yang memimpin langsung sejumlah personilnya dalam pengamanan jalan tersebut mengatakan, selama pengerukkan jalan oleh kontraktor, hampir tak ada kendala berarti.
Sekalipun diakui, ada sejumlah pengendara yang mungkin tak pernah membaca imbauan dan mendengar slosialisasi seminggu sebelum penutupan total mulai dari Pertigaan Jl Antang Raya/ Ujung Bori dan Jl Lomo Ri Antang sampai pintu gerbang Perumnas Antang/ Jl Tamangapa Raya.
“Beberapa jalan alternatif dan petugas Polsek didukung tokoh masyarakat, sudah disiapkan untuk membantu pengguna jalan,” tuturnya.
Sementara itu sejumlah warga merasa geram melihat ada beberapa pengendara yang berusaha menerobos jalan yang sudah ditutup rambu dan dijaga petugas.
“Mereka terkesan arogan dan mementingkan dirinya. Padahal kami sangat bersyukur karena Pemerintah mengabulkan tuntutan masyarakat,” gerutu Daeng Sila yang juga mengapresiasi kesabaran Petugas hadapi orang yang dinilainya ‘tolol‘.
Pengamatan awak media, ada beberapa warga terpancing emosinya melihat pengendara yang berulah. Tapi melihat Petugas mengedepankan persuasif, akhirnya mereka pilih sabar.
“Alhamdulillah, semua sesuai rencana berlangsung aman dan terkendali”, kunci Kapolsek mantan Kasie Humas Polrestabes Makassar yang sesuai TR Kapolda Sulsel, dapat promosi jabatan sebagai Kabag SDM Polres Jeneponto ini.
Seperti diketahui, beberapa bulan lalu terjadi unjuk rasa warga setempat dengan menutup jalan Provinsi karena rusak berat akibat seringnya tergenang. (AP)

















