Beranda » News » MK Putuskan Tolak Seluruh Permohonan Gugatan Hasil Pemilu Presiden 2019
MK Putuskan Tolak Seluruh Permohonan Gugatan Hasil Pemilu Presiden 2019
Nasional News

MK Putuskan Tolak Seluruh Permohonan Gugatan Hasil Pemilu Presiden 2019

JAKARTA – Setelah membacakan putusan dalam sidang gugatan hasil pemilu presiden 2019 secara bergantian selama sembilan jam sejak jam 12.30 siang, Ketua Mahkamah Konstitusi Anwar Usman dalam putusannya mengatakan “mengadili, menyatakan, dalam eksepsi menolak eksepsi termohon dan pihak terkait untuk seluruhnya. Dalam pokok permohonan: menolak permohonan Pemohon untuk seluruhnya.”

MK menyatakan penanganan pelanggaran administratif yang disebut pemohon, dalam hal ini tim kuasa hukum pasangan capres-cawapres nomor urut 02 Prabowo Subianto-Sandiaga Uno, “bersifat terstruktur, sistematis dan masif” dalam pemilu merupakan kewenangan Bawaslu. Sedangkan kewenangan MK adalah tentang perselisihan hasil penghitungan suara.

Dalam amar putusannya, MK menolak semua dalil pemohon yang dinilai tidak beralasan karena tidak dapat membuktikan dalil permohonannya dan hubungannya dengan perolehan suara.

Putusan ini memenangkan pasangan capres-cawapres Joko Widodo-Ma’ruf Amin.

Hakim MK Menegaskan “Hanya Takut pada Allah SWT”

Sebelumnya ketika memulai sidang putusan sengketa hasil pemilihan presiden 2019, Ketua Mahkamah Konstitusi Anwar Usman dengan menggarisbawahi bahwa seluruh hakim MK “hanya takut pada Allah SWT, Tuhan Yang Maha Kuasa.” Dengan tegas ia mengatakan “kami telah berijtihad, berusaha sedemikian rupa untuk mengambil keputusan dalam perkara ini, yang tentu saja harus didasarkan pada fakta-fakta yang terungkap dan terbukti di dalam persidangan.”

Ditambahkannya bahwa para hakim majelis Mahkamah Konstitusi tahu bahwa keputusannya tidak mungkin memuaskan semua pihak, “untuk itu kami mohon tidak dijadikan ajang untuk saling menghujat dan memfitnah.”

Ribuan Demonstran Padati Kawasan Sekitar MK Sejak Pagi

Sementara itu sejak pagi sekitar seribu pengunjukrasa telah memadati kawasan di sekitar gedung MK, mulai dari Patung Kuda hingga di depan gedung Kementerian Polhukam. Lebih dari 47.000 personil gabungan TNI-Polri dikerahkan mengamankan situasi, termasuk 13.000 personil yang ditempatkan di MK.  [voa]