Advertisement - Scroll ke atas
Maros

Pertamina Olah Limbah Makanan Jadi Pakan Ternak, Dukung Ketahanan Pangan dan Pemberdayaan Warga Maros

1299
×

Pertamina Olah Limbah Makanan Jadi Pakan Ternak, Dukung Ketahanan Pangan dan Pemberdayaan Warga Maros

Sebarkan artikel ini
Pertamina Olah Limbah Makanan Jadi Pakan Ternak, Dukung Ketahanan Pangan dan Pemberdayaan Warga Maros
Melalui Aviation Fuel Terminal (AFT) Hasanuddin, Pertamina Patra Niaga bersama Badan Gizi Nasional (BGN) mengubah limbah makanan dari Program Makan Bergizi Gratis menjadi pakan alternatif untuk peternakan bebek masyarakat.

MAROS—Dari sisa makanan menjadi sumber penghidupan, itulah yang kini terjadi di Kabupaten Maros berkat inovasi PT Pertamina Patra Niaga. Melalui Aviation Fuel Terminal (AFT) Hasanuddin, Pertamina Patra Niaga bersama Badan Gizi Nasional (BGN) mengubah limbah makanan dari Program Makan Bergizi Gratis menjadi pakan alternatif untuk peternakan bebek masyarakat.

Program ini bukan sekadar mengurangi sampah organik, tetapi juga menjadi model ekonomi sirkular yang memberdayakan warga desa. Sejak berjalan, limbah dapur yang dulunya berakhir di tempat pembuangan kini dipilah, ditimbang, dan diangkut setiap hari oleh BUMDes Baji Mangngai.

Rata-rata 100 hingga 150 kilogram limbah dari tiga Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) — Mandai Bontoa 1, Mandai Bontoa 2, dan Biringkanaya Bakung 1 — diolah menjadi pakan untuk ratusan bebek di Dusun Tamarunang, Desa Baji Mangngai.

Hasilnya nyata. Kelompok peternak Laleng Kassie, yang mendapat pendampingan Pertamina Patra Niaga sejak 2021 lewat Program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL), kini mampu memproduksi ratusan butir telur bebek segar setiap minggu. Tak hanya itu, mereka juga sukses mengolah telur menjadi telur asin berkualitas tinggi dengan nilai jual lebih tinggi dan daya simpan lebih lama.

“Program ini sangat bermanfaat, terutama untuk menekan biaya pakan yang selama ini jadi pengeluaran terbesar,” ujar Maryama, Ketua Kelompok Laleng Kassie.

Sebagian limbah yang tidak langsung digunakan juga dimanfaatkan untuk budidaya maggot atau larva Black Soldier Fly (BSF) sebagai pakan tambahan. Kaya protein, alami, dan ramah lingkungan, maggot membantu mempercepat pertumbuhan bebek sekaligus membuka peluang usaha baru bagi warga.

Aviation Fuel Terminal Manager Hasanuddin, Andreas Yanuar Arinawan, menegaskan program ini adalah bentuk dukungan terhadap Program Makan Siang Bergizi Gratis sekaligus kontribusi nyata pada ketahanan pangan nasional.

“Kami menghadirkan solusi berkelanjutan yang tidak hanya mengurangi limbah organik, tetapi juga mendorong ekonomi masyarakat,” katanya, Selasa (13/8/2025).

Area Manager Communication, Relation, & CSR Sulawesi, Tengku Muhammad Rum, menambahkan, inisiatif ini sejalan dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), khususnya SDG 2 (Tanpa Kelaparan) dan SDG 12 (Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab). Ia berharap program ini bisa direplikasi di daerah lain di Indonesia.

Dengan pendekatan yang memadukan pengelolaan limbah, pemberdayaan masyarakat, dan peningkatan produktivitas pangan, Maros kini punya contoh sukses bahwa keberlanjutan bisa dimulai dari hal sederhana, memanfaatkan sisa makanan untuk memberi kehidupan baru. (*)

Pertamina Olah Limbah Makanan Jadi Pakan Ternak, Dukung Ketahanan Pangan dan Pemberdayaan Warga Maros
Melalui Aviation Fuel Terminal (AFT) Hasanuddin, Pertamina Patra Niaga bersama Badan Gizi Nasional (BGN) mengubah limbah makanan dari Program Makan Bergizi Gratis menjadi pakan alternatif untuk peternakan bebek masyarakat.
error: Content is protected !!