MAKASSAR, Gubernur Sulsel, Prof. HM Nurdin Abdullah Menegaskan telah keluarnya provinsi sulsel dari zona merah dan sekarang menuju zona hijau karena semakin meningkatnya tingkat kedisiplinan dan kesadaran maayarakat terhadap penerapan protokol kesehatan.

“Kita tidak usah terlalu euforia dulu, karena yang namanya virus, lengah sedikit masuk. Kuncinya adalah kita syukuri, ini artinya tingkat disiplin masyarakat Sulsel sudah tinggi, tingkat kesadaran sudah tinggi, tetapi jangan kendor. Kita harus tetap konsisten menjaga diri sambil menunggu vaksin,” Ungkapnya kemarin dikabupaten Selayar.

Gubernur sulsel kembali mengajak kepada seluruh masyarakat untuk tetap menerapkan protokol kesehatan dalam menjalani aktifitas sehari-hari.

“Saya kembali ingatkan untuk terus mengikuti protokol kesehatan secara ketat, mulai dari memakai masker,rajin mencuci tangan dengan menggunakan sabun atau handzanitaiser serta menjaga jarak,”Ucapnya.

Mantan Bupati Bantaeng ini juga meminta masyarakat untuk tetap menjaga imun tubuh sehingga terhindar dari serangan virus berbahaya ini.

“Selain menerapkan protokol kesehatan, tetap menjaga imun tubuh.Karena Pemerintah juga saat ini sedang mengusahakan vaksin Covid-19.”Pungkasnya.

Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Wiku Adisasmito melalui via akun Youtube Sekretariat Presiden, Selasa, 6 Oktober 2020.Mengatakan Penanganan Covid-19 pada 10 provinsi prioritas dalam sepekan telah menunjukkan hasil yang lebih baik.

“Pada sepuluh provinsi priorotas yaitu DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Bali, Kalimantan Selatan, Sulawesi Selatan, Sumatera Utara, Banten, dan Papua. Pekan ini sudah ada dua provinsi yang nihil zona merah. Yakni Sulawesi Selatan dan Jawa Timur. Kondisi ini berdasarkan hasil analisis data mingguan per 4 Oktober 2020.”Ungkapnya

Ia Menjelaskan Dari sisi segi jumlah kasus positif mingguan enam dari sepuluh provinsi mengalami penurunan yang cukup signifikan, yaitu Sulawesi Selatan, Sumatera Utara, DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Timur dan Kalimantan Selatan.

“Ini artinya tidak ada lagi zona merah di Provinsi Jawa Timur dan Sulsel. Ini adalah prestasi luar biasa dari dua provinsi ini,Dengan Penurunan paling signifikan di Sulawesi Selatan sebesar 30,1 persen dan Jawa Barat sebesar 28,5 persen,” jelasnya.

Wiku Adisasmito Juga juga mengapresiasi provinsi yang terus meningkatkan angka kesembuhannya.

“Sulsel kembali mencatatkan hal yang baik dengan menjadi provinsi dengan jumlah pasien terbanyak sembuh naik 894 pasien sembuh, Riau naik 471 pasien, Sumatera Utara naik 294 pasien, Sumatera Selatan naik 207 pasien dan Bali 180.kemudian untuk jumlah kasus meninggal mingguan, empat dari sepuluh provinsi mengalami penurunan cukup signifikan yakni DKI Jakarta, Jawa Tengah, Sulawesi Selatan dan Bali. Penurunan paling signifikan terjadi di DKI Jakarta 62,4 persen.”Pungkasnya.

Ia juga menekankan perhatian khusus perlu diberikan pada kabupaten/kota penyumbang kasus positif atau kematian tertinggi seperti kota Medan, Jakarta Pusat, Bekasi, Depok, Semarang, Surabaya, Banjarmasin, Makassar, Denpasar, Jaya Pura dan Banda Aceh.

“Mohon kepada para gubernur dan wali kota untuk dapat berkoordinasi untuk menekan angka penularan dan kematian di kabupaten/kota tersebut dan dapat selalu berkoordinasi dengan kami di Satgas Pusat agar terjadi koordinasi yang baik,” Tutupnya. [*]