MAKASSAR—Selama lebih dari satu dekade, pasar otomotif Indonesia terus dibanjiri model-model kendaraan yang menjanjikan efisiensi bahan bakar tinggi. Di tengah kemacetan perkotaan dan naik-turunnya harga BBM, masyarakat pun menjadikan efisiensi sebagai salah satu pertimbangan utama saat membeli mobil. Sejumlah model keluaran tahun 2000 hingga 2015 masih dikenang dan diburu hingga hari ini, bukan hanya karena irit, tetapi juga karena ketangguhan dan nilai ekonomisnya.
Salah satu model yang menonjol di era 2010-an adalah Honda Brio Satya. Diperkenalkan pada tahun 2013 sebagai bagian dari program LCGC pemerintah, mobil ini langsung mencuri perhatian. Dengan mesin 1.2L i-VTEC yang responsif dan ringan, Brio Satya sanggup menempuh jarak 20 hingga 22 kilometer hanya dengan satu liter bensin. Desainnya yang mungil tapi sporty, serta interior yang ergonomis, membuatnya sangat cocok untuk kebutuhan sehari-hari di kota besar. Tak hanya irit, performanya juga cukup menyenangkan untuk ukuran mobil kecil.
Toyota pun tidak mau kalah. Pada tahun yang sama, mereka merilis Agya, yang kemudian menjadi kembaran dari Daihatsu Ayla. Meski menggunakan mesin 1.0L yang lebih kecil dibanding Brio, Toyota Agya tetap sanggup mencatat konsumsi bahan bakar hingga 21 km per liter. Keunggulan utama Agya terletak pada kemudahan perawatan dan nilai jual kembali yang stabil. Didukung oleh jaringan purnajual Toyota yang luas, Agya dengan cepat menjadi primadona di segmen mobil murah.
Daihatsu Ayla, sebagai saudara kandung Agya, hadir dengan karakter serupa namun lebih ekonomis secara harga. Mesin tiga silindernya tak hanya irit, tapi juga tangguh untuk pemakaian harian. Meski berada di kelas LCGC, Ayla punya kabin yang cukup lapang, membuatnya digemari oleh keluarga muda maupun pelajar dan mahasiswa yang membutuhkan kendaraan pribadi.
Suzuki Karimun Wagon R juga masuk dalam jajaran LCGC, namun tampil dengan pendekatan berbeda. Dengan bodi yang lebih tinggi dan tegak, Wagon R menawarkan kabin lega dan visibilitas yang baik. Mesin 998 cc miliknya cukup andal untuk kebutuhan perkotaan, dan konsumsi BBM-nya pun tak main-main: bisa tembus 19 hingga 21 km per liter. Salah satu keunggulan Karimun Wagon R adalah kepraktisan, baik dari sisi ruang kepala maupun akomodasi barang bawaan.
Bergeser ke segmen hatchback, Toyota Yaris generasi awal yang hadir sejak 2006 punya tempat tersendiri di hati pengguna muda. Dengan mesin 1.5L VVT-i, Yaris dikenal gesit namun tetap efisien, dengan konsumsi BBM sekitar 15–17 km/liter. Gaya sporty dan manuver yang lincah menjadikan mobil ini idola anak muda kala itu, apalagi dengan kenyamanan suspensi khas Toyota.
Tak kalah populer, Honda Jazz juga hadir dengan efisiensi yang mengesankan. Generasi pertamanya, yang dirilis tahun 2004, dibekali mesin i-DSI yang sangat hemat. Bahkan saat beralih ke mesin VTEC, Jazz tetap mempertahankan efisiensi di kisaran 14–16 km/liter. Jazz dikenal sebagai mobil yang menyenangkan dikendarai, kabin fleksibel dengan kursi Magic Seat-nya, serta performa yang mumpuni di dalam kota maupun luar kota.
Jika berbicara efisiensi tingkat tinggi, nama Toyota Prius tak bisa dilewatkan. Meski tidak sepopuler model LCGC, Prius generasi kedua yang sempat masuk Indonesia tahun 2003 menawarkan efisiensi luar biasa berkat teknologi hybrid-nya. Mobil ini mampu menembus konsumsi 23–25 km/liter dalam kondisi optimal. Kombinasi mesin bensin dan motor listrik menjadikan Prius pelopor mobil ramah lingkungan di Tanah Air, meskipun harganya cukup tinggi dan perawatannya tergolong khusus.
Dari segmen MPV, Daihatsu Xenia varian 1.0L muncul sebagai salah satu pilihan irit dengan kapasitas penumpang yang besar. Meski berkonfigurasi tiga baris, konsumsi BBM Xenia 1.0 tetap stabil di angka 14–16 km/liter. Mobil ini cocok untuk keluarga yang mencari kendaraan ekonomis namun tetap bisa membawa banyak orang. Perawatannya mudah, dan spare part-nya tersebar di seluruh pelosok Indonesia.
Suzuki Splash, meski tidak terlalu booming, adalah city car yang solid. Dengan mesin 1.2L dan bodi yang ringkas, Splash menyajikan kenyamanan berkendara yang baik dan efisiensi hingga 17–19 km/liter. Desain interiornya ergonomis, dan mobil ini terasa stabil di kecepatan sedang. Splash menjadi pilihan menarik bagi yang mencari city car tangguh namun berbeda dari yang lain.
Terakhir, Mitsubishi Mirage menjadi alternatif unggulan di kelas hatchback ringan. Diperkenalkan pada 2012, mobil ini langsung mencuri perhatian dengan desain modern dan bobot yang sangat ringan. Mesin 1.2L MIVEC-nya sangat hemat bahan bakar, bisa menembus angka 20 km/liter lebih. Mirage juga dikenal minim getaran dan punya fitur yang cukup lengkap di zamannya, termasuk keyless entry dan start-stop engine button.
Dari mobil mungil hingga MPV keluarga, semua model di atas membuktikan bahwa efisiensi bahan bakar bisa diraih tanpa mengorbankan kenyamanan atau performa. Meskipun beberapa sudah tak lagi diproduksi, unit bekasnya masih banyak diburu karena ketahanan mesin dan ongkos operasional yang bersahabat. (Ag4ys)


















