PEMBERITAHUAN: Email redaksi redaksi@mediasulsel.com sementara mengalami gangguan. Untuk sementara, seluruh keperluan korespondensi redaksi, termasuk rilis berita dan artikel opini, dapat dikirim ke Sulselmedia@gmail.com. Terima kasih atas perhatian dan kerja samanya. • 🏥 Klinik Utama Aktiv Energi Physio kini hadir di Makassar • Konsultasi Dokter Umum & Spesialis Saraf • Fisioterapi • Okupasi Terapi • Terapi Wicara • Private Gym • 📍 Jl. AP Pettarani No. 18F Makassar • 🕘 Senin–Sabtu, 09.00–16.00 WITA • ☎️ Reservasi: 0821-8927-9692. • TP PKK Makassar Bentuk Koperasi, Bidik Pasar Produk UMKM Kader • Setahun Menjabat, Munafri Siapkan Evaluasi dan Rotasi Lurah Makassar • Andi Sudirman Ingin Pelatihan Vokasi Sulsel Berujung Lapangan Kerja • BK DPRD Sulsel Dorong Disiplin Anggota Lewat Apresiasi, Bukan Sekadar Sanksi • LPG 3 Kg Sulit Didapat di Bone, Pangkalan Diduga Langgar Mekanisme Penyaluran • 67 Guru Jeneponto Disiapkan Jadi Penggerak Program 1 Juta Guru Mahir Koding • PEMBERITAHUAN: Email redaksi redaksi@mediasulsel.com sementara mengalami gangguan. Untuk sementara, seluruh keperluan korespondensi redaksi, termasuk rilis berita dan artikel opini, dapat dikirim ke Sulselmedia@gmail.com. Terima kasih atas perhatian dan kerja samanya. • 🏥 Klinik Utama Aktiv Energi Physio kini hadir di Makassar • Konsultasi Dokter Umum & Spesialis Saraf • Fisioterapi • Okupasi Terapi • Terapi Wicara • Private Gym • 📍 Jl. AP Pettarani No. 18F Makassar • 🕘 Senin–Sabtu, 09.00–16.00 WITA • ☎️ Reservasi: 0821-8927-9692. • TP PKK Makassar Bentuk Koperasi, Bidik Pasar Produk UMKM Kader • Setahun Menjabat, Munafri Siapkan Evaluasi dan Rotasi Lurah Makassar • Andi Sudirman Ingin Pelatihan Vokasi Sulsel Berujung Lapangan Kerja • BK DPRD Sulsel Dorong Disiplin Anggota Lewat Apresiasi, Bukan Sekadar Sanksi • LPG 3 Kg Sulit Didapat di Bone, Pangkalan Diduga Langgar Mekanisme Penyaluran • 67 Guru Jeneponto Disiapkan Jadi Penggerak Program 1 Juta Guru Mahir Koding •
JenepontoPendidikan

Nur Alam: Atifatul dan Anak Lainnya di Jeneponto Harus Sekolah

1684
×

Nur Alam: Atifatul dan Anak Lainnya di Jeneponto Harus Sekolah

Sebarkan artikel ini
Nur Alam: Atifatul dan Anak Lainnya di Jeneponto Harus Sekolah
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Kadisdikbud) Jeneponto, Nur Alam Basir menyambangi rumah keluarga anak putus sekolah, di Tamanroya lama, Kelurahan Tamanroya, Kecamatan Tamalatea, Kabupaten Jeneponto, Senin (26/9/2022). (Mediasulsel.com/Kaharuddin Kasim)

JENEPONTO—Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Kadisdikbud) Jeneponto, Nur Alam Basir menyambangi rumah keluarga anak putus sekolah, di Tamanroya lama, Kelurahan Tamanroya, Kecamatan Tamalatea, Kabupaten Jeneponto, Senin (26/9/2022).

Kedatangan Kadis Nur Alam Basir didampingi sejumlah staf Dinas Pendidikan diantaranya, Muh. Agus Tompo, Junaedi, Korwil UPT Dikbud, Rahim Sila, kepsek SDN 4 Tamalatea, Jaliluddin.

Nur Alam Basir mendatangi rumah anak putus sekolah Tifatul Nur Hasanah dan dua orang anak lainnya untuk membawakan bingkisan bantuan alat tulis dan sekaligus memastikan mereka masuk sekolah.

“Hasil pemantauan kita di lapangan, yang bersangkutan itu belum sekolah. Tapi, setelah memperhatikan umurnya lebih dari 6 tahun maka sudah bisa sekolah, bisa dimasukkan di Dapodik sebagai peserta didik fornal,” kata Nur Alam Basir.

Untuk itu, ia mengajak kepala sekolah UPT SDN 4 Tamalatea, Jaliluddin agar segera mendaftar Tifatul dan kedua anak lainnya. “Maka saya mengajak kepala sekolah untuk segera didaftar karena usianya mendekati 7 tahun. Ikut langsung kelas 1 hari ini,” tegasnya.

“Tidak boleh lagi ada anak tidak sekolah, tidak boleh alasan biaya karena kami tidak membebani biaya anak-anak untuk bersekolah, semua gratis. Sisa kita dorong kesadaran orang tua agar mau menyekolahkan anaknya,” ungkapnya.

Untuk memberantas anak putus sekolah, kata Nur Alam bahwa tentu butuh dukungan dari pemerintah dan DPRD.

“Kita berharap ada dukungan pemerintah melalui APBD dan atas persetujuan DPRD. Saya ingin mengeruk pintu hati Komisi IV DPRD Jeneponto untuk mengalokasikan,” harapnya.

Tentunya pihak Dinas Pendidikan akan turun ke lapangan menyasar warga usia sekolah yang belum bersekolah atau pernah bersekolah akan tetapi berhenti bersekolah.

“Pemerintah dan legislatif, mari kita peduli dunia pendidikan, tidak boleh lagi ada anak yang tidak bersekolah di Jeneponto. Kenapa, ini mendorong angka rata-rata lama sekolah di Jeneponto. Kenapa IPM Jeneponto ditarik turun rata-rata lama sekolah, inilah penyebabnya karena usia sekolah tapi belum bersekolah,” pungkasnya. (*)

Nur Alam: Atifatul dan Anak Lainnya di Jeneponto Harus Sekolah
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Kadisdikbud) Jeneponto, Nur Alam Basir menyambangi rumah keluarga anak putus sekolah, di Tamanroya lama, Kelurahan Tamanroya, Kecamatan Tamalatea, Kabupaten Jeneponto, Senin (26/9/2022). (Mediasulsel.com/Kaharuddin Kasim)

Polling Mediasulsel

Menurut Anda, masalah yang paling perlu diprioritaskan pemerintah saat ini adalah...

Konten dilindungi © Mediasulsel.com