OPINI—Sebagai negara agraris, perekonomian Indonesia sangat bergantung pada sektor pertanian. Dengan pertumbuhan populasi yang terus meningkat, kebutuhan akan pangan pun semakin meningkat, sehingga sektor pertanian memegang peran yang sangat penting.
Data yang dirilis oleh Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan bahwa pada tahun 2022, sektor pertanian, kehutanan, dan perikanan merupakan lapangan usaha yang paling banyak menyerap tenaga kerja di Indonesia, dengan jumlah mencapai 38,70 juta orang. Angka ini mengindikasikan bahwa hampir 1 dari 3 penduduk Indonesia bekerja di sektor pertanian.
Namun, terdapat hal menarik mengenai kontribusi sektor pertanian terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) negara. Meskipun sektor pertanian menyerap tenaga kerja paling tinggi, data BPS menunjukkan bahwa pada tahun 2022 sektor pertanian, kehutanan, dan perikanan hanya memberikan kontribusi sebesar 12,40 persen dari PDB.
Angka ini masih di bawah share sektor industri pengolahan (18,34 persen) dan sektor perdagangan besar dan eceran; reparasi mobil dan sepeda motor (12,85 persen). Hal ini menandakan bahwa meskipun sektor pertanian memiliki jumlah tenaga kerja yang tinggi, produktivitas dan efisiensi dalam sektor ini masih terbatas.
Fakta lain yang menarik adalah Indonesia tidak masuk dalam empat besar negara penghasil produk pertanian terbesar di dunia, meskipun memiliki populasi yang besar. Negara-negara seperti India, Cina, dan Amerika Serikat, yang memiliki populasi lebih besar dari Indonesia, masuk dalam kategori tersebut.
Sementara itu, Brazil dengan populasi yang lebih kecil dari Indonesia berhasil menjadi salah satu negara penghasil produk pertanian terbesar di dunia. Brazil telah mengalami perkembangan yang signifikan selama 40 tahun terakhir, dari negara pengimpor produk pertanian menjadi salah satu negara produsen dan eksportir terbesar di dunia. Kunci dari keberhasilan Brazil adalah inovasi teknologi di sektor pertanian.
Minimnya penerapan teknologi dalam kegiatan pertanian memang menjadi masalah utama yang dihadapi oleh petani di Indonesia. Petani di Indonesia masih banyak yang menggunakan metode tradisional, yang kerap menghambat peningkatan produktivitas dan kualitas hasil panen.
Padahal, negara maju telah menerapkan berbagai teknologi modern dalam sektor pertanian, seperti penggunaan alat dan mesin pertanian modern, drone, dan kecerdasan buatan.
Drone, misalnya, telah dimanfaatkan untuk melakukan penyemprotan pestisida, pemantauan tanaman, dan pendeteksian hama. Sementara itu, kecerdasan buatan digunakan untuk Smart Irrigation System dan mesin yang dapat bergerak secara otomatis.
Dalam konteks ini, peran pemerintah dalam menyediakan fasilitas untuk pertumbuhan dan inovasi dalam sektor pertanian menjadi sangat penting. Implementasi kebijakan terkait teknologi pertanian membutuhkan data yang akurat dan terkini mengenai kondisi sektor tersebut.













