MAKASSAR—Dinas Kebudayaan Kota Makassar kolaborasi dengan Dinas Pariwisata Kota Makassar menjadi salah satu peserta kirab budaya dalam rangka Hari Jadi Sulsel ke-354 yang dilaksanakan di Anjungan Pantai Losari, pada Kamis, 19 Oktober 2023.
Kepala Bidang (Kabid) Penerapan Budaya dan Kesenian Dinas Kebudayaan Kota Makassar, Irmayanti, S.Hut, MM mengatakan, kontingen Kota Makassar membawa 120 orang dengan membawa konsep Erang Bunting Ri Mangkasara.
“Kemarin itu Kota Makassar masuk salah satu peserta ikut berpartisipasi dalam kirab budaya HUT Sulsel ke-354. Kami kontingen Pemerintah Kota Makassar membawa 120-an kontingen yang terdiri dari 6 sanggar, dan satu lembaga adat, 4 duta wisata, 2 duta budaya serta dua model yang konsepnya sendiri kami membawa konsep Erang Bunting Ri Mangkasara,” terang Irmayanti kepada Mediasulsel.com via sambungan telepon, Minggu (22/10/2023).
Irmayanti menjelaskan, konsep Erang Bunting Ri Mangkasara menjadi bagian penting ada istiadat Bugis-Makassar. Ini bagian adat istiadat Bugis-Makassar dimana appanaik leko lompo yang diusung konsepnya erang-erang.
“Kemarin ada atraksi, bagaimana gadis bugis membawa erang-erang dalama acara pengantin. Lalu, Duta Wisata dan Budaya berpakaian adat, kemudian penarinya membawa erang-erang serta 2 model memakai pakaian Karnaval,” tuturnya.
“Erang-erang ini setelah pinangan diterima secara resmi, ini erang-erang syarat kelengkapan pernikahan bahkan setiap pernikahan adat Bugis Makassar wajib ada erang-erang,” jelasnya.
Lanjutnya, erang-erang menjadi bagian yang mengangkat adat istiadat yang di lestarikan karena ini satu kesatuan dalam hal ritual perkawinan.
“Ini juga menjadi bagian mengakat adat istiadat yang dilestraikan karena ini satu kesatuan dalam hal ritual perkawaninan, kemarin itu konsep, kami Dinas Kebudayaan kolabirasi Dinas Pariwsata menjadi perwakilan kota Makassar,” sebutnya.
Irmayanti menambahkan, sanggar seni yang dilibatkan dalam kontingen kirab budaya adalah Sanggar Patonro, Sanggar Ininawa, Sanggar Pakarena, Sanggar paraga Datuk Museng, sanggar Sipakatau, Sanggar Zaky Production dengan lembaga adat kerajaan tallo ikut partisipasi. (*/4dv)


















