PEMBERITAHUAN: Email redaksi redaksi@mediasulsel.com sementara mengalami gangguan. Untuk sementara, seluruh keperluan korespondensi redaksi, termasuk rilis berita dan artikel opini, dapat dikirim ke Sulselmedia@gmail.com. Terima kasih atas perhatian dan kerja samanya. • 🏥 Klinik Utama Aktiv Energi Physio kini hadir di Makassar • Konsultasi Dokter Umum & Spesialis Saraf • Fisioterapi • Okupasi Terapi • Terapi Wicara • Private Gym • 📍 Jl. AP Pettarani No. 18F Makassar • 🕘 Senin–Sabtu, 09.00–16.00 WITA • ☎️ Reservasi: 0821-8927-9692. • Remaja Tewas Usai Tawuran Tallo, Polisi Akui Lepaskan Tembakan • UMKM Sudah Berizin, Tapi Masih Dipungut, ABDSI Soroti Celah Tata Kelola Ruang Publik • Jalan Aroepala Kembali Dibuka, Akses Gowa-Makassar Kini Lancar • Training Jurnalistik HMPS JI IAIN Parepare Bekali Maba Hadapi Dunia Pers • Kisah Mahasiswa Makassar Jadi Ojol Maxim Untuk Biayai Kuliah • Ketika Media Online Menjadi Ruang Bullying bagi Mahasiswa • PEMBERITAHUAN: Email redaksi redaksi@mediasulsel.com sementara mengalami gangguan. Untuk sementara, seluruh keperluan korespondensi redaksi, termasuk rilis berita dan artikel opini, dapat dikirim ke Sulselmedia@gmail.com. Terima kasih atas perhatian dan kerja samanya. • 🏥 Klinik Utama Aktiv Energi Physio kini hadir di Makassar • Konsultasi Dokter Umum & Spesialis Saraf • Fisioterapi • Okupasi Terapi • Terapi Wicara • Private Gym • 📍 Jl. AP Pettarani No. 18F Makassar • 🕘 Senin–Sabtu, 09.00–16.00 WITA • ☎️ Reservasi: 0821-8927-9692. • Remaja Tewas Usai Tawuran Tallo, Polisi Akui Lepaskan Tembakan • UMKM Sudah Berizin, Tapi Masih Dipungut, ABDSI Soroti Celah Tata Kelola Ruang Publik • Jalan Aroepala Kembali Dibuka, Akses Gowa-Makassar Kini Lancar • Training Jurnalistik HMPS JI IAIN Parepare Bekali Maba Hadapi Dunia Pers • Kisah Mahasiswa Makassar Jadi Ojol Maxim Untuk Biayai Kuliah • Ketika Media Online Menjadi Ruang Bullying bagi Mahasiswa •
Makassar

Arwin Azis Resmikan Program CSR Nusantara Peduli Stunting di Puskesmas Kaluku Bodoa

533
×

Arwin Azis Resmikan Program CSR Nusantara Peduli Stunting di Puskesmas Kaluku Bodoa

Sebarkan artikel ini
Pjs Wali Kota Resmikan Program CSR Nusantara Peduli Stunting di Puskesmas Kaluku Bodoa
Pejabat sementara (Pjs) Wali Kota Makassar, Arwin Azis, meresmikan program CSR Nusantara Peduli Stunting yang dilaksanakan oleh PT Nusantara Infrastructure, bekerja sama dengan RS Hermina, UIN Alauddin, dan Rumah Zakat.

MAKASSAR—Pejabat sementara (Pjs) Wali Kota Makassar, Andi Arwin Azis, meresmikan program CSR Nusantara Peduli Stunting yang dilaksanakan oleh PT Nusantara Infrastructure, bekerja sama dengan RS Hermina, UIN Alauddin, dan Rumah Zakat.

Acara peresmian berlangsung di Puskesmas Kaluku Bodoa, pada Rabu 30 Oktober 2024.

Dalam sambutannya, Arwin mengapresiasi inisiatif PT Nusantara Infrastructure yang berkolaborasi dengan berbagai pihak untuk menangani masalah stunting di Kota Makassar.

“Program kolaboratif seperti ini sangat penting, karena Pemda tidak bisa bekerja sendiri dalam menanggulangi stunting. Kolaborasi yang melibatkan berbagai pihak membawa dampak signifikan bagi kesehatan masyarakat kita,” ucap Arwin.

Ia berharap, melalui program ini, prevalensi stunting di Makassar dapat terus menurun di bawah 14 persen.

Pemerintah Kota Makassar, kata Arwin, berkomitmen penuh untuk menurunkan angka stunting sesuai dengan program pemerintah pusat.

“Saya hadir di sini untuk menunjukkan bahwa Pemkot Makassar sangat serius dalam upaya penurunan stunting, dan saya instruksikan kepada perangkat daerah untuk terus menjalin koordinasi dengan seluruh pihak terkait,” tambahnya.

Selain itu, Arwin juga menyoroti gerakan Pemkot Makassar, seperti kampanye Gerakan Makan Telur untuk mengatasi stunting, yang melibatkan berbagai elemen masyarakat.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Makassar, Nursaidah Sirajuddin menambahkan, sejumlah inovasi dan intervensi didorong pemkot untuk mencapai target zero stunting.Salah satunya lewat program Bapak Asuh Stunting.

” Program ini memberikan mandat ke OPD untuk mengurus anak yang terkena stunting.Pun ini telah dibagi. Bagi OPD mengurus dua anak per orang.
Sedangkan khusus kepala sekolah negurus satu anak.”ucapnya.

“Alhamdulillah, hingga saat ini sudah ada beberapa SKPD yang melaporkan, berat badan anak asuhnya sudah naik,” jelasnya.

Direktur Utama PT Nusantara Infrastructure, M. Ramdani Basri, turut memberikan pandangannya mengenai program ini.

Menurutnya, stunting adalah masalah kesehatan yang tidak hanya berdampak pada fisik tetapi juga mental anak-anak.

“Program ini bukan sekadar kegiatan sosial, tetapi wujud tanggung jawab kami dalam menciptakan generasi sehat di masa depan. Kami ingin menurunkan angka stunting di area operasional kami di Makassar,” jelas Ramdani.

Ia juga menambahkan bahwa program ini adalah bentuk nyata dari kepedulian perusahaan terhadap isu stunting dan masa depan generasi muda.

Ramdani mengucapkan terima kasih kepada Pemerintah Kota Makassar atas dukungan penuh terhadap inisiatif ini.

Melalui program Nusantara Peduli Stunting diharapkan tercipta langkah bersama yang efektif dalam menanggulangi stunting dan meningkatkan kesehatan anak-anak di Kota Makassar. (*/4dv)

Polling Mediasulsel

Menurut Anda, masalah yang paling perlu diprioritaskan pemerintah saat ini adalah...

Konten dilindungi © Mediasulsel.com