PEMBERITAHUAN: Email redaksi redaksi@mediasulsel.com sementara mengalami gangguan. Untuk sementara, seluruh keperluan korespondensi redaksi, termasuk rilis berita dan artikel opini, dapat dikirim ke Sulselmedia@gmail.com. Terima kasih atas perhatian dan kerja samanya. • 🏥 Klinik Utama Aktiv Energi Physio kini hadir di Makassar • Konsultasi Dokter Umum & Spesialis Saraf • Fisioterapi • Okupasi Terapi • Terapi Wicara • Private Gym • 📍 Jl. AP Pettarani No. 18F Makassar • 🕘 Senin–Sabtu, 09.00–16.00 WITA • ☎️ Reservasi: 0821-8927-9692. • Direktur Binwas Kemenaker Sebut PP 50/2012 Perlu Segera Diselaraskan dengan Standar Internasional • Lapas Bak Apartemen: Bagaimana Koruptor Bisa Jera? • DPRD Makassar Gelar Paripurna Ketujuh, Bahas Jawaban Wali Kota soal Perubahan APBD 2026 • Dandenpom Makassar Warning Prajurit, Jaga Sikap di Lapangan dan Tidak Sembarangan di Medsos • TACO dan MD Entertainment Kolaborasi di Film Filosofi Teras • 153 POKMAS Rumah Pangan B2SA di Makassar Didorong Terapkan Pola Konsumsi Sehat • PEMBERITAHUAN: Email redaksi redaksi@mediasulsel.com sementara mengalami gangguan. Untuk sementara, seluruh keperluan korespondensi redaksi, termasuk rilis berita dan artikel opini, dapat dikirim ke Sulselmedia@gmail.com. Terima kasih atas perhatian dan kerja samanya. • 🏥 Klinik Utama Aktiv Energi Physio kini hadir di Makassar • Konsultasi Dokter Umum & Spesialis Saraf • Fisioterapi • Okupasi Terapi • Terapi Wicara • Private Gym • 📍 Jl. AP Pettarani No. 18F Makassar • 🕘 Senin–Sabtu, 09.00–16.00 WITA • ☎️ Reservasi: 0821-8927-9692. • Direktur Binwas Kemenaker Sebut PP 50/2012 Perlu Segera Diselaraskan dengan Standar Internasional • Lapas Bak Apartemen: Bagaimana Koruptor Bisa Jera? • DPRD Makassar Gelar Paripurna Ketujuh, Bahas Jawaban Wali Kota soal Perubahan APBD 2026 • Dandenpom Makassar Warning Prajurit, Jaga Sikap di Lapangan dan Tidak Sembarangan di Medsos • TACO dan MD Entertainment Kolaborasi di Film Filosofi Teras • 153 POKMAS Rumah Pangan B2SA di Makassar Didorong Terapkan Pola Konsumsi Sehat •
Opini

Kerja Sama AS-Australia: Mengamankan Teknologi Global dalam Infrastruktur Kabel Bawah Laut dan Komputasi Awan

408
×

Kerja Sama AS-Australia: Mengamankan Teknologi Global dalam Infrastruktur Kabel Bawah Laut dan Komputasi Awan

Sebarkan artikel ini
1001734948

OPINI—Teknologi telah menjadi tulang punggung perekonomian global dan memainkan peran strategis dalam diplomasi internasional. Amerika Serikat dan Australia, bersama mitra lainnya, saat ini fokus membangun ekosistem teknologi yang aman, terbuka, dan tangguh.

Kerja sama ini mencakup pengembangan infrastruktur kabel bawah laut, komputasi awan, dan pengamanan rantai pasokan teknologi penting.

Menjaga Keunggulan di Era Komputasi Kuantum

Komputasi kuantum membuka peluang luar biasa sekaligus menghadirkan tantangan besar. Dalam menghadapi persaingan global, Amerika Serikat tidak hanya harus bersaing dengan realitas geopolitik, tetapi juga memimpin inovasi teknologi. Pengalaman dengan teknologi 5G menunjukkan bahwa dominasi teknologi oleh pihak lain dapat mengancam keamanan nasional dan mengganggu aliran informasi global.

Untuk itu, AS menggunakan diplomasi teknologi untuk menyamakan peluang, berkolaborasi dengan mitra global, dan memastikan perkembangan teknologi tetap selaras dengan prinsip solidaritas digital. Langkah ini mencakup kerja sama dengan negara-negara yang berbagi visi serupa, baik di sektor publik maupun swasta.

Keamanan Infrastruktur Kabel Bawah Laut

Kabel bawah laut, yang mengangkut lebih dari 95% lalu lintas data dunia, menjadi komponen krusial infrastruktur digital. Gangguan pada kabel ini dapat menyebabkan isolasi negara, ancaman keamanan nasional, dan kerugian ekonomi yang signifikan.

Sebagai tanggapan, Amerika Serikat bersama Australia, Jepang, Selandia Baru, dan Taiwan telah mengembangkan kabel bawah laut untuk menghubungkan hingga 100.000 penduduk di wilayah Pasifik. Upaya serupa juga dilakukan di Amerika Selatan, Afrika, dan kawasan Indo-Pasifik, menciptakan konektivitas global yang lebih aman dan andal.

Mengamankan Komputasi Awan

Komputasi awan menjadi tulang punggung penyimpanan data global, dan Amerika Serikat saat ini memimpin sektor ini. Namun, penyedia layanan dari negara-negara otoriter mulai meningkatkan daya saing mereka. Oleh karena itu, kerja sama dengan penyedia tepercaya sangat penting untuk melindungi ekosistem teknologi dari risiko pengawasan massal dan pelanggaran privasi.

AS berupaya memanfaatkan skala ekonomi bersama mitra globalnya, sambil mendorong diversifikasi rantai pasokan teknologi penting. Dengan mengurangi ketergantungan pada negara tertentu, Amerika Serikat berupaya menciptakan rantai pasokan yang lebih tangguh dan aman.

Upaya Diversifikasi Rantai Pasokan

Untuk memenuhi permintaan teknologi yang terus meningkat, Amerika Serikat telah membentuk Kemitraan Keamanan Mineral dengan 14 negara dan Uni Eropa. Aliansi ini bertujuan memperkuat rantai pasokan mineral penting sekaligus mencegah ketergantungan yang berbahaya.

Selain itu, melalui Undang-Undang CHIPS dan Sains, Presiden Biden mengalokasikan dana sebesar $53 miliar untuk menghidupkan kembali manufaktur semikonduktor di Amerika Serikat. Langkah ini tidak hanya memperkuat keamanan nasional, tetapi juga mempersiapkan negara untuk memimpin inovasi teknologi di masa depan.

Penguatan Diplomasi Teknologi

Kesuksesan strategi ini bergantung pada penguatan kapasitas diplomasi teknologi Amerika Serikat. Langkah-langkah yang telah diambil termasuk pembentukan Biro Keamanan Siber dan Kebijakan Digital serta Kantor Utusan Khusus untuk Teknologi Berkembang.

Untuk meningkatkan efektivitas diplomasi, AS juga telah merekrut para ahli teknologi, termasuk ilmuwan data, ahli biofisika, dan ilmuwan komputer, ke dalam tim diplomatiknya. Penggunaan kecerdasan buatan (AI) dan pembelajaran mesin juga mulai diterapkan untuk meningkatkan efisiensi kerja diplomat.

Membangun Masa Depan Bersama

Kolaborasi internasional menjadi kunci keberhasilan strategi ini. Pengalaman mendukung Ukraina dalam menghadapi hambatan digital menunjukkan pentingnya solidaritas global. Amerika Serikat dan mitra internasionalnya berkomitmen untuk menerapkan pelajaran ini di berbagai wilayah dunia.

Seperti halnya mesin cetak yang ditemukan Gutenberg memicu revolusi ilmiah dan reformasi agama, inovasi teknologi saat ini juga memiliki potensi untuk menciptakan perubahan besar. Dengan nilai-nilai demokratis sebagai panduan, Amerika Serikat mengajak komunitas global untuk membentuk masa depan teknologi yang aman, adil, dan sejahtera.

Terima kasih atas perhatian dan kemitraan Anda. Bersama, kita dapat mewujudkan masa depan yang lebih baik. (*)

 

Penulis: Wisna Kiki Tonapa, Rista Paseru, dan Kurnia

 

***

 

Disclaimer: Setiap opini/artikel/informasi/ maupun berupa teks, gambar, suara, video dan segala bentuk grafis yang disampaikan pembaca ataupun pengguna adalah tanggung jawab setiap individu, dan bukan tanggungjawab Mediasulsel.com.

Polling Mediasulsel

Menurut Anda, masalah yang paling perlu diprioritaskan pemerintah saat ini adalah...

Konten dilindungi © Mediasulsel.com