Memuat Ramadhan…
Memuat cuaca…
Nasional

Pemerintah Berhasil Pulangkan Ratusan Benda Purbakala yang Dijarah Belanda

654
×

Pemerintah Berhasil Pulangkan Ratusan Benda Purbakala yang Dijarah Belanda

Sebarkan artikel ini
Pemerintah Berhasil Pulangkan Ratusan Benda Purbakala yang Dijarah Belanda
Patung dewa Hindu Ganesha, yang terbuat dari batu vulkanik dan bercirikan kepala gajah dengan empat tangan, kini berdiri kokoh di Museum Nasional Indonesia. Benda berharga ini, yang dahulu dijarah dari Gunung Semeru oleh pejabat kolonial Belanda pada abad ke-19, akhirnya kembali ke tanah air. [ah/ft/VoA/Ag4ys]

JAKARTA—Patung dewa Hindu Ganesha, yang terbuat dari batu vulkanik dan bercirikan kepala gajah dengan empat tangan, kini berdiri kokoh di Museum Nasional Indonesia. Benda berharga ini, yang dahulu dijarah dari Gunung Semeru oleh pejabat kolonial Belanda pada abad ke-19, akhirnya kembali ke tanah air.

Pemerintah berhasil memulangkan ratusan benda purbakala yang sebelumnya dijarah oleh penjajah Belanda, sebuah langkah besar dalam mengembalikan bagian penting dari sejarah bangsa yang terampas selama masa kolonial. Hingga Desember 2024, tercatat sebanyak 828 benda budaya telah dikembalikan dari Belanda, menurut data dari Direktorat Jenderal Kebudayaan, Kementerian Pendidikan.

Benda-benda tersebut mencerminkan kekayaan tradisi dan kerajinan Nusantara, mulai dari patung dan senjata hingga perhiasan serta tekstil. Di antaranya terdapat tiga patung Hindu-Buddha dari kompleks candi abad ke-13 di Kerajaan Singosari, Jawa Timur.

“Patung Ganesha yang berdiri adalah salah satu yang sangat langka. Posisi ini melambangkan kewaspadaan terhadap bahaya,” ujar Dwi Cahyono, seorang arkeolog dari Jawa Timur.

Pemulangan benda purbakala ini juga menjadi bagian dari gerakan global untuk mengembalikan artefak yang dijarah pada masa kolonial. Di tingkat diplomasi, hubungan kuat Indonesia dan Belanda, yang dipererat melalui perjanjian budaya tahun 2017, menjadi kunci keberhasilan negosiasi ini.

“Pengembalian ini menunjukkan bahwa Indonesia mampu menjaga warisan budayanya,” kata I Gusti Agung Wesaka Puja, Kepala Tim Repatriasi Koleksi Indonesia di Belanda. Ia juga menepis anggapan skeptis yang meragukan kemampuan Indonesia dalam melestarikan artefak berharga tersebut.

Namun, tugas belum selesai. Ribuan benda budaya yang dijarah masih berada di luar negeri, terutama di Belanda. Penelitian dan diplomasi lebih lanjut diperlukan untuk membawa pulang benda-benda tersebut.

Perdebatan tentang pengelolaan benda-benda yang telah dipulangkan juga mengemuka. “Museum harus mampu menyampaikan benda-benda ini dengan cara yang bermakna agar masyarakat memahami nilai warisan budaya tersebut,” ujar Irmawati Marwoto, arkeolog dari Universitas Indonesia.

Menteri Kebudayaan Fadli Zon menyatakan rencana pemerintah untuk meningkatkan kualitas dan keamanan museum-museum di Indonesia. Namun, belum ada rincian lebih lanjut terkait upaya ini.

Bagi masyarakat, pemulangan benda purbakala ini membawa harapan. Catur Puji Harsono, penggemar sejarah asal Jawa Tengah, mengungkapkan antusiasmenya.

“Kembali melihat patung-patung di kompleks candi seperti dulu akan sangat berarti. Ini mengingatkan kita pada identitas bangsa Indonesia,” tuturnya. [ah/ft/VoA/Ag4ys]

error: Content is protected !!