Advertisement - Scroll ke atas
Makassar

Pasien Keluhkan Pelayanan IGD RS Ibnu Sina Makassar

879
×

Pasien Keluhkan Pelayanan IGD RS Ibnu Sina Makassar

Sebarkan artikel ini
Pasien Keluhkan Pelayanan IGD RS Ibnu Sina Makassar
Seorang pasien mengeluhkan pelayanan di Instalasi Gawat Darurat (IGD) RS Ibnu Sina Makassar yang dinilai lamban dalam menangani pasien baru. Keluhan ini mencuat setelah Ardi, warga Antang, mengalami pengalaman kurang menyenangkan saat berobat ke rumah sakit tersebut pada Minggu (2/3/2025).

MAKASSAR—Seorang pasien mengeluhkan pelayanan di Instalasi Gawat Darurat (IGD) RS Ibnu Sina Makassar yang dinilai lamban dalam menangani pasien baru. Keluhan ini mencuat setelah Ardi, warga Antang, mengalami pengalaman kurang menyenangkan saat berobat ke rumah sakit tersebut pada Minggu (2/3/2025).

Ardi mengungkapkan bahwa dirinya tiba di IGD sekitar pukul 11.01 WITA dengan keluhan nyeri dada dan nyeri ulu hati. Ia mengaku kesakitan, tetapi respons awal dari petugas medis tidak seperti yang diharapkannya.

“Saya datang dalam keadaan kesakitan, tapi hanya dua mahasiswa praktik kerja lapangan (PKL) yang menangani saya dengan memeriksa tekanan darah. Setelah itu, ada perawat yang sekadar meninggalkan kursi roda dan bertanya singkat soal kondisi saya,” ujar Ardi.

Ia menyebut sempat ditawari tabung oksigen, namun menolaknya karena tidak mengalami sesak napas. Namun, setelah itu, tidak ada tindakan lebih lanjut dari pihak rumah sakit. Ardi mengaku melihat beberapa perawat sibuk dengan ponsel mereka, sementara dirinya dibiarkan menunggu tanpa kepastian.

“Setelah sekitar 15 menit menunggu tanpa ada penjelasan, saya memutuskan untuk pindah ke rumah sakit lain. Saat saya berbicara kepada istri saya dengan nada agak tinggi, seorang perawat malah berkomentar, ‘kenapa bapak itu?’” kata Ardi.

Ketika hendak keluar, ia baru diberitahu bahwa pihak rumah sakit sedang mencarikan tempat tidur untuknya. Namun, ia menilai informasi itu datang terlambat. Bahkan, saat ia mencoba mengambil foto petugas yang duduk-duduk, para perawat hanya menanggapinya dengan santai, mengatakan, “biar foto saja.”

Menanggapi keluhan ini, Humas RS Ibnu Sina, dr. Nurhidayat, menjelaskan bahwa setiap pasien IGD harus melalui tahapan diagnosis untuk menentukan apakah membutuhkan rawat inap atau cukup dengan rawat jalan.

“Pasien tidak diabaikan, kami hanya sedang mencarikan tempat tidur untuk perawatan awal,” ujar dr. Nurhidayat.

Sementara itu, perawat IGD, Eti Nurmala, yang bertugas saat kejadian, membenarkan bahwa ia menangani Ardi.

“Saya yang pertama kali menemui pasien dan mencarikan tempat tidur. Saya tidak bisa memberikan obat sebelum ada diagnosis lebih lanjut dari dokter,” jelas Eti.

Ia juga menyatakan bahwa setelah Ardi meninggalkan IGD dengan marah, ia sempat mengejar dan menginformasikan bahwa tempat tidur sudah tersedia. Namun, pasien tetap memilih pergi.

Pasien membantah pernyataan itu.

“Itu tidak benar. Tidak ada yang mengejar saya atau memberi tahu soal tempat tidur yang sudah tersedia,” tegasnya.

Ia pun mengingatkan warga Makassar agar mempertimbangkan rumah sakit lain jika membutuhkan pelayanan medis darurat.

“Kalau tidak terpaksa, lebih baik cari rumah sakit lain yang pelayanannya lebih baik,” pungkasnya. (*)

Pasien Keluhkan Pelayanan IGD RS Ibnu Sina Makassar
Seorang pasien mengeluhkan pelayanan di Instalasi Gawat Darurat (IGD) RS Ibnu Sina Makassar yang dinilai lamban dalam menangani pasien baru. Keluhan ini mencuat setelah Ardi, warga Antang, mengalami pengalaman kurang menyenangkan saat berobat ke rumah sakit tersebut pada Minggu (2/3/2025).
error: Content is protected !!