PEMBERITAHUAN: Email redaksi redaksi@mediasulsel.com sementara mengalami gangguan. Untuk sementara, seluruh keperluan korespondensi redaksi, termasuk rilis berita dan artikel opini, dapat dikirim ke Sulselmedia@gmail.com. Terima kasih atas perhatian dan kerja samanya. • 🏥 Klinik Utama Aktiv Energi Physio kini hadir di Makassar • Konsultasi Dokter Umum & Spesialis Saraf • Fisioterapi • Okupasi Terapi • Terapi Wicara • Private Gym • 📍 Jl. AP Pettarani No. 18F Makassar • 🕘 Senin–Sabtu, 09.00–16.00 WITA • ☎️ Reservasi: 0821-8927-9692. • 750 KK di Biringkanaya Terima Bantuan Beras Masing-masing 30 Kilogram • Dalami Dugaan Korupsi Dinkes Parepare, Polda Sulsel Periksa Taufan Pawe • 19,5 Hektare Hutan di Polewali Mandar Dibuka Ilegal, Dua Tersangka Diserahkan ke Jaksa • FK-GARDA Desak Dirlantantas Polda Sulsel Copot Kasatlantas Makassar dan Maros • SK PLT Pengkot TI Kendari Dipersoalkan, Pelatih Desak Pengprov TI Sultra Bertindak • Munafri Minta Pengembangan Perumahan Makassar Diikuti Sekolah dan Puskesmas • PEMBERITAHUAN: Email redaksi redaksi@mediasulsel.com sementara mengalami gangguan. Untuk sementara, seluruh keperluan korespondensi redaksi, termasuk rilis berita dan artikel opini, dapat dikirim ke Sulselmedia@gmail.com. Terima kasih atas perhatian dan kerja samanya. • 🏥 Klinik Utama Aktiv Energi Physio kini hadir di Makassar • Konsultasi Dokter Umum & Spesialis Saraf • Fisioterapi • Okupasi Terapi • Terapi Wicara • Private Gym • 📍 Jl. AP Pettarani No. 18F Makassar • 🕘 Senin–Sabtu, 09.00–16.00 WITA • ☎️ Reservasi: 0821-8927-9692. • 750 KK di Biringkanaya Terima Bantuan Beras Masing-masing 30 Kilogram • Dalami Dugaan Korupsi Dinkes Parepare, Polda Sulsel Periksa Taufan Pawe • 19,5 Hektare Hutan di Polewali Mandar Dibuka Ilegal, Dua Tersangka Diserahkan ke Jaksa • FK-GARDA Desak Dirlantantas Polda Sulsel Copot Kasatlantas Makassar dan Maros • SK PLT Pengkot TI Kendari Dipersoalkan, Pelatih Desak Pengprov TI Sultra Bertindak • Munafri Minta Pengembangan Perumahan Makassar Diikuti Sekolah dan Puskesmas •
Makassar

Aliyah Mustika Ilham: Lawan Kekerasan Seksual Butuh Kolaborasi, Bukan Diam

669
×

Aliyah Mustika Ilham: Lawan Kekerasan Seksual Butuh Kolaborasi, Bukan Diam

Sebarkan artikel ini
Aliyah Mustika Ilham: Lawan Kekerasan Seksual Butuh Kolaborasi, Bukan Diam
Wakil Wali Kota Makassar, Aliyah Mustika Ilham, menyerukan pentingnya kolaborasi semua pihak dalam memerangi kekerasan seksual terhadap perempuan dan anak. Hal itu ditegaskannya saat menghadiri Talkshow Kampanye Publik Pencegahan Kekerasan Seksual di Nipah Park, Jumat (23/5/2025).

MAKASSAR—Wakil Wali Kota Makassar, Aliyah Mustika Ilham, menyerukan pentingnya kolaborasi semua pihak dalam memerangi kekerasan seksual terhadap perempuan dan anak. Hal itu ditegaskannya saat menghadiri Talkshow Kampanye Publik Pencegahan Kekerasan Seksual di Nipah Park, Jumat (23/5/2025).

Acara yang diinisiasi Project Baik itu mengangkat tema “Makassar Darurat Kekerasan Seksual, Siapa Bertanggung Jawab?”. Dalam paparannya, Aliyah menyatakan bahwa penanganan kekerasan seksual bukan hanya tugas pemerintah, tapi juga tanggung jawab kolektif.

“Berbicara kekerasan seksual itu berbicara tentang kekuatan sinergi. Kita harus berkolaborasi—pemerintah, media, akademisi, hingga masyarakat—untuk menekan pelaku dan melindungi korban,” tegasnya.

Aliyah juga mendorong generasi muda untuk lebih berani menyuarakan kebenaran dan tak tinggal diam saat melihat ketidakadilan.

“Kami ingin anak muda berani speak up. Jangan diam dalam menghadapi kekerasan seksual,” tambahnya.

Ia pun mengapresiasi kampanye publik yang diinisiasi Project Baik, dan berharap kegiatan semacam ini menjadi awal dari gerakan besar dalam mengedukasi masyarakat tentang pentingnya perlindungan terhadap korban.

Talkshow ini turut menghadirkan berbagai pembicara dari institusi berbeda, seperti Prof. Dr. Hj. Mardiana Etharawaty Fachry dari Satgas PPKS Unhas, Lusia Palulungan dari Inklusi BaKTI, Samsang Syamsir dari FIK Ornop Sulsel, dan Nunuk Songki dari LBH Makassar.

Perwakilan Project Baik, Sukmawati Ibrahim, menyampaikan bahwa angka kasus kekerasan seksual di Makassar masih tergolong tinggi, dan penanganannya perlu diperkuat, baik dari sisi hukum maupun sosial.

“Korban harus dilindungi secara moral dan hukum. Jangan sampai mereka kembali menjadi korban dalam proses mencari keadilan,” ujarnya.

Talkshow ini dihadiri ratusan peserta dari beragam latar belakang, mulai dari pelajar, akademisi, ibu rumah tangga, hingga para penyintas. Kehadiran mereka mencerminkan meningkatnya kesadaran publik terhadap isu darurat kekerasan seksual di Kota Makassar. (70n/Ag4ys/4dv)

Polling Mediasulsel

Menurut Anda, masalah yang paling perlu diprioritaskan pemerintah saat ini adalah...

Konten dilindungi © Mediasulsel.com