PEMBERITAHUAN: Email redaksi redaksi@mediasulsel.com sementara mengalami gangguan. Untuk sementara, seluruh keperluan korespondensi redaksi, termasuk rilis berita dan artikel opini, dapat dikirim ke Sulselmedia@gmail.com. Terima kasih atas perhatian dan kerja samanya. • 🏥 Klinik Utama Aktiv Energi Physio kini hadir di Makassar • Konsultasi Dokter Umum & Spesialis Saraf • Fisioterapi • Okupasi Terapi • Terapi Wicara • Private Gym • 📍 Jl. AP Pettarani No. 18F Makassar • 🕘 Senin–Sabtu, 09.00–16.00 WITA • ☎️ Reservasi: 0821-8927-9692. • TACO dan MD Entertainment Kolaborasi di Film Filosofi Teras • 153 POKMAS Rumah Pangan B2SA di Makassar Didorong Terapkan Pola Konsumsi Sehat • Gubernur Sulsel Tegaskan, Sitti Husniah Talenrang Tetap Jalankan Tugas Selama Belum Ditahan • 4 Pintu Uang Bupati Gowa Dibongkar Polda Sulsel, Jejaknya Mengarah ke Rumah dan Mobil Miliaran • Nasaruddin Umar Jadi Presiden Pertama IAMI, Imam Masjid Dunia Satukan Langkah di Jakarta • Budaya Toraja, Bugis dan Makassar Tampil di Panggung Nasional BKMT • PEMBERITAHUAN: Email redaksi redaksi@mediasulsel.com sementara mengalami gangguan. Untuk sementara, seluruh keperluan korespondensi redaksi, termasuk rilis berita dan artikel opini, dapat dikirim ke Sulselmedia@gmail.com. Terima kasih atas perhatian dan kerja samanya. • 🏥 Klinik Utama Aktiv Energi Physio kini hadir di Makassar • Konsultasi Dokter Umum & Spesialis Saraf • Fisioterapi • Okupasi Terapi • Terapi Wicara • Private Gym • 📍 Jl. AP Pettarani No. 18F Makassar • 🕘 Senin–Sabtu, 09.00–16.00 WITA • ☎️ Reservasi: 0821-8927-9692. • TACO dan MD Entertainment Kolaborasi di Film Filosofi Teras • 153 POKMAS Rumah Pangan B2SA di Makassar Didorong Terapkan Pola Konsumsi Sehat • Gubernur Sulsel Tegaskan, Sitti Husniah Talenrang Tetap Jalankan Tugas Selama Belum Ditahan • 4 Pintu Uang Bupati Gowa Dibongkar Polda Sulsel, Jejaknya Mengarah ke Rumah dan Mobil Miliaran • Nasaruddin Umar Jadi Presiden Pertama IAMI, Imam Masjid Dunia Satukan Langkah di Jakarta • Budaya Toraja, Bugis dan Makassar Tampil di Panggung Nasional BKMT •
Otomotif

Perjalanan Panjang Motor Sport Suzuki di Indonesia, Dari Era 1980-an hingga GSX Series

1049
×

Perjalanan Panjang Motor Sport Suzuki di Indonesia, Dari Era 1980-an hingga GSX Series

Sebarkan artikel ini
Perjalanan Panjang Motor Sport Suzuki di Indonesia, Dari Era 1980-an hingga GSX Series
Suzuki menjadi salah satu merek motor yang mewarnai jalanan Indonesia sejak lama. Sejak era 1980-an, pabrikan asal Jepang ini menghadirkan sejumlah motor sport legendaris dengan ciri khas mesin tangguh, desain sporty, dan performa yang selalu memikat. Dari era 2-tak hingga era injeksi modern, Suzuki konsisten menorehkan jejak penting di segmen sport.

MAKASSAR—Suzuki menjadi salah satu merek motor yang mewarnai jalanan Indonesia sejak lama. Sejak era 1980-an, pabrikan asal Jepang ini menghadirkan sejumlah motor sport legendaris dengan ciri khas mesin tangguh, desain sporty, dan performa yang selalu memikat. Dari era 2-tak hingga era injeksi modern, Suzuki konsisten menorehkan jejak penting di segmen sport.

Pada dekade 80-an, Suzuki mulai dikenal lewat motor sport 2-tak seperti Suzuki GP 100/125 dan RG Sport. Model ini populer di kalangan anak muda karena mesinnya responsif, ringan, dan mudah dimodifikasi. Generasi ini menjadi pijakan awal Suzuki di segmen sport Tanah Air.

Memasuki 1990-an, Suzuki makin serius dengan menghadirkan Suzuki RGR 150. Motor ini dianggap sebagai pesaing kuat Yamaha RX-King karena tenaga besar khas 2-tak.

Tak ketinggalan, Suzuki Sprinter dan Crystal juga hadir meramaikan pasar sport ringan. Menjelang akhir dekade, Suzuki memperkenalkan Suzuki FXR 150, motor sport 4-tak dengan teknologi modern yang sempat jadi idola meski beredar terbatas.

Di awal 2000-an, Suzuki mulai menggeser fokus ke motor sport 4-tak. Kehadiran Suzuki Thunder 125 langsung mencuri perhatian karena terkenal bandel, irit, dan cocok untuk kebutuhan harian. Tak hanya itu, varian Thunder 250 juga sempat hadir dengan mesin lebih bertenaga, digemari kalangan touring dan komunitas jarak jauh.

Meski lebih dikenal sebagai underbone, Suzuki Satria FU 150 sejak 2004 menjadi motor berperforma tinggi yang sangat lekat dengan DNA sport. Desain tajam, mesin DOHC, dan kecepatan tinggi membuatnya jadi legenda jalanan sekaligus motor favorit anak muda kala itu.

Setelah sempat redup, Suzuki bangkit lewat peluncuran GSX-R150 dan GSX-S150 pada 2017. GSX-R150 tampil dengan bodi full fairing, mewakili karakter sport murni, sedangkan GSX-S150 mengusung gaya naked yang lebih praktis untuk penggunaan sehari-hari.

Kedua motor ini dibekali mesin 150cc DOHC berpendingin cairan, bertenaga, namun tetap efisien bahan bakar. Teknologi keyless ignition system menjadikannya lebih modern dibanding kompetitor di kelasnya.

Hingga kini, Suzuki masih mengandalkan GSX Series sebagai ujung tombak sport 150cc. Meski pasar motor sport semakin ketat, Suzuki tetap memiliki basis penggemar loyal yang percaya pada kualitas, ketangguhan mesin, dan desain khas pabrikan berlambang “S” ini.

Dari generasi GP hingga GSX, motor sport Suzuki dikenal tahan banting, minim perawatan, dan selalu menyajikan performa yang bisa diandalkan. Tak heran, jejaknya dari era 80-an hingga kini masih melekat kuat di hati penggemar motor sport Indonesia. (Ag4ys)

Polling Mediasulsel

Menurut Anda, masalah yang paling perlu diprioritaskan pemerintah saat ini adalah...

Konten dilindungi © Mediasulsel.com