Advertisement - Scroll ke atas
Makassar

Gizi Seimbang Jadi Kunci Cegah Stunting, Bunda PAUD Makassar Ajak Orang Tua Jadi Teladan

662
×

Gizi Seimbang Jadi Kunci Cegah Stunting, Bunda PAUD Makassar Ajak Orang Tua Jadi Teladan

Sebarkan artikel ini
Gizi Seimbang Jadi Kunci Cegah Stunting, Bunda PAUD Makassar Ajak Orang Tua Jadi Teladan
Bunda PAUD Makassar Melinda Aksa pada Pelatihan Pemenuhan Gizi Anak yang digelar Pokja Bunda PAUD Kota Makassar di Ruang Sipakatau Balai Kota, Jumat (10/10/2025).

MAKASSAR—Bunda PAUD Kota Makassar, Melinda Aksa, mengemukakan pentingnya pemenuhan gizi seimbang bagi anak usia dini sebagai langkah konkret mencegah stunting dan mencetak generasi yang sehat, cerdas, serta berdaya saing.

Hal tersebut dikemukakan saat membuka Pelatihan Pemenuhan Gizi Anak yang digelar Pokja Bunda PAUD Kota Makassar di Ruang Sipakatau Balai Kota, Jumat (10/10/2025).

Advertisement
Scroll untuk melanjutkan

Kegiatan bertema “Gizi Seimbang, Anak Sehat dan Cerdas Menuju Makassar Emas” ini dihadiri para Bunda PAUD kecamatan, kepala sekolah, guru PAUD, organisasi wanita, dan orang tua siswa.

“Usia 0–5 tahun adalah masa emas pertumbuhan anak. Di fase ini, kita harus menanamkan kebiasaan makan bergizi dan pola hidup sehat,” ujar Melinda.

Ia mengingatkan bahwa masih ada sekitar 3,2 persen anak di Makassar yang mengalami stunting. Menurutnya, angka ini tak boleh diabaikan dan perlu jadi perhatian serius semua pihak. Salah satu tantangan terbesar, kata Melinda, adalah maraknya makanan cepat saji yang mudah diakses anak-anak.

“Jangan makan makanan instan atau cepat saji di depan anak, karena mereka akan meniru,” pesannya.

Ia juga mencontohkan kebiasaan di rumahnya yang hampir tak pernah menyediakan makanan instan. “Orang tua harus jadi teladan dalam membiasakan konsumsi sehat,” tambahnya.

Melinda turut mengingatkan bahaya gula berlebih. Ia menyebut kini tak sedikit anak usia dini yang sudah mengidap diabetes. “Bahkan ada yang baru 15 tahun sudah harus suntik insulin,” ungkapnya.

Sebagai bentuk dukungan nyata, Melinda menyerahkan paket alat makan dan kebersihan kepada taman kanak-kanak di tiap kecamatan. Ia berharap langkah kecil ini bisa menjadi dorongan bagi keluarga dan sekolah untuk lebih peduli pada gizi anak.

Dua narasumber turut hadir dalam kegiatan ini. Wakil Ketua DPD Persagi Sulsel, Astati Made Amin, menekankan pentingnya pemenuhan gizi optimal pada 1.000 hari pertama kehidupan. Sementara dr. Lingga Pradipta membawakan materi tentang pencegahan stunting sejak dini.

“Pencegahan stunting dimulai dari pendidikan gizi di rumah dan sekolah. Kolaborasi orang tua, guru, dan tenaga kesehatan sangat penting,” tegas dr. Lingga.

Melinda berharap pelatihan ini bukan sekadar seremonial, tapi benar-benar diimplementasikan di rumah dan sekolah. “Mari kita jadi contoh nyata bagi anak-anak kita,” pungkasnya. (70n/Ag4ys/4dv)

error: Content is protected !!