Advertisement - Scroll ke atas
Makassar

Pemkot Depok Belajar Tata Kelola Dekranasda dari Makassar, Zulkifly Paparkan Strategi Kembangkan Ekonomi Kreatif

727
×

Pemkot Depok Belajar Tata Kelola Dekranasda dari Makassar, Zulkifly Paparkan Strategi Kembangkan Ekonomi Kreatif

Sebarkan artikel ini
Pemkot Depok Belajar Tata Kelola Dekranasda dari Makassar, Zulkifly Paparkan Strategi Kembangkan Ekonomi Kreatif
Pemerintah Kota (Pemkot) Depok melakukan kunjungan kerja ke Kota Makassar untuk mempelajari sistem pengelolaan Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) serta penataan Gedung Dekranasda Makassar, Rabu (15/10/2025).

MAKASSAR—Pemerintah Kota (Pemkot) Depok melakukan kunjungan kerja ke Kota Makassar untuk mempelajari sistem pengelolaan Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) serta penataan Gedung Dekranasda Makassar, Rabu (15/10/2025).

Rombongan dipimpin Wali Kota Depok, Supian Suri, bersama jajaran pengurus Dekranasda dan TP PKK Kota Depok. Mereka diterima langsung oleh Sekretaris Daerah Kota Makassar, Andi Zulkifly, bersama Ketua Dekranasda Makassar, Melinda Aksa, di Gedung Dekranasda Jalan Balai Kota.

Advertisement
Scroll untuk melanjutkan

Zulkifly menyambut hangat kunjungan tersebut dan menyebutnya sebagai momentum berbagi pengalaman. Menurutnya, penguatan Dekranasda dan UMKM menjadi kunci dalam menggerakkan ekonomi lokal.

“Kami merasa terhormat atas kehadiran Wali Kota Depok beserta jajaran. Kunjungan ini menjadi kesempatan baik untuk saling belajar. Semoga yang dipelajari di Makassar bisa jadi inspirasi positif bagi Depok,” ujarnya.

Ia menjelaskan Gedung Dekranasda Makassar tak sekadar berfungsi sebagai kantor, melainkan menjadi rumah bagi kreativitas warga, terutama perempuan pelaku UMKM dan anggota PKK. Di tempat ini, pelatihan keterampilan, pengembangan produk, hingga pembinaan usaha kecil dijalankan secara berkelanjutan.

Dalam kesempatan itu, Zulkifly juga memaparkan capaian ekonomi Kota Makassar. Meski mengalami pemotongan Transfer ke Daerah sebesar Rp500 miliar, APBD tahun 2025 tetap berada di angka Rp5 triliun dengan PAD Rp2,1 triliun.

Ia mengemukakan bahwa pertumbuhan ekonomi Makassar kini mencapai 5,5 persen dan ditargetkan tembus 8 persen pada 2029. Sementara angka kemiskinan tercatat 5,5 persen dan pengangguran terbuka sekitar 9 persen akibat derasnya arus urbanisasi.

Untuk memperkuat ekonomi kreatif, Pemkot Makassar mengandalkan tiga program utama. Pertama, Makassar Kreatif Hub di setiap kecamatan sebagai wadah pengembangan ide dan usaha kreatif berbasis pelatihan bersertifikat.

Kedua, Inkubator Center untuk UMKM di Mall Pelayanan Publik yang membantu pelaku usaha meningkatkan kualitas produk dan branding. Ketiga, event kreatif bulanan berupa pameran, festival, dan kegiatan seni budaya guna mendorong pertumbuhan industri kreatif.

“Makassar ini kota tujuan. Banyak orang datang untuk bekerja, kuliah, atau berobat. Tantangan kami menjaga ekonomi tetap tumbuh sambil meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” tambahnya.

Wali Kota Depok Supian Suri mengaku terkesan dengan tata kelola Dekranasda Makassar. Ia menyebut, model pengelolaan yang ada bisa menjadi contoh nyata dalam membangun gedung PKK dan Dekranasda di Depok tahun depan.

“Kami datang ke Makassar untuk belajar langsung dari keberhasilan yang sudah terbukti. Makassar jadi referensi utama kami,” katanya.

Supian juga memuji keaktifan pengrajin lokal yang ditemuinya saat meninjau aktivitas pelatihan dan produksi di Gedung Dekranasda Makassar.

“Kami melihat ibu-ibu pengrajin sangat aktif dan produktif. Ini inspirasi besar bagi kami di Depok,” ujarnya.

Ia turut memperkenalkan Universitas Islam Internasional Indonesia (UIII), kampus modern yang digagas Jusuf Kalla dan kini menjadi pusat studi Islam dunia.

“Kalau di Makassar belum ada, di Depok sudah ada UIII dengan Perpustakaan Jusuf Kalla. Ini bukti kolaborasi nasional yang membanggakan,” selorohnya.

Ketua Dekranasda Makassar, Melinda Aksa, juga menyampaikan kesiapannya berbagi pengalaman dalam pengelolaan organisasi dan pemberdayaan pengrajin lokal. Ia menegaskan pelatihan, pendampingan, dan promosi untuk memperkuat daya saing produk lokal.

“Kami terus berupaya agar produk kerajinan Makassar bisa bersaing di pasar nasional,” katanya.

Kunjungan diakhiri dengan dialog dan penyerahan cenderamata sebagai simbol komitmen memperkuat kerja sama antara kedua pemerintah daerah dalam pengembangan sektor kerajinan dan ekonomi kreatif. (70n/Ag4ys/4dv)

error: Content is protected !!