Advertisement - Scroll ke atas
Makassar

Pemkot Makassar Terapkan Standar Baru Pengelolaan Masjid Bersih dan Terbuka

1039
×

Pemkot Makassar Terapkan Standar Baru Pengelolaan Masjid Bersih dan Terbuka

Sebarkan artikel ini
Pemkot Makassar Terapkan Standar Baru Pengelolaan Masjid Bersih dan Terbuka
Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, menegaskan pentingnya standarisasi tata kelola masjid di seluruh wilayah Kota Makassar. Ia menyebut, pengelolaan yang baik dan profesional menjadi langkah strategis untuk menjadikan masjid bersih, terbuka, dan berdaya bagi masyarakat.

MAKASSAR—Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, menegaskan pentingnya standarisasi tata kelola masjid di seluruh wilayah Kota Makassar. Ia menyebut, pengelolaan yang baik dan profesional menjadi langkah strategis untuk menjadikan masjid bersih, terbuka, dan berdaya bagi masyarakat.

Hal itu disampaikan Munafri saat menutup Pelatihan Pengurus Masjid se-Kota Makassar yang digelar Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Setda Kota Makassar di Makassar Golden Hotel, Rabu (5/11/2025).

Advertisement
Scroll untuk melanjutkan

Pelatihan ini menghadirkan Ketua Takmir Masjid Al-Falah Sragen sebagai narasumber utama dan diikuti sekitar 3.000 peserta dari kalangan pengurus masjid, remaja masjid, serta majelis taklim selama sepuluh hari.

Munafri menekankan, masjid memiliki peran yang jauh lebih luas dari sekadar tempat ibadah.

“Kalau pengurusnya tidak memahami fungsi-fungsi masjid, ya masjidnya akan begitu-begitu saja. Tapi kalau ada peningkatan pengetahuan tentang tata kelola, inilah langkah awal menjadikan masjid bukan hanya tempat ibadah, tapi pusat membangun peradaban,” ujarnya.

Ia juga menyoroti pentingnya keseragaman standar pengelolaan, mulai dari kebersihan hingga tata kelola keuangan yang transparan dan akuntabel.

“Masjid harus punya SOP kebersihan, toilet bersih, tempat sampah terpisah, dan sistem keuangan yang terbuka. Jangan sampai pengelolaan keuangan jadi fitnah. Semua harus transparan,” tegasnya.

Menurutnya, masjid juga harus menjadi ruang pembinaan umat yang ramah bagi semua kalangan, termasuk anak-anak.

“Kalau anak-anak takut masuk masjid, siapa yang rugi? Biarkan mereka nyaman agar tumbuh kecintaan pada rumah Allah,” katanya.

Lebih jauh, Munafri mendorong agar masjid berperan sebagai pusat data sosial masyarakat, terutama dalam mendata fakir miskin dan kaum duafa di sekitarnya.

“Masjid harus jadi episentrum perhatian sosial. Data orang duafa, fakir miskin, harus tercatat di masjid supaya bantuan bisa tepat sasaran,” jelasnya.

Sebagai bentuk apresiasi, Pemkot Makassar berencana menggelar Lomba Kebersihan dan Keaktifan Masjid mulai tahun depan. Masjid yang paling aktif, bersih, dan inovatif akan menerima penghargaan dari pemerintah kota.

“Kita akan menilai kebersihan, keaktifan pengurus, dan kegiatan keagamaan. Masjid yang paling aktif akan kita beri penghargaan,” tutup Munafri.

Pelatihan ini diharapkan menjadi momentum penting untuk meningkatkan kapasitas pengurus masjid agar mampu menjalankan fungsi masjid secara profesional dan menjadi teladan bagi umat di Kota Makassar. (70n/Ag4ys/4dv)

error: Content is protected !!