MAKASSAR—Bagi para pecinta motor sport, memiliki tunggangan bertenaga besar dengan tampilan gagah tentu menjadi kebanggaan tersendiri. Namun di balik performa tinggi yang ditawarkan, motor sport juga menuntut perhatian ekstra dalam perawatan. Salah sedikit saja, bisa membuat performa menurun bahkan menimbulkan kerusakan serius.
Berikut panduan sederhana namun penting agar motor sport tetap prima dan awet digunakan sehari-hari.
1. Panaskan Mesin Sebelum Berangkat
Langkah kecil yang sering dianggap sepele adalah memanaskan mesin. Padahal, rutinitas ini membantu oli bersirkulasi sempurna ke seluruh bagian mesin. Idealnya, motor dipanaskan sekitar dua hingga lima menit sebelum digunakan. Jangan terlalu lama, cukup sampai suhu mesin stabil.
2. Disiplin Ganti Oli
Oli ibarat darah bagi mesin. Untuk motor sport yang memiliki kompresi tinggi, pergantian oli sebaiknya dilakukan setiap 2.000–3.000 kilometer atau mengikuti rekomendasi pabrikan. Gunakan oli dengan viskositas yang sesuai, misalnya SAE 10W-40 atau 10W-50, agar pelumasan tetap optimal meski mesin bekerja keras.
3. Bersihkan Filter Udara
Jangan biarkan filter udara dipenuhi debu. Komponen ini berfungsi menyaring udara masuk ke ruang pembakaran. Jika tersumbat, tenaga motor bisa menurun dan konsumsi bahan bakar meningkat. Bersihkan filter setiap 2.000 kilometer, atau ganti jika kondisinya sudah rusak.
4. Rantai Harus Dirawat
Rantai adalah komponen vital yang menyalurkan tenaga dari mesin ke roda. Pastikan kekencangannya pas, tidak terlalu kendor atau kencang. Gunakan chain cleaner untuk membersihkan, lalu semprotkan chain lube agar rantai awet dan tidak berkarat.
5. Cek Tekanan Ban
Motor sport umumnya memiliki ban lebar untuk mendukung kestabilan. Karena itu, tekanan angin harus dijaga. Tekanan ideal berada di kisaran 30 psi untuk ban depan dan 32–34 psi untuk ban belakang. Ban yang kempis tidak hanya boros bahan bakar, tapi juga berisiko saat bermanuver di jalan.
6. Servis Berkala di Bengkel Resmi
Servis rutin penting untuk mendeteksi masalah sejak dini. Pemeriksaan meliputi klep, sistem bahan bakar, kampas rem, hingga sistem kelistrikan. Disarankan servis setiap 3.000–5.000 kilometer, tergantung intensitas penggunaan motor.
7. Gunakan Bahan Bakar dengan Oktan Tinggi
Mesin motor sport didesain untuk bahan bakar beroktan tinggi. Gunakan minimal Pertamax (RON 92), atau idealnya Pertamax Turbo (RON 98). Bahan bakar beroktan rendah bisa menyebabkan knocking dan memperpendek usia mesin.
8. Rajin Membersihkan Motor
Selain menjaga tampilan, mencuci motor juga mencegah penumpukan debu di radiator, cakram, dan mesin. Gunakan sabun khusus motor dan hindari semprotan air bertekanan tinggi di bagian kelistrikan.
9. Perhatikan Kondisi Aki
Motor sport modern bergantung pada sistem kelistrikan yang kompleks. Pastikan aki memiliki tegangan normal di kisaran 12–13 volt. Cek juga kabel dan sekring agar tidak terjadi korsleting.
10. Gunakan dengan Bijak
Meski bertenaga besar, bukan berarti motor sport harus terus dipacu di kecepatan tinggi. Hindari memutar gas mendadak saat mesin masih dingin. Gunakan sesuai kondisi jalan, agar komponen tetap awet dan performa stabil.
Merawat motor sport memang butuh ketelatenan, tapi hasilnya sepadan. Motor tetap responsif, irit bahan bakar, dan tampil gagah setiap saat. Dengan perawatan yang tepat, motor bukan hanya alat transportasi, tapi juga simbol gaya hidup dan tanggung jawab sang pengendara. (Ag4ys)


















