Memuat Ramadhan...
BMKG
Memuat data BMKG...
LIVE
Makassar

Ketua DPRD Makassar Terima Banyak Keluhan Warga Jelang Pemilihan RT/RW Serentak

679
×

Ketua DPRD Makassar Terima Banyak Keluhan Warga Jelang Pemilihan RT/RW Serentak

Sebarkan artikel ini
Ketua DPRD Makassar Terima Banyak Keluhan Warga Jelang Pemilihan RT/RW Serentak
Menjelang pemilihan RT/RW serentak pada 3 Desember 2025, Ketua DPRD Kota Makassar, Supratman, menjadi pusat aduan warga. Keluhan berdatangan setiap hari, baik melalui kunjungan langsung maupun pesan di media sosial pribadinya.

MAKASSAR—Menjelang pemilihan RT/RW serentak pada 3 Desember 2025, Ketua DPRD Kota Makassar, Supratman, menjadi pusat aduan warga. Keluhan berdatangan setiap hari, baik melalui kunjungan langsung maupun pesan di media sosial pribadinya.

Menurut Supratman, warga merasa resah karena proses pemilihan yang digelar Pemkot Makassar dinilai sarat kejanggalan dan berpotensi tidak berlangsung adil.

ā€œSetiap hari aspirasi warga masuk, baik langsung maupun melalui media sosial. Semua berharap pemilihan RT/RW berjalan jujur dan profesional,ā€ ujarnya, Rabu (19/11/2025).

Supratman mengungkapkan banyak warga mengeluhkan beredarnya kabar liar terkait pemilihan. Ada kekhawatiran bahwa proses tersebut hanya menjadi formalitas untuk kepentingan pihak tertentu, termasuk kelompok relawan atau tim sukses pasangan Wali Kota–Wakil Wali Kota Makassar, Munafri–Aliyah.

DPRD juga menerima laporan dugaan intervensi lurah di sejumlah wilayah. Meskipun belum terbukti, isu ini dinilai mengganggu kenyamanan warga dan berpotensi mempengaruhi independensi pemilihan.

ā€œBelum pemilihan, tapi sudah ada cerita soal arahan dari tingkat kelurahan. Ini membuat warga merasa tidak nyaman,ā€ kata Supratman menyampaikan laporan warga.

Ketua DPRD Makassar juga menyoroti keluhan terkait perubahan aturan mengenai Pelaksana Tugas (PJ) RT/RW. Jika pada aturan awal keluarga PJ tidak boleh mencalonkan diri, kini peraturan terbaru justru membolehkan anak, istri, atau orang tua PJ ikut menjadi calon.

Warga menilai perubahan mendadak tersebut membingungkan dan berpotensi menciptakan dominasi kelompok tertentu.

ā€œWarga khawatir jabatan RT/RW hanya akan berputar di lingkaran yang memiliki kedekatan politik,ā€ tegasnya.

Banyaknya laporan tersebut membuat warga meminta DPRD Makassar memperkuat fungsi pengawasan demi memastikan pemilihan RT/RW berjalan transparan, adil, dan bebas dari intervensi.

Supratman menegaskan DPRD akan menindaklanjuti seluruh aduan dan menyampaikannya kepada Pemkot Makassar.

ā€œPemilihan RT dan RW adalah fondasi demokrasi di tingkat masyarakat. DPRD berharap prosesnya berjalan bersih dan tidak menyisakan kecurigaan,ā€ tutupnya.

Pemkot Makassar diketahui menggelar pemilihan RT/RW serentak untuk penyegaran kepemimpinan di tingkat lingkungan. Namun dinamika menjelang pemungutan suara kini menjadi perhatian serius warga, dengan harapan proses tersebut berlangsung jujur dan profesional. (Ag4ys/4dv)

Konten dilindungi Ā© Mediasulsel.com
Advertisement
Ɨ