MAKASSAR—Membeli mobil bekas menjadi alternatif bagi masyarakat yang ingin memiliki kendaraan pribadi dengan harga lebih terjangkau. Namun, tanpa ketelitian, mobil bekas berpotensi menimbulkan kerugian, baik dari sisi biaya perawatan maupun risiko hukum. Karena itu, calon pembeli perlu memahami sejumlah hal vital sebelum memutuskan transaksi.
Pemeriksaan pertama yang wajib dilakukan adalah kondisi fisik kendaraan. Perhatikan bodi mobil secara menyeluruh, mulai dari panel pintu, kap mesin, hingga bagian bawah kendaraan. Perbedaan warna cat, celah bodi yang tidak presisi, atau karat berlebih dapat menjadi indikasi mobil pernah mengalami benturan atau terendam banjir.
Kondisi mesin menjadi faktor penentu utama. Pastikan mesin menyala dengan mudah dan bekerja stabil. Dengarkan suara mesin, apakah terdengar kasar atau tidak wajar. Cek juga adanya rembesan oli, kondisi air radiator, serta warna asap knalpot. Asap hitam pekat atau putih tebal patut diwaspadai karena bisa menandakan masalah serius pada mesin.
Selain mesin, sistem kaki-kaki dan suspensi sering luput dari perhatian, padahal sangat berpengaruh terhadap kenyamanan dan keselamatan berkendara. Saat test drive, rasakan apakah mobil terasa limbung, muncul bunyi tidak normal saat melewati jalan tidak rata, atau setir terasa berat dan tidak lurus.
Pemeriksaan interior dan kelistrikan juga tidak kalah penting. Pastikan fungsi AC, power window, lampu, wiper, klakson, serta panel indikator berjalan normal. Interior yang terlalu aus atau bau apek bisa menjadi tanda mobil kurang terawat atau pernah terkena banjir.
Hal vital lainnya adalah keabsahan dokumen kendaraan. Pastikan STNK dan BPKB asli serta sesuai dengan identitas mobil, terutama nomor rangka dan nomor mesin. Riwayat pajak juga perlu dicek untuk menghindari tunggakan yang dapat membebani pembeli di kemudian hari.
Calon pembeli juga disarankan memeriksa riwayat servis kendaraan. Mobil yang rutin diservis di bengkel resmi atau memiliki catatan perawatan yang jelas cenderung lebih terjamin kondisinya. Jika ragu, libatkan mekanik terpercaya untuk melakukan pengecekan menyeluruh.
Terakhir, bandingkan harga mobil dengan pasaran. Harga yang terlalu murah dari standar umumnya perlu dicurigai. Membeli mobil bekas sebaiknya dilakukan tanpa terburu-buru agar keputusan yang diambil benar-benar aman dan menguntungkan.
Dengan memperhatikan seluruh aspek tersebut, masyarakat diharapkan dapat lebih cermat dan terhindar dari risiko saat membeli mobil bekas. (Ag4ys)


















