PEMBERITAHUAN: Email redaksi redaksi@mediasulsel.com sementara mengalami gangguan. Untuk sementara, seluruh keperluan korespondensi redaksi, termasuk rilis berita dan artikel opini, dapat dikirim ke Sulselmedia@gmail.com. Terima kasih atas perhatian dan kerja samanya.🏥 Klinik Utama Aktiv Energi Physio kini hadir di Makassar • Konsultasi Dokter Umum & Spesialis Saraf • Fisioterapi • Okupasi Terapi • Terapi Wicara • Private Gym • 📍 Jl. AP Pettarani No. 18F Makassar • 🕘 Senin–Sabtu, 09.00–16.00 WITA • ☎️ Reservasi: 0821-8927-9692.Sebelum OTT HGB, KPK Sudah Bongkar 8 Celah Korupsi ATR/BPNMakassar Borong Dua Penghargaan Kemendagri, Appi Bawa Pulang 300 Unit Bedah RumahDPRD Makassar Soroti Data Anggaran, Minta TAPD Tak Asal Ajukan ProgramMenkeu Berganti, Aras Soroti Batas Kewajaran APBN: Jangan Sampai Ambisi Lebih Besar dari Kemampuan FiskalPangkep Raih Rp1 Miliar, Layanan Kesehatan Antar Pemkab Yusran Lalogau Masuk Tiga Besar SulawesiFebrie Masuk Babak Baru, Mantan Jampidsus Segera Hadapi PersidanganPEMBERITAHUAN: Email redaksi redaksi@mediasulsel.com sementara mengalami gangguan. Untuk sementara, seluruh keperluan korespondensi redaksi, termasuk rilis berita dan artikel opini, dapat dikirim ke Sulselmedia@gmail.com. Terima kasih atas perhatian dan kerja samanya.🏥 Klinik Utama Aktiv Energi Physio kini hadir di Makassar • Konsultasi Dokter Umum & Spesialis Saraf • Fisioterapi • Okupasi Terapi • Terapi Wicara • Private Gym • 📍 Jl. AP Pettarani No. 18F Makassar • 🕘 Senin–Sabtu, 09.00–16.00 WITA • ☎️ Reservasi: 0821-8927-9692.Sebelum OTT HGB, KPK Sudah Bongkar 8 Celah Korupsi ATR/BPNMakassar Borong Dua Penghargaan Kemendagri, Appi Bawa Pulang 300 Unit Bedah RumahDPRD Makassar Soroti Data Anggaran, Minta TAPD Tak Asal Ajukan ProgramMenkeu Berganti, Aras Soroti Batas Kewajaran APBN: Jangan Sampai Ambisi Lebih Besar dari Kemampuan FiskalPangkep Raih Rp1 Miliar, Layanan Kesehatan Antar Pemkab Yusran Lalogau Masuk Tiga Besar SulawesiFebrie Masuk Babak Baru, Mantan Jampidsus Segera Hadapi Persidangan
Gowa

Cuaca Ekstrem Mengintai, Pemkab Gowa Tingkatkan Kesiapsiagaan Bencana

426
×

Cuaca Ekstrem Mengintai, Pemkab Gowa Tingkatkan Kesiapsiagaan Bencana

Sebarkan artikel ini
1002035772

GOWA—Pemerintah Kabupaten Gowa meningkatkan kesiapsiagaan bencana menyusul prakiraan cuaca ekstrem yang diperkirakan terjadi dalam beberapa hari ke depan. Langkah ini diambil setelah Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) merilis peringatan cuaca di sejumlah wilayah Sulawesi Selatan, termasuk Kabupaten Gowa.

Bupati Gowa Sitti Husniah Talenrang mengatakan daerahnya tetap dalam kondisi siaga untuk mengantisipasi dampak cuaca ekstrem, khususnya curah hujan tinggi yang berpotensi memicu bencana.

“Berdasarkan prakiraan cuaca BMKG, Kabupaten Gowa menjadi salah satu daerah dengan status curah hujan tinggi,” ujar Husniah di Gowa, Rabu (14/1/2026) kemarin.

Ia mengungkapkan, kondisi geografis Gowa yang sebagian besar merupakan wilayah dataran tinggi membuat daerah ini rawan bencana, terutama tanah longsor dan banjir.

Untuk itu, Pemkab Gowa telah menyiapkan posko siaga bencana di seluruh desa dan kelurahan. Posko tersebut, kata Husniah, sebenarnya telah diaktifkan sejak jauh hari sebagai bagian dari upaya mitigasi.

“Kami siapkan posko siaga bencana di seluruh desa dan kelurahan. Ini sudah lama kami aktifkan sebagai bentuk kesiapan menghadapi potensi bencana,” tegasnya.

Sementara itu, Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Gowa, Wahyudin, menyampaikan bahwa BMKG telah mengeluarkan peringatan dini curah hujan tinggi untuk wilayah Kabupaten Gowa. Hampir seluruh kecamatan, kata dia, masuk dalam kategori siaga.

Menindaklanjuti arahan pimpinan daerah, BPBD Gowa telah mengambil sejumlah langkah mitigasi, di antaranya dengan menyebarluaskan peringatan dini ke seluruh kecamatan, desa, dan kelurahan, hingga ke masyarakat luas.

“Sebagai langkah mitigasi, peringatan dini ini kami sampaikan secara menyeluruh agar seluruh pihak meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi bencana hidrometeorologi,” jelas Wahyudin.

Ia juga mengimbau masyarakat untuk tetap waspada dan mengurangi aktivitas di luar rumah saat cuaca ekstrem. Warga diminta tidak beraktivitas di daerah rawan, terutama di sekitar daerah aliran sungai.

“Kami mengimbau masyarakat tidak beraktivitas di luar rumah saat hujan lebat atau angin kencang, serta tidak melakukan aktivitas di sungai. Saat ini sudah ada korban jiwa akibat beraktivitas di sungai,” tegasnya.

Pemerintah Kabupaten Gowa berharap kesiapsiagaan ini dapat meminimalkan risiko dan dampak bencana, sekaligus meningkatkan keselamatan masyarakat di tengah ancaman cuaca ekstrem. (Ag4ys)

Polling Mediasulsel

Menurut Anda, masalah yang paling perlu diprioritaskan pemerintah saat ini adalah...

Konten dilindungi © Mediasulsel.com