Advertisement - Scroll ke atas
Makassar

Melinda Aksa: Digitalisasi Buka Peluang UMKM Muslimah di Makassar

295
×

Melinda Aksa: Digitalisasi Buka Peluang UMKM Muslimah di Makassar

Sebarkan artikel ini
Melinda Aksa: Digitalisasi Buka Peluang UMKM Muslimah di Makassar
Ketua TP PKK Kota Makassar, Melinda Aksa, menyebut digitalisasi sebagai jalan bagi UMKM muslimah untuk berdaya dan menopang ekonomi keluarga. Pernyataan itu disampaikannya saat menjadi narasumber Talkshow UMKM Muslimah dan Ekonomi Digital dalam rangkaian Numo (Nusantara Modest) Fest yang digelar Hijabers Mom Community di Atrium Trans Studio Mall Makassar, Sabtu (17/1/2026).

MAKASSAR—Ketua TP PKK Kota Makassar, Melinda Aksa, menyebut digitalisasi sebagai jalan bagi UMKM muslimah untuk berdaya dan menopang ekonomi keluarga. Pernyataan itu disampaikannya saat menjadi narasumber Talkshow UMKM Muslimah dan Ekonomi Digital dalam rangkaian Numo (Nusantara Modest) Fest yang digelar Hijabers Mom Community di Atrium Trans Studio Mall Makassar, Sabtu (17/1/2026).

Dalam paparannya, Melinda menyampaikan transformasi digital memberi ruang bagi perempuan, khususnya ibu rumah tangga, untuk tetap produktif tanpa meninggalkan peran di keluarga. Pemanfaatan platform digital memungkinkan pelaku UMKM menjalankan usaha dari rumah tanpa terikat pola konvensional berjualan secara fisik sepanjang hari.

Advertisement
Scroll untuk melanjutkan

“Digitalisasi memberi kesempatan bagi perempuan untuk mandiri secara ekonomi, sambil tetap menjalankan peran sebagai istri dan ibu. Ini adalah bentuk pemberdayaan yang nyata,” ujar Melinda.

Ia menambahkan, UMKM rumahan berdampak langsung pada ekonomi lokal karena memanfaatkan bahan baku sekitar serta melibatkan jejaring tetangga dalam rantai produksi. Menurutnya, praktik ini sejalan dengan semangat gotong royong dan kemandirian ekonomi keluarga.

Melinda juga menyoroti peluang UMKM kuliner halal di Makassar seiring dibukanya penerbangan langsung dari Malaysia ke Makassar. Kondisi tersebut dinilai dapat dimanfaatkan untuk menjangkau wisatawan mancanegara dari negara berpenduduk mayoritas Muslim.

Meski begitu, ia mengakui masih ada tantangan di era digital, mulai dari keterbatasan modal, risiko penipuan daring, hingga kesenjangan literasi digital antara generasi muda dan kelompok ibu rumah tangga atau pelaku UMKM usia milenial ke atas.

“Gen Z relatif lebih cepat beradaptasi dengan teknologi, sementara sebagian ibu-ibu masih merasa tertinggal. Karena itu, jangan ragu belajar dari anak-anak muda, termasuk memanfaatkan platform seperti TikTok Live untuk berjualan,” pesannya.

Selain aspek digital, Melinda menyinggung kebutuhan branding, kemasan produk yang menarik dan presentable, serta pemenuhan legalitas usaha seperti sertifikasi halal dan izin PIRT. Dengan populasi Muslim yang besar, pasar Islam dan kuliner halal disebut memiliki peluang luas untuk dikembangkan.

Melalui TP PKK Kota Makassar, khususnya Pokja II, pembinaan dilakukan melalui pelatihan pengelolaan keuangan, digital marketing, dan branding produk, serta pendampingan pengurusan sertifikasi halal dan perizinan usaha.

Pada kesempatan yang sama, Pembina Hijabers Mom Community, Listiaty F. Nurdin Abdullah, menyampaikan Numo Fest menjadi ruang kolaborasi perempuan kreatif, pelaku UMKM, desainer, dan teknologi digital dengan sistem pembayaran modern.

Ia juga menilai peluang pasar yang tersedia perlu diisi produk UMKM Kota Makassar, seraya menyebut potensi Hijabers Mom Community dalam menggerakkan ekonomi kreatif daerah. (70n/Ag4ys/4dv)

error: Content is protected !!