MAKASSAR—Pemerintah Kota Makassar menyiapkan penataan akses jalan menuju Stadion Untia dengan melibatkan pihak pengembang, salah satunya Summarecon. Langkah ini diambil karena akses eksisting dinilai terbatas dan belum memadai untuk menunjang operasional stadion ke depan.
Sekretaris Daerah (Sekda) Makassar, Andi Zulkifly, mengatakan akses jalan yang saat ini digunakan berstatus pinjam pakai dan masa berlakunya telah berakhir. Kondisi tersebut mendorong Pemkot Makassar mencari kepastian hukum sekaligus menyiapkan akses tambahan.
“Stadion tidak ideal jika hanya memiliki satu akses. Minimal harus ada dua jalur yang layak dan memiliki kepastian hukum,” ujar Andi Zulkifly usai rapat pengembangan kawasan Untia di Balai Kota Makassar, Senin (19/1/2026).
Ia menjelaskan, penambahan akses menjadi bagian penting dalam rekayasa lalu lintas dan pemenuhan analisis dampak lingkungan (Amdal). Akses ganda juga dinilai krusial untuk keselamatan serta kelancaran mobilitas saat stadion beroperasi.
Untuk mewujudkan akses tambahan tersebut, Pemkot Makassar membuka ruang kolaborasi dengan pihak pengembang. Summarecon disebut sebagai salah satu pihak yang berpotensi dilibatkan karena memiliki kawasan strategis di sekitar lokasi stadion.
“Tidak semua lahan di sekitar stadion merupakan milik Pemkot atau negara. Karena itu, keterlibatan pengembang seperti Summarecon menjadi penting untuk membuka akses alternatif,” jelasnya.
Selain penataan akses, Pemkot Makassar juga mencermati status aset lahan yang berkaitan dengan jalan menuju stadion. Seluruh skema kerja sama dan pemanfaatan lahan akan dikonsultasikan ke pemerintah pusat agar tidak menimbulkan persoalan hukum di kemudian hari.
Secara perencanaan, pembangunan stadion dan kawasan pendukungnya telah berjalan. Dinas Pekerjaan Umum (PU) ditargetkan merampungkan perencanaan teknis pada awal Maret, sementara tahap penimbunan direncanakan mulai Mei.
“Yang terpenting, akses jalan harus jelas sejak awal agar pembangunan Stadion Untia berjalan lancar dan berkelanjutan,” pungkas Andi Zulkifly. (70n/Ag4ys/4dv)


















