MAKASSAR—Kesiapan sumber daya manusia (SDM) kesehatan menjadi sorotan utama dalam pengelolaan kesehatan anak di kawasan Asia Pasifik. Isu ini disampaikan Direktur Poltekkes Kementerian Kesehatan Makassar, Rusli, pada Workshop on Managing Child Health for Healthcare Workforce yang digelar Asia Pacific Economic Cooperation (APEC).
Workshop yang berlangsung di The Rinra Hotel Makassar, Selasa (20/1/2026), mempertemukan tenaga kesehatan dan pemangku kebijakan dari berbagai negara untuk membahas tantangan layanan kesehatan anak, khususnya di tingkat layanan primer.
Rusli menyampaikan bahwa persoalan kesehatan anak tidak berdiri sendiri, melainkan berkaitan langsung dengan kualitas sumber daya manusia dan arah pembangunan ekonomi di masa depan.
Ia menilai kompetensi tenaga kesehatan, mulai dari dokter, perawat, bidan hingga pengambil kebijakan, menjadi faktor penentu dalam pengelolaan layanan kesehatan anak yang efektif dan berkelanjutan.
“Pengelolaan kesehatan anak membutuhkan pendekatan komprehensif, kolaboratif, dan berbasis bukti. Karena itu, peningkatan kapasitas tenaga kesehatan harus terus dilakukan secara berkelanjutan,” ujar Rusli.
Menurutnya, lokakarya ini menjadi ruang strategis untuk saling belajar antarnegara melalui pertukaran praktik terbaik, diskusi mendalam, serta pemanfaatan teknologi dalam pelayanan kesehatan anak.
Rusli berharap hasil pembahasan dalam Workshop APEC tidak berhenti pada tataran konsep, melainkan melahirkan rekomendasi yang aplikatif dan dapat diterapkan di masing-masing negara peserta, termasuk Indonesia.
“Tujuan akhirnya adalah memperkuat sistem kesehatan primer dan meningkatkan kualitas layanan kesehatan anak demi menciptakan generasi yang sehat dan berdaya saing,” pungkasnya. (70n/Ag4ys/4dv)


















