Advertisement - Scroll ke atas
Makassar

Sekda Makassar Percepat Hibah Aset PIP untuk Akses dan Pembangunan Stadion Untia

84
×

Sekda Makassar Percepat Hibah Aset PIP untuk Akses dan Pembangunan Stadion Untia

Sebarkan artikel ini
Sekda Makassar Percepat Hibah Aset PIP untuk Akses dan Pembangunan Stadion Untia
Sekda Kota Makassar Andi Zulkifly menyampaikan hal itu saat memimpin rapat koordinasi bersama organisasi perangkat daerah (OPD) teknis dan civitas akademika PIP di Ruang Sekda Makassar, Senin (2/2/2026). Rapat tersebut membahas tindak lanjut pinjam pakai aset serta skema hibah lahan yang dibutuhkan untuk mendukung pengembangan kawasan Untia.

MAKASSAR—Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Makassar Andi Zulkifly mempercepat proses hibah aset antara Pemerintah Kota Makassar dan Politeknik Ilmu Pelayaran (PIP) Makassar guna memastikan pembangunan akses jalan dan pengembangan Stadion Untia tidak terhambat.

Andi Zulkifly menyampaikan hal itu saat memimpin rapat koordinasi bersama organisasi perangkat daerah (OPD) teknis dan civitas akademika PIP di Ruang Sekda Makassar, Senin (2/2/2026). Rapat tersebut membahas tindak lanjut pinjam pakai aset serta skema hibah lahan yang dibutuhkan untuk mendukung pengembangan kawasan Untia.

Sekda menjelaskan, kerja sama Pemkot Makassar dan PIP berkaitan langsung dengan penyediaan lahan dan akses jalan menuju stadion yang akan dibangun di kawasan Untia. Dalam skema tersebut terdapat dua aset yang menjadi objek hibah.

Aset milik PIP yang dibutuhkan Pemkot berupa lahan seluas 8.188 meter persegi. Sementara itu, aset Pemkot Makassar yang saat ini dimanfaatkan PIP seluas 10.416 meter persegi, di atasnya telah berdiri bangunan dan sebagian jalan lingkar kampus.

“Dalam rapat sebelumnya kita membahas dua opsi, yakni tukar-menukar aset dengan nilai yang sama atau hibah yang dilakukan terpisah pada waktu berbeda,” ujar Andi Zulkifly.

Namun, hasil konsultasi masing-masing pihak dengan kementerian terkait menyarankan agar mekanisme hibah dilakukan secara terpisah, bukan melalui tukar guling langsung. PIP berkoordinasi dengan Kementerian Perhubungan, sementara Pemkot Makassar berkonsultasi dengan Kementerian Dalam Negeri.

“Hasil konsultasi menyarankan hibah dilakukan terpisah. PIP menghibahkan asetnya ke Pemkot Makassar, dan di waktu lain pemerintah kota juga menghibahkan asetnya ke PIP, dengan dasar dan alasan sesuai regulasi,” jelasnya.

Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKD) merekomendasikan agar hibah dari PIP ke Pemkot Makassar dilakukan lebih dahulu, mengingat kebutuhan mendesak pembangunan akses jalan menuju stadion.

Aset yang akan dihibahkan PIP ke Pemkot terdiri atas pembangunan akses jalan senilai sekitar Rp15 miliar dan sebidang tanah senilai sekitar Rp6 miliar. Setelah itu, Pemkot Makassar juga akan menghibahkan sebidang tanah kepada PIP sesuai mekanisme yang berlaku.

Sekda menegaskan setiap proses hibah harus memiliki dasar pemanfaatan yang jelas dan dapat dipertanggungjawabkan, meskipun sama-sama merupakan aset negara. Karena itu, Pemkot Makassar akan melibatkan BPKD, Inspektorat, serta Dinas Pertanahan dalam proses kajian.

“Harus ada alasan kuat kenapa aset itu dihibahkan. Pertanggungjawabannya bukan hanya administratif, tetapi juga kepada negara,” tegasnya.

Pemkot Makassar menargetkan seluruh proses hibah rampung paling lambat Juni 2026 agar tidak menghambat proyek pengembangan kawasan Untia.

“Target kita hibah selesai Juni. PIP menargetkan perencanaan satu bulan, pemerintah kota juga harus mempercepat agar proyek Untia, termasuk stadion, tidak terlambat,” katanya.

Untuk mempercepat proses, Pemkot Makassar akan membentuk tim percepatan hibah dan tim appraisal guna menghitung nilai aset. Sekda juga meminta BPKD segera menyiapkan surat permintaan hibah kepada PIP sebagai dasar administrasi.

“Saya minta BPKD segera membuat surat permintaan hibah, membentuk tim tahapan hibah, dan saya akan memonitor langsung prosesnya,” ujarnya.

Andi Zulkifly menegaskan kolaborasi seluruh OPD teknis sangat dibutuhkan agar pembangunan Stadion Untia dapat tuntas sesuai target pada 2028.

“Stadion Untia harus selesai 2028. Seluruh OPD teknis harus bekerja bersama mewujudkan program strategis ini,” pungkasnya. (70n/Ag4ys/4dv)

 

error: Content is protected !!