MAKASSAR—Menjelang libur panjang dan Hari Raya Idulfitri, PT Dharma Lautan Utama (DLU) Cabang Makassar mengantisipasi lonjakan penumpang dan pengiriman logistik pada rute Makassar–Surabaya, serta tujuan Selayar dan Baubau.
Pimpinan Cabang DLU Makassar, Yandi Hermawan, mengatakan beban operasional di cabang besar seperti Makassar jauh lebih tinggi dibanding cabang kecil, seiring meningkatnya volume penumpang dan kendaraan.
“Kalau kendala kurang lebih sama. Hanya saja, di cabang besar seperti Makassar ini beban atau load-nya lebih tinggi, baik dari segi jumlah penumpang maupun kendaraan. Kapal di rute Makassar–Surabaya juga berkapasitas lebih besar,” ujarnya, saat ditemui media sulsel.com di ruang kerjanya, Kamis (19/2/2026).
Yandi menjelaskan, hingga kini jadwal keberangkatan masih berjalan normal. Untuk rute Surabaya, keberangkatan dilakukan setiap Selasa dan Jumat. Sementara rute Makassar–Selayar–Baubau berangkat pada waktu yang hampir bersamaan dengan selisih jam.
Untuk lokasi sandar, rute Surabaya berada di Dermaga 103, sedangkan tujuan Selayar dan Baubau melalui Pelabuhan Soekarno-Hatta.
DLU Makassar sempat menambah satu armada guna mengantisipasi peningkatan logistik jelang Lebaran. Kapal KM Rucitra 7 dari lintasan timur dioperasikan dengan pola 10 hari sekali sejak awal tahun hingga awal Februari.
“Penambahan ini untuk membantu pengiriman logistik karena kebutuhan menjelang Lebaran cukup tinggi. Namun untuk pertengahan bulan ini, penambahan armada tersebut telah berakhir,” jelas Yandi.
DLU juga mencatat adanya lonjakan penumpang signifikan sejak awal Ramadan. Jika pada hari biasa berkisar 300–350 orang, kini meningkat hingga sekitar 500 penumpang per keberangkatan.
“Awal puasa sudah terlihat lonjakan. Biasanya 300 sampai 350, kemarin sudah mencapai 500 penumpang,” ungkapnya.
Lonjakan ini dipengaruhi tradisi masyarakat di Pulau Jawa, seperti nyadran atau ziarah kubur menjelang Ramadan, serta peningkatan pergerakan kendaraan pribadi sekitar sepekan sebelum puasa. DLU juga masih menunggu dispensasi resmi dari kementerian terkait penambahan kapasitas angkut selama masa angkutan Lebaran.
Untuk memudahkan pembelian tiket, DLU Makassar bekerja sama dengan agen di seluruh Makassar dan Sulawesi Selatan. Tiket juga dapat dibeli secara daring melalui aplikasi DLU Ferry di App Store dan Play Store.
“Calon penumpang bisa cek jadwal dan beli tiket lewat aplikasi. Saat check-in, cukup tunjukkan tiket online, lalu sistem menentukan tempat duduk sesuai kapasitas,” terang Yandi.
Terkait isu kelangkaan tiket ekonomi, ia menegaskan tiket ekonomi relatif tersedia karena disesuaikan dengan kapasitas kursi. “Yang biasanya cepat habis justru kamar kelas karena jumlahnya terbatas,” katanya. Tiket ekonomi terdiri atas ekonomi tidur dengan ranjang susun dan ekonomi duduk dengan kursi recliner.
Yandi mengimbau penumpang membawa barang secukupnya. “Barang berlebihan akan menyulitkan pengawasan dan penataan di car deck,” ujar Yandi.
Ia memastikan seluruh armada dilengkapi CCTV dan pengamanan internal perusahaan demi keselamatan dan kenyamanan penumpang. “Kami berkomitmen memberikan pelayanan terbaik agar perjalanan mudik aman dan lancar,” tutupnya. (R077)











